BCA

Strategi Blu by BCA Digital Hadapi Lonjakan Transaksi Luar Negeri 2026

Strategi Blu by BCA Digital Hadapi Lonjakan Transaksi Luar Negeri 2026
Strategi Blu by BCA Digital Hadapi Lonjakan Transaksi Luar Negeri 2026

JAKARTA - Memasuki tahun 2026, tren perjalanan internasional masyarakat Indonesia tidak hanya sekadar pulih, tetapi justru melonjak signifikan. Fenomena ini membawa implikasi langsung terhadap pergeseran perilaku konsumsi, di mana nasabah kini menuntut instrumen pembayaran yang lebih fleksibel dan efisien saat melintasi batas negara. Namun, di tengah gairah wisata yang meningkat, masalah klasik mengenai selisih kurs dan biaya konversi yang membengkak masih menjadi hantu bagi para pelancong.

Menyikapi urgensi tersebut, perbankan digital mulai mengambil peran sebagai penyedia solusi finansial yang lebih transparan. Blu by BCA Digital, misalnya, meluncurkan fitur bluValas sebagai langkah strategis untuk mengeliminasi hambatan biaya konversi. Inovasi ini dirancang agar nasabah dapat menikmati pengalaman transaksi di mancanegara semudah bertransaksi di dalam negeri, dengan kontrol penuh atas nilai tukar yang digunakan.

Pertumbuhan Mobilitas Global dan Tantangan Transaksi Valas

Data sepanjang tahun 2025 menunjukkan adanya eskalasi aktivitas pembayaran internasional yang mencakup berbagai sektor, mulai dari ritel, layanan transportasi, hingga pemesanan akomodasi global. Pulihnya mobilitas dunia dan tren leisure yang kuat menjadi motor utama pertumbuhan ini. Meski demikian, wisatawan sering kali dihadapkan pada dilema antara kenyamanan pembayaran non-tunai dengan risiko biaya tambahan yang tidak terduga akibat konversi mata uang otomatis.

Persoalan perbedaan nilai tukar dan sulitnya mengakses money changer dengan kurs bersaing di lokasi tujuan kerap menjadi hambatan utama. Wisatawan yang hanya mengandalkan kartu debit rupiah tradisional sering kali harus membayar lebih mahal karena kurs yang dikenakan pada saat transaksi biasanya lebih tinggi daripada kurs pasar saat itu. Kondisi inilah yang memicu kebutuhan akan layanan perbankan yang terintegrasi langsung dengan saldo valuta asing (valas).

Solusi Transparansi dan Efisiensi Transaksi Lintas Negara

Guna memberikan jawaban atas ketidakpastian biaya tersebut, blu by BCA Digital menghadirkan fitur yang memungkinkan kartu debit terhubung langsung dengan saldo valas. Dengan mekanisme ini, setiap transaksi yang dilakukan nasabah di luar negeri tidak akan dikenakan biaya konversi tambahan, asalkan saldo dalam mata uang bersangkutan mencukupi. Hal ini memberikan kepastian nilai transaksi bagi nasabah sejak awal.

Head of Card & Personal Loan Business BCA Digital, Rainer Sutedja, memberikan penekanan bahwa kebutuhan akan kemudahan transaksi lintas negara saat ini telah menjadi kebutuhan umum bagi masyarakat modern. “Mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan itu diikuti dengan kebutuhan transaksi yang praktis, transparan, serta tetap terkontrol. Solusi pembayaran lintas negara harus bisa mengurangi ketidakpastian biaya,” ujar beliau di Jakarta, Rabu (28/1).

Mekanisme Deteksi Mata Uang Lokal Secara Otomatis

Kecanggihan fitur ini terletak pada kemampuannya untuk mendeteksi mata uang lokal secara otomatis di negara tujuan. Secara teknis, ketika kartu debit digunakan pada mesin EDC di luar negeri, sistem akan langsung mengenali mata uang yang digunakan dan mendebet saldo dari kantong valas yang sesuai. Skema ini secara efektif menghilangkan kerumitan bagi nasabah untuk menukar uang tunai dalam jumlah besar sebelum keberangkatan.

