Kemenhub Evaluasi Taksi Green SM Pasca Kecelakaan di Bekasi

Kemenhub Evaluasi Taksi Green SM Pasca Kecelakaan di Bekasi
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan akan mengevaluasi secara menyeluruh perusahaan layanan taksi online asal Vietnam.

JAKARTA - Kemenhub mengevaluasi taksi Green SM imbas tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi. Presiden Prabowo setujui pembangunan flyover untuk keamanan.

Insiden maut yang melibatkan kereta api jarak jauh dengan komuter di wilayah Jawa Barat memicu langkah tegas dari otoritas perhubungan.

Teddy Indra Wijaya selaku Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa evaluasi terhadap perusahaan transportasi asal Vietnam tersebut dilakukan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

"Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Seskab saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mengaudit total sistem keselamatan moda transportasi darat dan kereta api.

Teddy menyebutkan bahwa pembenahan sistem pengamanan di area perlintasan menjadi fokus utama untuk meminimalisir potensi bahaya di masa depan.

Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah memberikan lampu hijau bagi proyek pembangunan jembatan layang pada titik-titik rawan di Bekasi.

"Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut," kata Teddy.

Di sisi lain manajemen Green SM Indonesia menyatakan kesiapan untuk kooperatif dalam memberikan data yang dibutuhkan oleh pihak berwenang.

Pihak perusahaan menekankan bahwa kepatuhan terhadap prosedur keselamatan tetap menjadi fokus utama dalam operasional harian mereka di Indonesia.

Green SM Indonesia menyatakan telah mengirimkan informasi penting terkait kronologi kejadian kepada tim penyidik yang bertugas di lapangan.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut.

Data terbaru menunjukkan dampak fatal dari kecelakaan ini mengakibatkan 14 orang kehilangan nyawa dan puluhan lainnya luka-luka.

Bobby Rasyidin selaku Direktur Utama KAI mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan medis dan identifikasi.

Upaya mitigasi jangka panjang kini tengah disusun agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di jalur kereta api yang padat penduduk.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index