Sayu Bella

Target Sayu Bella: Tembus Asian Games dan Olimpiade dengan Prestasi Gemilang

Target Sayu Bella: Tembus Asian Games dan Olimpiade dengan Prestasi Gemilang
Target Sayu Bella: Tembus Asian Games dan Olimpiade dengan Prestasi Gemilang

JAKARTA - Atlet sepeda gunung Indonesia, Sayu Bella Sukma Dewi, memulai tahun 2026 dengan kemenangan gemilang. 

Ia meraih medali emas pada Thailand Mountain Bike Cup Cross-Country Olympic (XCO) di kelas Women Elite. Catatan waktunya 1 jam 6 menit 49,706 detik, unggul atas Yui Ishida dari Jepang yang menorehkan 1 jam 10 menit 08,813 detik.

Kemenangan ini menegaskan dominasi Sayu sebagai atlet elite setelah meraih emas SEA Games 2023. Hasil positif ini menjadi awal yang ideal untuk persiapan menghadapi kompetisi internasional. Sayu pun menargetkan performa maksimal di setiap balapan yang akan dijalani sepanjang tahun.

Ia mengaku motivasinya bukan hanya meraih kemenangan semata. Sayu ingin meningkatkan ketenangan dan kesabaran agar bisa mengelola strategi balapan dengan lebih baik. Target jangka panjangnya adalah tampil di Asian Games 2026 Aichi–Nagoya dan Olimpiade 2028 Los Angeles.

Tantangan Lintasan dan Persaingan Ketat

Thailand Mountain Bike Cup XCO merupakan ajang berperingkat Union Cycliste Internationale (UCI) dengan klasifikasi C1 atau Continental Series. Kejuaraan ini menjadi jalur penting untuk mengumpulkan poin peringkat dunia bagi para atlet. 

Poin ini sangat menentukan peluang tampil di ajang internasional besar, termasuk kualifikasi Olimpiade.

Pada edisi kali ini, Sayu turun di kelas Women Elite, berbeda dari sebelumnya yang juga berlaga di kategori Under-23. Persaingan semakin ketat karena ia bersaing langsung dengan atlet elite dari Jepang, Malaysia, dan Filipina. 

Lintasan yang menantang terutama di sektor datar dengan tikungan banyak menjadi ujian tersendiri bagi pengendalian kecepatan.

Sayu menilai karakter lintasan memang cukup rumit. Bagian datarnya menuntut konsentrasi tinggi agar tetap mampu meningkatkan kecepatan. Hal ini membuat strategi balap dan ketahanan fisik menjadi faktor penentu kemenangan.

Persiapan Intensif Menyongsong Musim 2026

Untuk menghadapi musim baru, Sayu menjalani latihan intensif selama satu bulan sepuluh hari di Lumajang, Jawa Timur. Setiap sesi latihan difokuskan pada penguatan stamina dan teknik mengendalikan sepeda di berbagai jenis lintasan. Ia memastikan semua aspek fisik dan mental siap menghadapi persaingan.

Selain itu, sepeda andalan Sayu, Polygon Syncline DR yang dijuluki “Simba”, selalu dalam kondisi optimal. Perawatan dan penyesuaian sepeda menjadi bagian penting dari persiapannya. Kombinasi latihan intens dan kesiapan peralatan diyakini meningkatkan peluangnya meraih prestasi tinggi di setiap kompetisi.

Latihan ini juga mencakup simulasi lintasan yang mirip dengan medan lomba internasional. Fokus tinggi dan disiplin ketat dijalankan setiap hari. Strategi ini diharapkan membuat Sayu lebih adaptif menghadapi tantangan di lintasan sesungguhnya.

Ambisi Sayu Menuju Asian Games dan Olimpiade

Sayu menegaskan targetnya untuk 2026 bukan sekadar meraih podium. Ia ingin menjadi atlet yang lebih sabar dan tenang, sehingga mampu mengeksekusi strategi balapan secara maksimal. Ambisi ini sejalan dengan persiapan menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.

Prestasi di Thailand Mountain Bike Cup XCO menjadi bukti kesiapan Sayu menghadapi kompetisi kelas dunia. Ia pun menegaskan fokusnya untuk terus berkembang sebagai atlet elite. Semangat juang dan disiplin latihan menjadi modal penting bagi pencapaian target jangka panjang.

Selain itu, Sayu menunjukkan bahwa konsistensi dan fokus akan membuka peluang untuk bersaing di tingkat internasional. Setiap kemenangan memberikan pengalaman berharga. Ia berharap bisa terus mempertahankan performa terbaik hingga ajang besar berikutnya.

Kiprah Sepeda Indonesia dan Tim Asia Terengganu

Prestasi Sayu juga mencerminkan kemajuan balap sepeda Indonesia secara umum. Kiprah pabrikan sepeda Polygon yang digunakan oleh tim Asia Terengganu Cycling Team (TSG) menunjukkan hasil positif di kompetisi internasional. Tim ini membuka musim 2026 di India dengan performa yang menjanjikan.

Setelah memperkenalkan jajaran pembalap dan sepeda Polygon Helios terbaru, tim langsung mencatat prestasi di kompetisi perdananya. 

Pembalap Australia Fergus Browning merebut gelar juara umum, Individual Time Trial (ITT), dan Points Classification. Pembalap Malaysia Nur Aiman Rosli juga meraih Best Asian Rider Classification, menambah catatan prestasi tim.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kualitas pembalap dan peralatan Indonesia dan Asia semakin kompetitif. Dukungan teknologi sepeda modern menjadi salah satu faktor kunci. Semua pihak menilai kombinasi latihan, strategi, dan peralatan berkualitas akan membawa atlet meraih prestasi internasional yang membanggakan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index