AHY

AHY Tekankan Kualitas Infrastruktur Tol Palembang Betung Dan Jembatan Musi V

AHY Tekankan Kualitas Infrastruktur Tol Palembang Betung Dan Jembatan Musi V
AHY Tekankan Kualitas Infrastruktur Tol Palembang Betung Dan Jembatan Musi V

JAKARTA - Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono ke Sumatera Selatan menjadi penegasan komitmen pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional. 

Dalam agenda tersebut, AHY secara langsung meninjau progres Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 serta Jembatan Musi V yang menjadi simpul penting konektivitas wilayah. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, baik dari sisi waktu, kualitas konstruksi, maupun kesiapan operasionalnya bagi masyarakat.

AHY menilai pembangunan infrastruktur tidak hanya soal kecepatan penyelesaian, tetapi juga menyangkut daya tahan dan manfaat jangka panjang. Oleh karena itu, ia menekankan agar seluruh pihak yang terlibat menjaga standar kualitas, sekaligus mendorong percepatan penyelesaian agar manfaat proyek bisa segera dirasakan masyarakat luas.

Progres Fisik Hampir Rampung

Dalam peninjauan tersebut, AHY menerima laporan terkait perkembangan terkini proyek. Hingga saat ini, progres konstruksi Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 telah mencapai 89,91 persen. Sementara itu, pembebasan lahan juga menunjukkan kemajuan signifikan dengan capaian 93,85 persen. Angka ini menandakan proyek sudah berada pada tahap akhir penyelesaian.

Adapun pembangunan Jembatan Musi V bahkan telah mencapai progres 96 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa secara fisik, infrastruktur utama yang menopang konektivitas kawasan ini hampir sepenuhnya selesai. Pemerintah berharap sisa pekerjaan dapat dirampungkan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas konstruksi.

AHY menegaskan bahwa setiap tahapan akhir harus tetap diawasi secara ketat. Menurutnya, fase penyelesaian justru menjadi krusial karena menentukan kesiapan infrastruktur saat mulai dioperasikan.

Kualitas Jembatan Jadi Perhatian Utama

Salah satu fokus utama AHY dalam kunjungan tersebut adalah kualitas struktur Jembatan Musi V. Jembatan ini memiliki peran vital karena menjadi penghubung dua sisi ruas tol yang sebelumnya terpisah oleh Sungai Musi. Dengan fungsi strategis tersebut, kekuatan dan keandalan konstruksi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Pastikan Jembatan Musi V benar-benar kuat dan andal untuk menyangga mobilitas manusia, barang, dan jasa menuju masyarakat yang semakin maju dan sejahtera. Lanjutkan dan tuntaskan,” ujar AHY, Rabu.

Ia menekankan bahwa jembatan ini harus mampu melayani arus lalu lintas dalam jangka panjang, termasuk beban kendaraan berat. Oleh karena itu, pengujian teknis dan pengawasan mutu harus dilakukan secara menyeluruh sebelum jembatan difungsikan.

Dorongan Percepatan Jalan Tol

Selain kualitas, AHY juga mendorong percepatan penyelesaian Jalan Tol Palembang–Betung. Ruas tol ini merupakan bagian penting dari Jalan Tol Trans Sumatera yang diharapkan mampu mengurai kemacetan serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran tol dinilai akan memperlancar mobilitas barang dan jasa antarwilayah.

“Lanjutkan dan tuntaskan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (Palembang–Betung) untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Terima kasih atas kerja kerasnya,” kata AHY.

Ia menilai bahwa percepatan pembangunan harus dibarengi dengan perencanaan operasional yang matang. Dengan demikian, tol dapat segera dimanfaatkan secara optimal, terutama pada periode dengan volume lalu lintas tinggi.

Pembebasan Lahan Tetap Sesuai Aturan

Dalam kesempatan tersebut, AHY juga menyoroti pentingnya percepatan pembebasan lahan. Ia menyampaikan dukungan agar proses tersebut dapat diselesaikan secepat mungkin, namun tetap mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Pendekatan yang adil dan transparan kepada masyarakat terdampak pembebasan lahan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik. Pemerintah berharap seluruh tahapan bisa diselesaikan dengan baik sehingga tidak menghambat penyelesaian proyek secara keseluruhan.

AHY menegaskan bahwa percepatan pembebasan lahan harus dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan kepastian hukum bagi semua pihak.

Kesiapan Operasional Lebaran 2026

Executive Vice President Sekretaris Hutama Karya Mardiansyah menyampaikan bahwa kehadiran AHY di lapangan menjadi dorongan moral bagi seluruh tim proyek. Menurutnya, arahan langsung dari pemerintah pusat memperkuat komitmen untuk menjaga kualitas sekaligus mempercepat penyelesaian pekerjaan.

“Kehadiran Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di lapangan menjadi dorongan bagi kami untuk terus menjaga kualitas konstruksi, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta memastikan kesiapan layanan operasional agar manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Mardiansyah.

AHY juga menyampaikan bahwa ruas Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1 dan 2 diproyeksikan dapat difungsionalkan secara terbatas pada periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Namun, pengoperasian tersebut tetap harus mengedepankan aspek keselamatan, kelayakan teknis, serta kesiapan operasional secara menyeluruh.

Peran Strategis Jembatan Musi V

Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter dan berfungsi sebagai penghubung utama kawasan Gandus di Palembang dengan wilayah Banyuasin. Keberadaan jembatan ini menjadi elemen kunci yang memungkinkan konektivitas tol berlangsung lebih utuh dan berkesinambungan.

Dengan tersambungnya dua sisi Sungai Musi, arus lalu lintas di kawasan tersebut diharapkan menjadi lebih lancar. Jembatan ini tidak hanya mendukung mobilitas lokal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam jaringan logistik regional.

Tol Palembang–Betung sendiri merupakan bagian dari koridor utama Jalan Tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Palembang dengan Betung dan selanjutnya terintegrasi menuju Jambi. Integrasi ini diharapkan memperkuat konektivitas antarprovinsi di Pulau Sumatera.

Dampak Ekonomi Dan Konektivitas Wilayah

Dengan beroperasinya tol dan Jembatan Musi V, waktu tempuh perjalanan Palembang–Betung yang sebelumnya mencapai 3 hingga 4 jam diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 1 jam. Efisiensi waktu ini dinilai akan memberikan dampak besar bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Selain mengurangi kemacetan dan bottleneck, proyek ini juga diharapkan menurunkan biaya distribusi logistik. Hal tersebut akan meningkatkan daya saing wilayah Sumatera Selatan serta memperkuat perannya dalam jaringan ekonomi nasional.

AHY menutup kunjungan kerjanya dengan menegaskan bahwa proyek ini mencerminkan sinergi pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga terkait. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan pembangunan infrastruktur strategis nasional berjalan tepat waktu, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index