Harga Minyak

Harga Minyak Dunia Melemah Usai Meredanya Ketegangan Geopolitik Global

Harga Minyak Dunia Melemah Usai Meredanya Ketegangan Geopolitik Global
Harga Minyak Dunia Melemah Usai Meredanya Ketegangan Geopolitik Global

JAKARTA - Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan setelah tekanan geopolitik global mulai mereda. 

Kondisi ini membuat pelaku pasar mengurangi premi risiko yang sebelumnya melekat pada harga energi. Penurunan harga terjadi seiring munculnya harapan stabilitas politik internasional.

Harga minyak Brent tercatat melemah sekitar dua persen ke level terendah dalam sepekan. Minyak mentah West Texas Intermediate juga mengalami koreksi serupa. Pelemahan ini mencerminkan respons pasar terhadap perkembangan politik global.

Meredanya ketegangan antarnegara menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga. Pasar energi cenderung sensitif terhadap isu geopolitik. Setiap sinyal perdamaian langsung berdampak pada harga minyak.

Pernyataan Trump Redam Risiko Pasar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melunakkan sejumlah pernyataan terkait isu Greenland dan Iran. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal penurunan risiko geopolitik global. Pasar merespons positif dengan melepas posisi lindung nilai.

Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat telah mengamankan akses penuh dan permanen ke Greenland. Kesepakatan tersebut disebut dicapai melalui kerja sama dengan NATO. Pernyataan ini mengurangi kekhawatiran konflik geopolitik baru.

Di sisi lain, pemimpin Uni Eropa menyatakan akan meninjau ulang hubungan dengan Amerika Serikat. Ketegangan sebelumnya dipicu oleh ancaman tarif dan penggunaan kekuatan militer. Namun, situasi dinilai mulai mereda.

Risiko Iran dan Pasokan Energi

Risiko pasokan dari Iran juga dinilai mengalami penurunan. Trump menyampaikan harapan agar tidak ada aksi militer lanjutan terhadap Teheran. Namun, Amerika Serikat menegaskan akan bertindak jika program nuklir dikembangkan kembali.

Penurunan risiko dari Iran berdampak langsung pada stabilitas pasokan minyak global. Pasar sebelumnya mengkhawatirkan gangguan distribusi energi. Dengan meredanya ancaman, kekhawatiran tersebut berkurang.

“Terjadi penurunan premi risiko terkait krisis Greenland dan risiko pasokan dari Iran juga berkurang,” kata Ole Hansen. Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan pasar terhadap situasi global. Harga minyak pun terkoreksi seiring sentimen tersebut.

Harapan Damai Rusia dan Ukraina

Dari kawasan Eropa Timur, muncul sinyal positif terkait konflik Rusia dan Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut jaminan keamanan telah disepakati. Meski demikian, persoalan wilayah yang diduduki Rusia masih belum tuntas.

Amerika Serikat dan Ukraina telah melakukan diplomasi intensif selama berminggu-minggu. Upaya ini ditujukan untuk mendorong kesepakatan damai setelah hampir empat tahun perang. Pasar energi mencermati perkembangan ini dengan serius.

Jika kesepakatan damai tercapai dan sanksi dicabut, pasokan minyak global berpotensi meningkat. Rusia merupakan produsen minyak terbesar ketiga dunia. Tambahan pasokan dapat memberikan tekanan lanjutan pada harga.

Tambahan Pasokan dari Venezuela

Dari Amerika Selatan, Venezuela mulai kembali menambah pasokan energi ke pasar global. Perusahaan perdagangan energi dilaporkan telah mengekspor bahan bakar minyak dari negara tersebut. Langkah ini dilakukan di bawah kesepakatan yang didukung Amerika Serikat.

Pemerintah Venezuela juga mengusulkan reformasi besar undang-undang migas. Aturan baru memungkinkan perusahaan asing dan lokal mengelola ladang minyak secara mandiri. Mereka tetap dapat menerima hasil penjualan meski sebagai mitra minoritas.

Peningkatan ekspor minyak dari Venezuela berpotensi menambah pasokan global. Kondisi ini dapat menekan harga minyak lebih lanjut. Pasar kini menimbang keseimbangan antara permintaan dan pasokan energi dunia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index