Batu Bara

Kontrak Ekspor Batu Bara SGER Tembus Bangladesh Perkuat Posisi Energi Regional Asia

Kontrak Ekspor Batu Bara SGER Tembus Bangladesh Perkuat Posisi Energi Regional Asia
Kontrak Ekspor Batu Bara SGER Tembus Bangladesh Perkuat Posisi Energi Regional Asia

Keberhasilan PT Sumber Global Energy Tbk atau SGER menembus pasar Bangladesh menjadi sinyal kuat meningkatnya peran Indonesia dalam rantai pasok energi regional. 

Di tengah dinamika harga komoditas global, perseroan justru mengamankan kontrak ekspor batu bara bernilai besar yang memperluas jangkauan bisnisnya di Asia Selatan. Kesepakatan ini sekaligus memperlihatkan kepercayaan mitra internasional terhadap kemampuan SGER menjaga kualitas dan kontinuitas pasokan energi.

Kontrak ekspor tersebut bernilai US$ 71,5 juta atau setara sekitar Rp 1,2 triliun dengan volume pengiriman mencapai 1 juta metrik ton batu bara. Pengiriman akan dilakukan dalam periode enam bulan dan diperuntukkan bagi sektor ketenagalistrikan Bangladesh. Capaian ini menambah daftar negara tujuan ekspor SGER yang selama ini telah tersebar di berbagai kawasan Asia.

Melalui kontrak ini, SGER menegaskan posisinya sebagai pemasok energi yang semakin diperhitungkan. Perseroan tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga memperkuat reputasi sebagai mitra strategis bagi proyek pembangkit listrik berskala besar di luar negeri.

Peran Strategis Batu Bara untuk Bangladesh

Batu bara yang diekspor SGER akan digunakan oleh RPCL-NORINCO International Power Limited atau RNPL. Perusahaan ini merupakan entitas patungan antara Rural Power Company Limited milik negara Bangladesh dan NORINCO International Cooperation Limited dari China. RNPL mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Patuakhali berkapasitas 1.320 MW.

PLTU Patuakhali memiliki peran penting sebagai pembangkit baseload strategis dalam sistem kelistrikan nasional Bangladesh. Keandalan pasokan batu bara menjadi faktor krusial untuk menjaga stabilitas listrik di negara tersebut. Dengan masuknya SGER sebagai pemasok, RNPL memperoleh dukungan pasokan yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan operasional pembangkit secara berkelanjutan.

Keterlibatan SGER dalam proyek ini juga mencerminkan kontribusi langsung Indonesia terhadap ketahanan energi negara mitra. Batu bara Indonesia kembali menjadi pilihan utama karena kualitas dan kemampuan suplai yang konsisten.

Penegasan Manajemen atas Kontrak Ekspor

Direktur Utama SGER, Welly Thomas, menyampaikan bahwa kontrak ekspor ini menjadi pencapaian penting bagi perseroan. Ia menilai kesepakatan dengan RNPL menunjukkan semakin luasnya ekspansi SGER dalam mendukung proyek ketenagalistrikan berskala besar di kawasan Asia.

“Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Sumber Global Energy, mencerminkan semakin luasnya ekspansi kami dalam mendukung proyek ketenagalistrikan berskala besar sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan energi Bangladesh,” ujar Welly dalam keterangan tertulis, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas batu bara serta ketepatan waktu pengiriman. Hal ini menjadi faktor utama yang mendorong kepercayaan mitra internasional terhadap SGER.

Penghargaan dari Mitra dan Dampak Finansial

Sebagai bentuk apresiasi, RNPL memberikan penghargaan kepada SGER atas penunjukan perseroan sebagai pemasok batu bara untuk proyek PLTU Patuakhali. Penghargaan ini dinilai sebagai pengakuan atas kredibilitas SGER dalam memenuhi standar pasokan yang ditetapkan.

Manajemen SGER memandang penghargaan tersebut sebagai cerminan konsistensi perusahaan dalam menjaga mutu produk dan keandalan distribusi. Kepercayaan ini diharapkan membuka peluang kerja sama lanjutan dengan mitra yang sama maupun mitra baru di kawasan lain.

Dari sisi keuangan, Welly menyebut kontrak ekspor ke Bangladesh diperkirakan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan SGER pada tahun berjalan. Nilai kontrak yang besar diharapkan mampu memperkuat arus kas dan kinerja keuangan perseroan.

Peluang Ekspansi Pasar Batu Bara Asia

Welly juga menegaskan bahwa peluang ekspansi SGER masih sangat terbuka. Permintaan batu bara di berbagai negara Asia dinilai tetap tinggi, terutama untuk mendukung pembangkit listrik yang masih menjadi tulang punggung pasokan energi.

“Ke depan tidak menutup kemungkinan SGER akan merambah pasar lain,” kata Welly. Pernyataan ini menunjukkan optimisme manajemen terhadap prospek bisnis batu bara di tengah tantangan transisi energi global.

Selama ini, SGER telah aktif memasok batu bara ke sejumlah negara seperti China, India, Malaysia, Laos, Filipina, dan Vietnam. Keberhasilan di Bangladesh semakin melengkapi portofolio pasar ekspor perseroan di kawasan Asia.

Diversifikasi Pendapatan SGER

Selain bisnis batu bara, SGER juga melakukan diversifikasi usaha untuk menjaga stabilitas pendapatan. Berdasarkan laporan keuangan per September 2025, perseroan mencatat pendapatan Rp 695,14 miliar dari penjualan nikel.

Selain itu, penjualan produk kelapa sawit menyumbang pendapatan Rp 469,76 miliar. SGER juga memperoleh pendapatan Rp 7,47 miliar dari penjualan kokas minyak bumi. Diversifikasi ini menunjukkan upaya perseroan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas.

Dengan kombinasi ekspansi pasar ekspor dan diversifikasi bisnis, SGER optimistis dapat menjaga pertumbuhan kinerja di tengah dinamika industri energi global. Kontrak ekspor ke Bangladesh menjadi bukti strategi tersebut mulai membuahkan hasil dan memperkuat posisi SGER sebagai pemain energi regional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index