religi

Panduan Lengkap Pelaksanaan Tradisi Ziarah Kubro Palembang 2026 Dan Sejarahnya

Panduan Lengkap Pelaksanaan Tradisi Ziarah Kubro Palembang 2026 Dan Sejarahnya
Panduan Lengkap Pelaksanaan Tradisi Ziarah Kubro Palembang 2026 Dan Sejarahnya

JAKARTA - Kota Palembang kembali bersiap menggelar salah satu tradisi keagamaan terbesar dan paling ikonik di wilayah Sumatera Selatan, yakni perhelatan Ziarah Kubro. 

Kegiatan tahunan yang dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah ini merupakan momen sakral yang dilakukan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan bagi masyarakat setempat. Pemerintah kota bersama panitia penyelenggara telah merumuskan berbagai persiapan matang guna memastikan seluruh rangkaian acara berjalan dengan khidmat, tertib, dan tetap menjaga nilai-nilai tradisi luhur.

Tradisi yang telah berlangsung selama turun-temurun ini bukan sekadar aktivitas wisata religi biasa, melainkan bentuk penghormatan mendalam kepada para ulama dan leluhur. Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, antusiasme warga mulai terlihat seiring dengan dirilisnya informasi mengenai rincian agenda dan rute yang akan dilalui oleh rombongan peziarah. Selain menjadi sarana spiritual untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, Ziarah Kubro juga berfungsi sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menjaga identitas budaya lokal yang sangat kuat.

Sejarah Panjang Dan Makna Spiritual Ziarah Kubro

Akar sejarah Ziarah Kubro di Bumi Sriwijaya ini tidak dapat dipisahkan dari peran besar para keturunan Rasulullah SAW dan ulama penyebar agama Islam. Tradisi ini awalnya dipelopori oleh para pemuka agama sebagai bentuk doa bersama untuk mengenang jasa-jasa para wali Allah yang telah berjasa dalam syiar agama. Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini berkembang menjadi sebuah gerakan massa yang sangat besar dan menjadi agenda tetap dalam kalender keagamaan resmi di wilayah Palembang.

Makna filosofis dari "Kubro" yang berarti besar mencerminkan skala kegiatan yang melibatkan ribuan orang dalam satu kesatuan barisan yang panjang dan teratur. Pada Kamis, 29 Januari 2026 ini, ditekankan bahwa inti dari kegiatan ini adalah untuk mengambil pelajaran dari kehidupan para tokoh yang diziarahi. Peziarah diingatkan untuk meneladani kesabaran, keikhlasan, serta semangat perjuangan para pendahulu dalam membangun peradaban yang harmonis dan religius di tengah masyarakat yang sangat majemuk selama berabad-abad.

Jadwal Dan Rangkaian Acara Utama Tahun 2026

Rangkaian kegiatan Ziarah Kubro biasanya berlangsung selama beberapa hari dengan puncak acara yang dipusatkan pada hari terakhir sebelum memasuki bulan puasa. Agenda dimulai dengan kunjungan ke beberapa pemakaman keramat seperti Pemakaman Gubah Al-Habib Pangeran Syarif Ali serta dilanjutkan ke wilayah Kambang Koci di daerah Boom Baru. Setiap titik pemberhentian akan diisi dengan pembacaan doa, zikir bersama, serta tausiyah keagamaan yang dipimpin oleh para habaib dan ulama terkemuka dari berbagai daerah.

Panitia juga telah mengatur pembagian waktu ziarah secara sistematis guna menghindari penumpukan massa di satu lokasi yang dapat mengganggu kenyamanan publik di lapangan. Pada Kamis, 29 Januari 2026, jadwal keberangkatan rombongan dari titik kumpul utama biasanya dimulai sejak pagi hari setelah pelaksanaan ibadah shalat Subuh berjamaah di masjid-masjid terdekat. Para peserta diimbau untuk mengenakan pakaian yang sopan, serba putih, serta membawa peralatan ibadah pribadi guna menjaga kesucian dan kebersihan selama prosesi berjalan.

Rute Perjalanan Dan Rekayasa Lalu Lintas Kota

Mengingat jumlah peserta yang mencapai ribuan orang, pihak Kepolisian bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas di sejumlah jalan protokol. Rute utama Ziarah Kubro akan melintasi beberapa kawasan bersejarah di Palembang, mulai dari perkampungan Arab di kawasan Seberang Ulu hingga menuju kawasan makam para raja di Seberang Ilir. Beberapa ruas jalan akan ditutup sementara atau dialihkan guna memberikan ruang bagi barisan jemaah yang berjalan kaki dengan penuh ketertiban dan disiplin.

Masyarakat yang berencana melintasi jalur-jalur utama pada Kamis, 29 Januari 2026 ini sangat disarankan untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan yang tidak terhindarkan. Pihak penyelenggara juga telah berkoordinasi dengan petugas keamanan untuk menempatkan personel di setiap titik persimpangan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas masyarakat umum. Kerjasama yang baik antara peserta ziarah dan pengguna jalan lainnya menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kota selama tradisi tahunan ini berlangsung.

Dampak Ekonomi Dan Wisata Religi Bagi Daerah

Perhelatan Ziarah Kubro tidak hanya membawa dampak positif dari sisi spiritual, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang nyata bagi sektor usaha mikro. Kedatangan ribuan jemaah dari luar kota dan luar negeri meningkatkan tingkat keterisian hotel, penginapan, serta permintaan kuliner khas Palembang seperti pempek dan kerupuk kemplang. Para pedagang kecil di sekitar lokasi pemakaman juga merasakan peningkatan pendapatan yang cukup drastis berkat ramainya pengunjung yang datang silih berganti setiap harinya.

Keberhasilan dalam menyelenggarakan acara berskala besar ini semakin mengukuhkan posisi Palembang sebagai salah satu destinasi wisata religi unggulan di Indonesia bagi para wisatawan. Pada Kamis, 29 Januari 2026, pemerintah daerah berharap agar tradisi ini dapat terus dilestarikan dan dikemas dengan lebih profesional tanpa menghilangkan nilai-nilai keasliannya. Dengan pengelolaan yang baik, Ziarah Kubro diharapkan dapat terus menjadi daya tarik global yang mampu memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Islam Nusantara kepada dunia internasional di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index