Harga BBM

Update Harga BBM Pertamina Terpantau Masih Stabil di Akhir Bulan Januari 2026

Update Harga BBM Pertamina Terpantau Masih Stabil di Akhir Bulan Januari 2026
Update Harga BBM Pertamina Terpantau Masih Stabil di Akhir Bulan Januari 2026

JAKARTA - Pergerakan harga BBM Pertamina kembali menjadi perhatian masyarakat memasuki pekan keempat Januari 2026. 

Penyesuaian harga yang dilakukan sebelumnya masih terasa di berbagai daerah, terutama untuk jenis BBM non-subsidi. Kondisi ini membuat masyarakat aktif memantau apakah ada perubahan lanjutan di SPBU terdekat.

Penurunan harga BBM terjadi sebagai bagian dari kebijakan evaluasi berkala yang diterapkan Pertamina. Evaluasi tersebut mempertimbangkan tren harga minyak global dan nilai tukar rupiah. Dampaknya, sejumlah jenis BBM mengalami koreksi harga yang cukup signifikan.

Situasi ini turut memberikan ruang bagi konsumen untuk menyesuaikan pengeluaran transportasi harian. Meskipun demikian, tidak semua jenis BBM mengalami perubahan harga. Beberapa BBM bersubsidi masih bertahan pada tarif sebelumnya.

Arah Penyesuaian Harga BBM Januari 2026

Memasuki Januari 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga terhadap lima jenis BBM. Penyesuaian ini sebagian besar berupa penurunan harga yang berlaku di berbagai wilayah. Kebijakan tersebut disambut positif oleh sebagian pengguna kendaraan bermotor.

Di beberapa provinsi, penurunan harga cukup terasa pada jenis Pertamax dan Dexlite. Besaran penurunan bervariasi, tergantung wilayah distribusi masing-masing. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan struktur biaya antar daerah.

Penyesuaian harga BBM merupakan kewenangan Pertamina bersama pemerintah. Kebijakan ini dilakukan secara berkala untuk menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan rutin memantau informasi harga BBM.

Daftar Harga BBM Pertamina Se-Indonesia

Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Harga ini mencakup Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, Pertalite, dan Biosolar. Perbedaan harga antar daerah dipengaruhi oleh kebijakan distribusi dan wilayah.

Provinsi Aceh menetapkan harga Pertamax Rp12.500 dan Biosolar Rp6.800. Free Trade Zone Sabang memiliki harga Pertamax Rp11.500 dan Pertalite Rp10.000. Di Sumatera Utara, harga Pertamax tercatat Rp13.050 dengan Biosolar Rp6.800.

Wilayah Jawa seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur memiliki harga Pertamax Rp12.350. Harga Dexlite di wilayah ini berada di Rp13.500 per liter. Sementara Pertalite tetap dijual Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800.

Di Kalimantan dan Sulawesi, harga Pertamax umumnya berada di kisaran Rp12.650 hingga Rp12.950. Dexlite dijual Rp13.800 hingga Rp14.100 tergantung provinsi. Harga Pertalite dan Biosolar tetap sama di seluruh wilayah tersebut.

Wilayah Indonesia timur seperti Maluku dan Papua juga mengikuti skema harga yang seragam. Pertamax dijual Rp12.650 di sebagian besar wilayah Papua. Dexlite berada di harga Rp13.800 dengan Biosolar Rp6.800.

Penurunan Harga BBM di Jawa Barat

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang mengalami penurunan harga BBM paling terasa. Pertamax turun Rp400 dari harga sebelumnya menjadi Rp12.350 per liter. Penurunan ini memberikan dampak langsung bagi pengguna kendaraan pribadi.

Pertamax Green juga mengalami penurunan sebesar Rp350 menjadi Rp13.150 per liter. Hal serupa terjadi pada Pertamax Turbo yang kini dijual Rp13.400 per liter. Penurunan ini menambah variasi pilihan BBM dengan harga lebih kompetitif.

Dexlite dan Pertamina Dex mencatat penurunan paling besar. Dexlite turun Rp1.200 menjadi Rp13.500 per liter. Sementara Pertamina Dex turun Rp1.400 menjadi Rp13.600 per liter.

Harga Pertalite dan Solar Masih Tetap

Berbeda dengan BBM non-subsidi, harga Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan. Kedua jenis BBM ini masih bertahan di harga Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Kebijakan ini berlaku merata di seluruh Indonesia.

Stabilnya harga Pertalite dan Solar memberikan kepastian bagi masyarakat. Terutama bagi pengguna kendaraan operasional dan transportasi umum. Konsistensi harga ini telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan pilihan BBM sesuai kebutuhan. Penurunan BBM non-subsidi memberikan alternatif yang lebih terjangkau. Sementara BBM bersubsidi tetap menjadi penopang mobilitas harian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index