PLN

PLN Perkuat Pemeliharaan Jaringan Listrik Antisipasi Cuaca Ekstrem Kutai Barat Tahun 2026

PLN Perkuat Pemeliharaan Jaringan Listrik Antisipasi Cuaca Ekstrem Kutai Barat Tahun 2026
PLN Perkuat Pemeliharaan Jaringan Listrik Antisipasi Cuaca Ekstrem Kutai Barat Tahun 2026

JAKARTA - Cuaca ekstrem yang kerap melanda Kabupaten Kutai Barat menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan pasokan listrik. Kondisi hujan lebat, angin kencang, hingga potensi pohon tumbang berisiko mengganggu jaringan distribusi. 

Menyadari hal tersebut, PLN mengambil langkah antisipatif agar layanan kelistrikan tetap andal bagi masyarakat.

PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Melak secara konsisten menjalankan strategi pencegahan untuk menekan potensi gangguan. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada perbaikan ketika gangguan terjadi, tetapi juga pada penguatan sistem dan pemeliharaan jaringan sejak dini. Dengan pendekatan preventif, PLN berharap dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.

Langkah preventif hadapi tantangan cuaca

Manager PLN ULP Melak, Agung Putra Raharjo, menjelaskan bahwa penguatan jaringan dilakukan melalui berbagai metode teknis. Salah satu langkah utama adalah pemasangan sistem proteksi berlapis pada jaringan distribusi. Sistem ini dirancang agar gangguan yang muncul tidak meluas ke wilayah lain.

“Proteksi itu sudah dipasang bertahap di beberapa titik. Tapi kalau arus gangguan cukup besar, sistem tetap akan bekerja dan menyebabkan pemutusan sementara,” ujar Agung, Rabu 28 Januari 2026. Menurutnya, mekanisme tersebut justru penting untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari kerusakan yang lebih parah.

Dengan sistem proteksi yang tepat, risiko gangguan berskala besar dapat ditekan. Meski demikian, PLN tetap mengakui bahwa kondisi alam tertentu terkadang berada di luar kendali, terutama ketika cuaca ekstrem berlangsung dalam durasi lama.

Vegetasi dan kondisi alam jadi perhatian

Selain faktor teknis, PLN juga memperhatikan kondisi lingkungan sekitar jaringan listrik. Agung menjelaskan bahwa jarak aman antara jaringan listrik dan vegetasi sebenarnya telah disesuaikan dengan standar yang berlaku. Namun, tantangan muncul ketika tinggi pohon melebihi perkiraan atau disertai angin kencang.

“Secara jarak aman sebenarnya sudah sesuai. Tapi kalau pohonnya tinggi dan ditambah angin besar, itu yang menjadi tantangan,” katanya. Situasi tersebut dapat memicu sentuhan antara dahan pohon dan jaringan listrik, yang berpotensi menimbulkan gangguan.

Oleh karena itu, pemantauan vegetasi menjadi bagian penting dari strategi pemeliharaan. PLN berupaya memastikan jalur jaringan tetap aman, terutama di wilayah rawan yang sering terdampak cuaca ekstrem.

Pelayanan siaga dan pemeliharaan rutin

Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN ULP Melak juga menerapkan pelayanan selama 24 jam. Tim siaga disiapkan agar dapat merespons cepat setiap laporan gangguan dari masyarakat. Selain itu, pemeliharaan rutin dan terjadwal terus dilakukan di sejumlah wilayah Kutai Barat.

“Kami punya tim yang siaga dan hampir setiap hari melakukan kegiatan preventif di lapangan,” ujar Agung. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan jaringan, perbaikan komponen yang berpotensi bermasalah, hingga pembersihan area sekitar jaringan.

Dengan pemeliharaan berkelanjutan, PLN berharap potensi gangguan dapat terdeteksi lebih awal. Langkah ini juga bertujuan mengurangi durasi pemadaman apabila gangguan tidak dapat dihindari.

Peran masyarakat dalam menjaga jaringan

PLN menyadari bahwa upaya menjaga keandalan listrik tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting, terutama terkait pemangkasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan listrik. Oleh karena itu, PLN mengajak warga untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan.

“Kami sangat berharap masyarakat bersedia mengizinkan pemangkasan pohon demi menjaga kontinuitas listrik,” ucap Agung. Ia menegaskan bahwa pemangkasan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan lingkungan.

Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses pemeliharaan jaringan. Dengan dukungan masyarakat, PLN dapat lebih leluasa melakukan tindakan preventif tanpa harus menunggu terjadinya gangguan.

Komitmen tingkatkan keandalan layanan

Agung menegaskan bahwa pemadaman bukanlah kondisi yang diinginkan oleh PLN. Setiap gangguan justru menuntut kerja ekstra karena petugas harus turun langsung ke lapangan, sering kali dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Hal tersebut menjadi motivasi bagi PLN untuk terus meningkatkan kualitas sistem.

Ke depan, PLN ULP Melak menargetkan peningkatan pelayanan kelistrikan di Kutai Barat sepanjang 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan teknis yang berkelanjutan serta komunikasi yang lebih intens dengan masyarakat.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh kerja sama semua pihak agar pelayanan listrik bisa semakin andal,” kata Agung. Dengan sinergi antara PLN dan masyarakat, diharapkan pasokan listrik di Kutai Barat tetap terjaga meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index