JAKARTA - Antusiasme masyarakat menyambut musim mudik Lebaran 2026 terlihat jelas dari tingginya penjualan tiket kereta api di wilayah Sumatera Selatan.
PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional III Palembang mencatat lonjakan signifikan sejak periode Angkutan Lebaran dibuka. Bahkan, salah satu layanan unggulan mencatat tingkat okupansi melampaui kapasitas normal.
Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan publik terhadap moda transportasi kereta api yang dinilai aman dan nyaman. Perjalanan jarak menengah hingga jauh menjadi pilihan favorit masyarakat untuk pulang kampung maupun bersilaturahmi saat Idulfitri.
Data terbaru menunjukkan puluhan ribu tiket telah terjual untuk periode perjalanan pertengahan Maret hingga awal April 2026. Sejumlah relasi bahkan mencatat angka penjualan di atas 100 persen dari kapasitas yang tersedia.
Berikut rincian capaian penjualan, prediksi puncak arus mudik dan balik, serta program tambahan yang disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan Lebaran tahun ini.
Penjualan Tiket Angkutan Lebaran Meningkat Tajam
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) III Palembang mencatat penjualan 83.346 tiket Angkutan Lebaran 1447 Hijriah hingga 2 Maret 2026.
Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan layanan kereta api selama periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa tren positif tersebut mencerminkan kepercayaan publik yang terus meningkat.
“Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api semakin baik. KAI berkomitmen memastikan perjalanan yang selamat, tepat waktu, dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran,” ujarnya.
Okupansi Tiga Kereta Andalan
Tiga layanan utama yang beroperasi adalah KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuk Linggau (PP), KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang (PP), dan KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuk Linggau (PP).
Pada KA Bukit Serelo, penjualan tiket dari Kertapati menuju Lubuk Linggau mencapai 108 persen dari kapasitas, sementara relasi sebaliknya menembus 117 persen.
KA Rajabasa bahkan mencatat okupansi hingga 123 persen untuk relasi Tanjungkarang–Kertapati.
Adapun KA Sindang Marga masih memiliki ketersediaan kursi dengan tingkat penjualan 36–51 persen.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
KAI memprediksi puncak arus mudik terjadi pada 18–19 Maret 2026 dengan 9.436 pelanggan atau 123 persen dari kapasitas.
Sementara arus balik diperkirakan berlangsung 27–29 Maret 2026 dengan 11.426 penumpang.
Lonjakan penumpang pada tanggal tersebut menjadi perhatian utama operator untuk memastikan pelayanan tetap optimal.
Berbagai langkah antisipasi dilakukan guna menjaga kelancaran operasional selama periode sibuk tersebut.
Program Mudik Gratis dan Imbauan KAI
Selain tiket reguler, KAI juga menghadirkan program Mudik Gratis hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Bank Sumsel Babel.
Hingga 3 Maret 2026, sebanyak 1.872 pendaftar telah mengamankan kuota dari total 2.912 tiket yang tersedia.
“Kami ingin memastikan setiap perjalanan bukan hanya sampai tujuan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh kehangatan,” tegasnya.
KAI mengimbau masyarakat segera memanfaatkan sisa kuota serta memastikan data sesuai identitas agar tiket dapat diterbitkan tanpa kendala.