JAKARTA - Pandu Sjahrir memberikan bocoran penting mengenai kriteria pemilihan saham yang akan masuk ke dalam portofolio investasi Badan Pengelola Investasi Danantara.
Sebagai lembaga pengelola aset negara yang baru, Danantara memiliki visi strategis untuk memperkuat struktur modal perusahaan-perusahaan nasional melalui penempatan dana yang terukur.
Kehadiran kriteria ini menjadi pedoman bagi para pelaku pasar modal dalam memprediksi arah aliran modal besar yang akan digelontorkan oleh pemerintah.
Transparansi mengenai standar pemilihan aset ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap tata kelola lembaga pengelola investasi tersebut.
Fokus Utama Pada Perusahaan Dengan Fundamental Kuat Serta Rekam Jejak Dividen
Salah satu kriteria utama yang ditekankan adalah kesehatan fundamental perusahaan yang mencakup rasio profitabilitas serta arus kas yang sangat stabil sekali.
Danantara cenderung memilih emiten yang telah membuktikan kemampuannya dalam memberikan imbal hasil berupa dividen secara konsisten kepada para pemegang sahamnya.
Kriteria ini bertujuan untuk memastikan bahwa investasi yang dilakukan oleh negara dapat memberikan nilai tambah serta pendapatan berkelanjutan bagi kas negara.
Perusahaan yang memiliki manajemen risiko yang baik serta tata kelola perusahaan yang transparan akan menjadi prioritas utama dalam daftar belanja lembaga ini.
Pemilihan Sektor Strategis Yang Memiliki Dampak Pengganda Terhadap Ekonomi Nasional
Selain aspek finansial, Danantara juga melirik perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor strategis seperti energi, infrastruktur, dan teknologi digital.
Sektor-sektor ini dinilai memiliki multiplier effect atau dampak pengganda yang sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Investasi pada sektor ini tidak hanya mengejar keuntungan semata, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat kedaulatan serta kemandirian ekonomi bangsa di masa depan.
Sinergi antara modal negara dan potensi industri lokal diharapkan mampu mengakselerasi proses hilirisasi serta digitalisasi ekonomi yang sedang digalakkan pemerintah.
Kriteria Keberlanjutan Serta Penerapan Prinsip Lingkungan, Sosial, Dan Tata Kelola
Pandu Sjahrir juga menyebutkan bahwa penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) menjadi syarat yang tidak dapat ditawar lagi dalam pemilihan saham.
Danantara akan lebih memprioritaskan perusahaan yang memiliki komitmen nyata terhadap perlindungan lingkungan hidup serta pemberdayaan sosial masyarakat sekitar.
Perusahaan dengan standar tata kelola yang tinggi diyakini akan lebih tahan terhadap berbagai guncangan krisis serta memiliki keberlanjutan bisnis jangka panjang yang sangat baik.
Langkah ini sejalan dengan tren investasi global yang kini semakin selektif dalam memilih aset berdasarkan tanggung jawab moral dan lingkungan dari sebuah korporasi.
Stabilitas Likuiditas Saham Di Bursa Sebagai Pertimbangan Teknis Penempatan Dana
Dari sisi teknis pasar modal, tingkat likuiditas saham di bursa efek menjadi pertimbangan penting agar proses masuk dan keluarnya dana investasi dapat berjalan lancar.
Danantara akan menghindari saham-saham yang memiliki volume transaksi harian yang sangat rendah guna meminimalisir risiko volatilitas harga yang tidak wajar.
Saham yang masuk dalam kategori indeks likuid seperti LQ45 kemungkinan besar akan menjadi target utama karena dianggap mencerminkan performa pasar secara keseluruhan.
Kepastian mengenai likuiditas ini sangat krusial dilakukan untuk menjaga fleksibilitas pengelolaan aset negara agar tetap akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Informasi mengenai bocoran kriteria investasi ini disampaikan pada Kamis 29 Januari 2026 sebagai bagian dari sosialisasi peran Danantara bagi pasar modal Indonesia.
Para pelaku pasar kini mulai melakukan pemetaan terhadap emiten-emiten yang memenuhi standar tersebut guna mengambil posisi investasi yang selaras dengan langkah pemerintah.
Kehadiran Danantara diharapkan mampu menjadi jangkar stabilitas bagi bursa saham tanah air di tengah dinamika ekonomi global yang serba cepat dan tidak menentu.
Data terkini pada Jumat 30 Januari 2026 menunjukkan antusiasme yang tinggi dari kalangan analis terhadap potensi penguatan harga saham-saham yang masuk dalam radar kriteria tersebut.