JAKARTA - Harapan Persib Bandung untuk melangkah jauh di Liga Champions Asia 2 musim 2025/2026 mendapat ujian berat.
Bertandang ke markas Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar, Pangeran Biru harus pulang dengan kekalahan telak. Hasil ini membuat peluang menuju delapan besar semakin menipis.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Ratchaburi Provincial Stadium, Rabu malam WIB, Persib takluk dengan skor 0-3. Tekanan tuan rumah sejak menit awal membuat juara Indonesia kesulitan mengembangkan permainan. Situasi ini menjadi alarm serius menjelang leg kedua di Bandung.
Kekalahan tersebut bukan hanya soal selisih gol, tetapi juga memperlihatkan celah koordinasi di lini belakang. Meski sempat menciptakan sejumlah peluang, efektivitas menjadi pembeda utama. Ratchaburi tampil lebih klinis dalam memanfaatkan kesempatan yang ada.
Gol Cepat Dan Dominasi Tuan Rumah
Persib langsung dikejutkan gol cepat saat laga baru berjalan lima menit. Pedro Placeres ‘Tana’ berhasil memanfaatkan kelengahan lini pertahanan tim tamu untuk membuka keunggulan Ratchaburi. Gol awal itu membuat tekanan terhadap skuad asuhan Bojan Hodak semakin besar.
Setelah tertinggal, Persib mencoba merespons melalui peningkatan intensitas serangan. Federico Barba dan rekan-rekan berupaya menjaga organisasi permainan agar tidak kembali kebobolan. Namun koordinasi yang kurang rapi membuat ancaman tuan rumah terus bermunculan.
Memasuki babak kedua, situasi belum juga membaik bagi Pangeran Biru. Gabriel Kupa memperbesar keunggulan Ratchaburi pada menit ke-53 setelah kembali memanfaatkan celah di lini pertahanan. Gol tersebut semakin menyulitkan langkah Persib untuk bangkit.
Walau secara statistik melepas lebih banyak tembakan, Persib kalah dalam penguasaan bola. Dominasi permainan Ratchaburi membuat tempo laga lebih sering dikendalikan tuan rumah. Upaya untuk memperkecil ketertinggalan belum membuahkan hasil.
Upaya Persib Yang Belum Berbuah Hasil
Masuknya striker anyar Sergio Castel diharapkan mampu memberi warna baru pada lini serang. Namun perubahan tersebut belum cukup efektif untuk membongkar pertahanan disiplin Ratchaburi. Serangan-serangan Persib kerap mentok sebelum memasuki kotak penalti berbahaya.
Kiper Teja Paku Alam justru menjadi salah satu pemain paling sibuk dalam laga ini. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting yang mencegah skor menjadi lebih besar. Tanpa aksi gemilangnya, Persib berpotensi menelan kekalahan dengan margin lebih telak.
Di penghujung pertandingan, Ratchaburi kembali mempertegas dominasi. Tana mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kali lewat gol pada menit ke-84. Gol tersebut menutup laga dengan skor 3-0 sekaligus menempatkan Persib dalam situasi sulit.
Kekalahan ini menjadi evaluasi besar bagi tim pelatih. Konsentrasi yang kurang pada awal babak pertama dan kedua terbukti berakibat fatal. Detail kecil dalam pertandingan level Asia sering kali menentukan hasil akhir.
Tantangan Berat Di Gelora Bandung Lautan Api
Hasil 0-3 membuat Persib berada dalam posisi tertekan jelang leg kedua. Pertandingan berikutnya dijadwalkan berlangsung di Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (18/2/2026). Dukungan penuh Bobotoh tentu diharapkan menjadi energi tambahan.
Untuk memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu, Persib setidaknya harus menang dengan selisih tiga gol. Misi tersebut bukan perkara mudah mengingat solidnya permainan Ratchaburi pada leg pertama. Efektivitas dan konsistensi menjadi kunci utama.
Persib memiliki waktu sepekan untuk membenahi kekurangan. Penundaan laga BRI Super League melawan Borneo FC yang sedianya digelar Senin (16/2/2026) memberi kesempatan fokus penuh pada persiapan. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Perbaikan lini pertahanan dan peningkatan kreativitas serangan menjadi pekerjaan rumah utama. Pelatih Bojan Hodak dituntut meramu strategi yang mampu menekan sejak awal tanpa kehilangan keseimbangan. Kesalahan kecil tak boleh terulang.
Susunan Pemain Kedua Tim
Pada laga leg pertama, Ratchaburi FC menurunkan Kampon Phatomakkakul di bawah mistar. Lini belakang diisi Jonathan Khemdee, Daniel Ting, Sidcley Pereira, serta Pedro Placeres ‘Tana’. Di sektor tengah tampil Gleyson Oliveira, Jakkaphan Kaewprom, dan Guilherme Pinto.
Barisan depan mereka diperkuat Jesse Curran, Thossawat Limwannasathian, serta Denilson Jr. Kombinasi ini terbukti efektif dalam memanfaatkan peluang dan menjaga keseimbangan permainan. Soliditas antarlini menjadi kekuatan utama tuan rumah.
Sementara itu, Persib Bandung mengandalkan Teja Paku Alam sebagai penjaga gawang. Patricio Matricardi, Federico Barba, Frans Putros, dan Alfeandra Dewangga mengisi lini pertahanan. Eliano Reijnders, Thom Haye, serta Luciano Guaycochea mengawal lini tengah.
Di lini depan, Andrew Jung, Berguinho, dan Uilliam Barros menjadi tumpuan serangan. Meski memiliki materi pemain berkualitas, efektivitas belum berpihak pada Persib di leg pertama. Leg kedua akan menjadi penentu apakah asa kebangkitan masih terbuka atau harus terhenti di fase ini.