Xiaomi

Pendiri Xiomi Lei Jun Tegaskan Identitas Diri Dan Tolak Julukan Steve Jobs Dari China

Pendiri Xiomi Lei Jun Tegaskan Identitas Diri Dan Tolak Julukan Steve Jobs Dari China
Pendiri Xiomi Lei Jun Tegaskan Identitas Diri Dan Tolak Julukan Steve Jobs Dari China

JAKARTA - Pendiri sekaligus pemimpin tertinggi perusahaan teknologi raksasa asal Tiongkok, Xiaomi, Lei Jun, baru-baru ini memberikan pernyataan tegas terkait label yang selama ini melekat pada dirinya. 

Dalam sebuah kesempatan berbicara di hadapan publik, Lei Jun meminta kepada para pengamat industri dan masyarakat luas untuk berhenti menyebut dirinya sebagai "Steve Jobs dari China". Meskipun julukan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan atas kesuksesannya, Lei Jun merasa bahwa identitas pribadinya dan visi Xiaomi memiliki jalur yang sangat berbeda.

Pernyataan ini muncul di tengah posisi Xiaomi yang semakin kuat dalam peta persaingan teknologi global, terutama dengan ekspansinya ke sektor kendaraan listrik dan ekosistem cerdas yang lebih luas. Pada Kamis, 29 Januari 2026, Lei Jun menekankan bahwa setiap pemimpin perusahaan memiliki filosofi dan cara kerja yang unik dalam membangun nilai bagi para konsumennya. Ia ingin publik melihat pencapaian Xiaomi sebagai hasil dari inovasi mandiri dan model bisnis orisinal yang telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade terakhir.

Filosofi Bisnis Yang Berbeda Dari Ekosistem Apple

Lei Jun menjelaskan bahwa sejak awal berdiri, Xiaomi mengusung misi untuk menyediakan teknologi berkualitas tinggi yang dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat dengan harga yang jujur. Hal ini dinilai sangat kontras dengan strategi Apple di bawah kepemimpinan mendiang Steve Jobs yang lebih mengedepankan eksklusivitas dan margin keuntungan yang tinggi melalui produk-produk premium. Menurut Lei Jun, keberhasilan Xiaomi terletak pada kedekatannya dengan komunitas pengguna atau yang dikenal sebagai Mi Fans, bukan pada pencitraan individu yang tertutup.

Keterbukaan terhadap masukan pengguna menjadi pembeda utama yang selalu dibanggakan oleh Lei Jun saat memimpin perusahaan yang berbasis di Beijing tersebut. Ia percaya bahwa membangun ekosistem perangkat keras dan lunak yang saling terhubung membutuhkan pendekatan yang lebih kolaboratif dan adaptif terhadap kebutuhan pasar yang dinamis. Pada Kamis, 29 Januari 2026, ia menegaskan bahwa meskipun ia sangat menghormati kontribusi besar Steve Jobs dalam dunia teknologi, meniru gaya kepemimpinan orang lain bukanlah cara yang tepat untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.

Upaya Menghapus Bayang-Bayang Label Peniru Di Masa Lalu

Penolakan Lei Jun terhadap julukan tersebut juga dianggap sebagai upaya strategis untuk menghapus stigma lama bahwa Xiaomi adalah perusahaan yang gemar meniru desain produk pesaing. Di masa-masa awal berdirinya, Xiaomi sering mendapat kritik karena beberapa elemen antarmuka dan presentasi produknya dinilai sangat mirip dengan gaya Apple. Namun, seiring berjalannya waktu, perusahaan ini telah membuktikan kemampuannya dalam menciptakan teknologi mutakhir seperti pengisian daya super cepat dan sistem operasional baru yang mandiri.

Lei Jun ingin memastikan bahwa dunia mengakui kekuatan riset dan pengembangan internal Xiaomi yang telah menghasilkan ribuan paten teknologi di tingkat internasional. Dengan melepaskan diri dari bayang-bayang Steve Jobs, ia berharap publik dapat lebih fokus pada terobosan teknologi yang dibawa oleh Xiaomi melalui jajaran ponsel pintar hingga otomotif listrik terbaru mereka. Fokus pada inovasi autentik ini menjadi pondasi bagi Xiaomi untuk terus bersaing di level tertinggi tanpa harus selalu dibandingkan dengan ikon teknologi dari negara lain.

Kepemimpinan Lei Jun Dalam Menghadapi Era Kecerdasan Buatan

Memasuki tahun 2026, Xiaomi di bawah komando Lei Jun tengah melakukan akselerasi besar-besaran dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam seluruh lini produk mereka. Lei Jun memandang AI sebagai pilar utama yang akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, mulai dari rumah pintar hingga kendaraan otonom. Visi "Human x Car x Home" yang ia usung menunjukkan ambisi besar Xiaomi untuk menjadi pemimpin dalam solusi gaya hidup digital yang menyeluruh bagi masyarakat global.

Kepemimpinan Lei Jun yang khas dengan pendekatan teknokratis dan komunikatif telah membawa Xiaomi melewati berbagai tantangan ekonomi global yang sulit. Ia secara rutin berinteraksi dengan para penggemar melalui media sosial untuk menjelaskan visi masa depan perusahaan secara langsung tanpa sekat protokoler yang kaku. Karakteristik kepemimpinan yang membumi ini menjadi salah satu alasan mengapa Xiaomi memiliki basis pendukung yang sangat loyal di berbagai negara, termasuk di pasar Indonesia yang sangat dinamis.

Membangun Warisan Teknologi Melalui Inovasi Mandiri

Lei Jun menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa ia lebih memilih untuk diingat sebagai sosok yang membantu mendemokrasikan teknologi bagi banyak orang daripada menjadi bayang-bayang tokoh lain. Ia percaya bahwa warisan yang sesungguhnya adalah ketika sebuah perusahaan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan sehari-hari penggunanya melalui produk yang andal. Konsistensi dalam menjaga kualitas dan transparansi harga tetap menjadi janji utama yang akan terus dipegang teguh oleh Lei Jun dalam memimpin Xiaomi ke depan.

Dengan penolakan terhadap julukan ikonik tersebut, Lei Jun secara tidak langsung mengundang dunia untuk mulai mengapresiasi keunikan identitas teknologi dari Tiongkok. Masa depan Xiaomi kini berada di tangan tim yang solid dengan semangat inovasi yang tidak lagi bergantung pada narasi perbandingan dengan kompetitor luar negeri. Lei Jun ingin menulis sejarahnya sendiri, sebuah sejarah di mana Xiaomi diakui sebagai pionir teknologi global yang memiliki jiwa dan kepribadiannya sendiri dalam melayani kebutuhan umat manusia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index