Xiaomi

Awas Bahaya Update HyperOS 3 Bisa Membuat Ponsel Xiaomi Menjadi Mati Total

Awas Bahaya Update HyperOS 3 Bisa Membuat Ponsel Xiaomi Menjadi Mati Total
Awas Bahaya Update HyperOS 3 Bisa Membuat Ponsel Xiaomi Menjadi Mati Total

JAKARTA - Para pemilik perangkat smartphone Xiaomi di Indonesia kini tengah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan sebelum melakukan pembaruan sistem operasi terbaru. Laporan terkini mengungkapkan adanya temuan serius mengenai kegagalan sistem atau "brick" yang dialami oleh sejumlah unit setelah melakukan instalasi HyperOS 3. Kondisi ini menyebabkan perangkat tidak dapat masuk ke dalam sistem utama dan tertahan di logo booting, sehingga ponsel sama sekali tidak bisa dioperasikan oleh penggunanya.

Masalah teknis yang cukup fatal ini dilaporkan mulai muncul secara masif pada hari Kamis, 29 Januari 2026, terutama pada seri-seri tertentu yang menerima paket pembaruan awal. Fenomena "nge-brick" ini tentu sangat merugikan karena bagi beberapa kasus berat, perangkat membutuhkan penanganan khusus melalui pusat perbaikan resmi untuk memulihkan fungsi normalnya. Xiaomi sendiri dikabarkan sedang melakukan investigasi mendalam guna mengidentifikasi penyebab utama dari gangguan distribusi perangkat lunak yang meresahkan para penggemarnya saat ini.

Daftar Seri Ponsel Yang Rentan Terkena Dampak Kegagalan

Berdasarkan laporan dari para pengguna di berbagai forum komunitas teknologi, kegagalan sistem ini paling banyak ditemukan pada perangkat Xiaomi seri menengah ke atas. Model yang teridentifikasi mengalami risiko tinggi di antaranya adalah beberapa varian dari keluarga Xiaomi 13 series serta model terbaru dari sub-brand Redmi dan Poco. Gangguan ini diduga dipicu oleh adanya ketidaksinkronan antara driver perangkat keras lama dengan kode pemrograman baru yang disematkan pada antarmuka HyperOS versi 3 tersebut.

Pihak teknisi menyarankan bagi para pemilik model tersebut untuk menunda proses pengunduhan pembaruan pada pagi Kamis, 29 Januari 2026 ini hingga ada pernyataan resmi lanjutan. Ketidakstabilan sistem pada fase awal peluncuran memang sering terjadi, namun kasus yang mengakibatkan perangkat mati total atau bootloop permanen seperti ini tergolong cukup ekstrem. Sangat disarankan untuk memantau kolom komentar pada aplikasi pembaruan sistem guna melihat testimoni dari pengguna lain yang memiliki tipe ponsel yang sama dengan milik Anda.

Penyebab Teknis Dan Gejala Awal Terjadinya Bootloop

Masalah "brick" pada HyperOS 3 ini diduga kuat berasal dari kegagalan proses penulisan ulang data pada partisi sistem saat tahap instalasi sedang berlangsung. Beberapa pengguna melaporkan bahwa ponsel mereka tiba-tiba menjadi sangat panas secara tidak wajar sesaat setelah proses pembaruan mencapai angka seratus persen di layar. Setelah itu, perangkat akan melakukan restart secara otomatis namun tidak pernah berhasil masuk ke tampilan menu utama, melainkan hanya berputar-putar pada logo startup secara terus-menerus.

Selain masalah suhu, kegagalan ini juga bisa disebabkan oleh sisa-sisa berkas sistem dari versi sebelumnya yang tidak terhapus secara sempurna selama proses transisi. HyperOS 3 membawa perubahan arsitektur yang cukup signifikan sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang benar-benar bersih agar seluruh fungsi dapat berjalan dengan optimal tanpa gangguan. Jika terjadi konflik antara perintah lama dan baru, sistem secara otomatis akan terkunci sebagai bentuk perlindungan keamanan internal yang justru berujung pada matinya fungsi perangkat secara keseluruhan.

Langkah Mitigasi Dan Penanganan Bagi Pengguna Terdampak

Bagi Anda yang terlanjur melakukan pembaruan dan mengalami kendala tersebut, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mencoba masuk ke dalam mode pemulihan atau recovery mode. Anda dapat mencoba menekan kombinasi tombol daya dan volume atas secara bersamaan selama beberapa detik hingga muncul menu sistem darurat di layar ponsel. Namun, perlu diingat bahwa melakukan pembersihan data atau factory reset melalui menu ini akan menghapus seluruh file pribadi yang tersimpan di dalam memori internal perangkat Anda.

Jika metode mandiri tersebut tetap tidak membuahkan hasil, sangat dilarang untuk mencoba melakukan flash ulang sistem secara ilegal menggunakan perangkat lunak pihak ketiga yang tidak resmi. Hal ini dikhawatirkan akan merusak garansi resmi perangkat dan berpotensi memperparah kerusakan pada komponen motherboard ponsel tersebut. Segeralah membawa perangkat ke Xiaomi Authorized Service Center terdekat pada Kamis, 29 Januari 2026 ini untuk mendapatkan bantuan teknis profesional yang dijamin keamanannya oleh pihak produsen.

Pentingnya Pencadangan Data Sebelum Melakukan Update Sistem

Kejadian ini menjadi pengingat yang sangat penting bagi seluruh pengguna ponsel pintar mengenai krusialnya melakukan pencadangan atau backup data secara rutin. Sebelum memutuskan untuk menekan tombol instal pada pembaruan sistem besar, pastikan seluruh foto, dokumen, dan kontak penting sudah tersimpan di layanan cloud atau memori eksternal. Risiko kehilangan data akibat kegagalan perangkat lunak selalu ada, terutama pada sistem operasi baru yang masih berada dalam tahap penyempurnaan fitur dan stabilitas sistem.

Diharapkan dalam waktu dekat Xiaomi akan segera merilis paket perbaikan atau patch darurat untuk menambal celah kerusakan yang ada pada HyperOS 3 ini. Pengguna juga dihimbau untuk selalu menggunakan koneksi Wi-Fi yang stabil saat melakukan pengunduhan berkas sistem guna mencegah terjadinya korupsi data akibat koneksi internet yang terputus. Tetap waspada terhadap setiap notifikasi pembaruan dan jangan terburu-buru untuk menjadi yang pertama mencoba fitur baru jika kestabilan perangkat menjadi taruhannya bagi produktivitas harian Anda.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index