Selain praktis, penggunaan saldo valas yang sudah disiapkan sebelumnya melindungi nasabah dari fluktuasi kurs yang tajam. Saat bertransaksi di pusat perbelanjaan atau restoran di luar negeri, pengguna tidak perlu lagi menghitung-hitung perkiraan selisih kurs yang akan muncul di mutasi rekening mereka nantinya. Semuanya tercatat sesuai dengan nominal mata uang lokal yang dikeluarkan.

Dukungan Delapan Mata Uang Utama Dunia

Untuk tahap awal ini, layanan transaksi valas tersebut telah menjangkau delapan mata uang utama yang paling sering digunakan oleh pelancong internasional. Daftar mata uang yang didukung meliputi dolar Amerika Serikat (USD), dolar Singapura (SGD), euro (EUR), yen Jepang (JPY), pound sterling (GBP), dolar Australia (AUD), dolar Hong Kong (HKD), dan yuan Tiongkok (CNH).

Cakupan ini mencerminkan destinasi wisata dan pusat bisnis populer bagi warga Indonesia. Keunggulan lainnya adalah fleksibilitas penggunaan; nasabah bisa bertransaksi secara offline di gerai fisik maupun melakukan pembelanjaan secara daring (online) di berbagai marketplace atau platform internasional yang menggunakan salah satu dari delapan mata uang tersebut.

Akses Tunai di ATM Luar Negeri yang Lebih Terkendali

Meski tren pembayaran non-tunai terus mendominasi, kebutuhan akan uang tunai fisik di beberapa destinasi tetap tidak bisa dihindari. Menyikapi hal ini, fitur tersebut tetap memungkinkan nasabah untuk melakukan penarikan uang di mesin ATM luar negeri. Berbeda dengan penarikan konvensional, biaya yang timbul dinilai jauh lebih terkendali karena tidak menggunakan skema konversi otomatis berbasis rupiah yang sering kali merugikan.

Pendekatan ini menjadi alternatif yang aman bagi pelancong yang ingin memegang uang tunai secukupnya tanpa harus khawatir kehilangan nilai tukar yang signifikan. Dengan demikian, nasabah memiliki kebebasan memilih metode pembayaran yang paling sesuai dengan kondisi di lapangan, baik tunai maupun non-tunai.

Strategi Perencanaan Keuangan dan Mitigasi Risiko Kurs

Keunggulan lain dari fitur penyimpanan saldo valas ini adalah fungsinya sebagai instrumen perencanaan keuangan. Nasabah diberikan keleluasaan untuk membeli atau menabung mata uang asing jauh-jauh hari sebelum jadwal keberangkatan. Strategi ini sangat efektif dilakukan saat nilai tukar rupiah sedang menguat atau ketika kurs mata uang asing tujuan sedang berada di titik rendah.

Dengan menabung valas lebih awal, risiko lonjakan kurs yang mendadak menjelang waktu perjalanan dapat diminimalisir. Hal ini memberikan ketenangan bagi wisatawan dalam mengelola anggaran liburan mereka, karena biaya utama untuk belanja dan kebutuhan di lokasi sudah terkunci pada harga yang mereka inginkan sebelumnya.

Integrasi Program Loyalti dan Kontrol Aplikasi Real Time

Bagi kalangan tertentu, keuntungan tambahan berupa program loyalti tetap menjadi daya tarik tersendiri. Pada pengguna kartu co-branding tertentu, setiap transaksi valas yang dilakukan dapat dikaitkan dengan pengumpulan poin atau miles penerbangan. Namun, para pengamat menekankan bahwa nilai jual terkuat dari layanan bank digital saat ini tetap berada pada transparansi biaya dan kemudahan akses.

Seluruh kendali atas fitur ini berada di tangan nasabah melalui satu aplikasi perbankan digital. Pengguna dapat dengan mudah memilih sumber dana utama, memantau riwayat transaksi secara real time, hingga memindahkan dana antar mata uang dalam hitungan detik. Transparansi arus keuangan ini memastikan bahwa meskipun sedang berada di belahan dunia lain, nasabah tetap memiliki kendali penuh atas kesehatan finansial mereka. Kehadiran inovasi seperti ini menjadi bukti nyata adaptasi perbankan digital terhadap tuntutan gaya hidup masyarakat global yang semakin dinamis.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index