Danantara

Danantara Serahkan 600 Unit Huntara untuk Percepat Pemulihan Korban Banjir Aceh

Danantara Serahkan 600 Unit Huntara untuk Percepat Pemulihan Korban Banjir Aceh
Danantara Serahkan 600 Unit Huntara untuk Percepat Pemulihan Korban Banjir Aceh

JAKARTA - Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir besar di Sumatra terus dilakukan pemerintah. 

Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyediaan hunian sementara bagi warga terdampak agar dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan layak. Di Aceh Tamiang, ratusan keluarga yang sebelumnya bertahan di tenda pengungsian kini mulai mendapatkan tempat tinggal sementara yang lebih manusiawi.

Pemerintah melalui Danantara menunjukkan komitmen tersebut dengan menyerahkan ratusan unit hunian sementara atau huntara. Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan mendesak tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak banjir. 

Kolaborasi lintas lembaga dan BUMN menjadi kunci agar pembangunan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Serah Terima Huntara Di Aceh Tamiang

Pemerintah melalui Danantara menyerahkan 600 unit hunian sementara bagi korban terdampak bencana banjir besar Sumatra di Aceh Tamiang pada Kamis petang. Serah terima hunian dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya dan Managing Director Stakeholder Management Danantara Rohan Hafas kepada Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Momentum ini menjadi simbol dimulainya fase pemulihan yang lebih konkret bagi masyarakat.

Bersama beberapa BUMN, PT Hutama Karya Persero berkolaborasi dan berkontribusi sebagai kontraktor pelaksana pembangunan huntara. Pengerjaan dilakukan secara intensif agar hunian dapat segera dimanfaatkan. Sinergi antara pemerintah pusat, BUMN, dan pemerintah daerah menjadi faktor utama percepatan pembangunan.

Wamendagri Bima Arya mengatakan keberadaan huntara merupakan wujud pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mempercepat pemulihan pascabencana. Menurutnya, kehadiran hunian sementara sangat penting agar masyarakat bisa segera keluar dari kondisi darurat.

Arahan Presiden Dan Percepatan Pembangunan

Sebanyak 600 unit huntara dikebut pengerjaannya di Aceh Tamiang agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali memiliki tempat tinggal layak dan beraktivitas. Bima Arya menegaskan bahwa arahan Presiden menekankan dua hal utama dalam penanganan bencana.

“Arahan Bapak Presiden ada dua. Pertama, bergerak cepat. Kedua, bergerak semua. Inilah wujudnya saat ini, dalam waktu sekitar 2 minggu, BUMN Karya berkolaborasi dan bersinergi bersama Pemerintah Daerah untuk mewujudkan hunian sementara,” kata Arya Bima usai prosesi serah terima huntara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026).

Penyediaan hunian layak bagi korban bencana menjadi fokus pemerintah di samping pemulihan akses dan infrastruktur ke wilayah terdampak bencana. Pemerintah menilai tempat tinggal yang aman menjadi fondasi awal bagi pemulihan kehidupan sosial masyarakat.

Dengan adanya huntara, warga diharapkan dapat kembali menjalani rutinitas sehari-hari secara lebih stabil. Anak-anak dapat beristirahat dengan layak, sementara orang dewasa bisa mulai memikirkan pemulihan ekonomi keluarga.

Tahap Awal Program Huntara Danantara

Managing Director Stakeholder Management Danantara Rohan Hafas mengatakan 600 unit huntara di Aceh Tamiang ini merupakan tahap pertama yang selesai dibangun dalam kurun waktu dua minggu dan diserahterimakan kepada pemerintah daerah setempat. Tahap awal ini menjadi pijakan untuk pembangunan huntara di wilayah lain yang terdampak bencana.

Rohan menyebut Danantara dan BUMN Karya akan berkolaborasi untuk membangun 15.000 huntara bagi korban bencana Sumatra. Skala program ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani dampak bencana secara menyeluruh.

“Ini yang pertama, ada 600 unit. Nanti tanggal 15-16 Januari baru akan mulai peninjauan lokasi huntara di Pidie Jaya,” ujar Rohan. Dengan rencana tersebut, program huntara akan menjangkau lebih banyak daerah terdampak.

Danantara menilai pembangunan huntara harus dilakukan secara cepat namun tetap memperhatikan kualitas. Hunian sementara diharapkan benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya selama masa transisi.

Fasilitas Dan Tata Letak Hunian

Sebagai informasi, huntara bagi warga Aceh Tamiang didirikan di Kecamatan Karang Baru, Desa Kebun Tanjung Seumantoh, persis di pinggir jalan lintas Banda Aceh–Medan. Lokasi ini dipilih agar mudah diakses dan dekat dengan aktivitas masyarakat.

Dari pantauan di lapangan, huntara yang dibangun Danantara berbentuk kamar-kamar yang berderet dengan ukuran masing-masing 20 meter persegi. Di dalam hunian disediakan dua set tempat tidur, lemari pakaian, dan kipas angin untuk menunjang kenyamanan.

Sementara itu, kamar mandi, dapur, dan musala disediakan di sisi lain untuk dipakai bersama dengan perbandingan satu kamar mandi untuk lima unit huntara. Selain itu, kawasan huntara juga dilengkapi taman bermain anak, bangku-bangku di setiap gang, serta pusat kesehatan.

“Selama menempati huntara, masyarakat juga bisa mengakses listrik, gas, dan wifi secara gratis,” tambah Rohan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu warga menjalani masa pemulihan dengan lebih baik.

Apresiasi Daerah Dan Komitmen Konstruksi

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Danantara yang berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di wilayahnya. Ia menyebut masyarakat Aceh Tamiang telah lebih dari sebulan tidur di tenda pengungsian sejak banjir menerjang pada 27 November 2025.

“Saya sangat apresiasi dan sangat berterima kasih kepada Danantara yang telah membangun huntara ini. Dalam dua minggu, bisa selesai 600 unit rumah. Tentu ini akan sangat membantu masyarakat,” ujar Armia. Ia berharap warga bisa segera menempati hunian tersebut.

Sementara itu, Direktur Operasional II PT Hutama Karya Gunadi menekankan bahwa pekerjaan konstruksi pascabencana harus menjaga mutu dan fungsi. Menurutnya, kenyamanan dan keselamatan penghuni menjadi prioritas utama.

“Kami bersama-sama membangun hunian ini bukan sekadar unit, tetapi rumah yang aman dan layak untuk dihuni,” terang Gunadi. Selain di Aceh Tamiang, Hutama Karya juga merencanakan pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Timur, tepatnya di Kecamatan Simpang Ulim dan Kecamatan Julok, dengan total sekitar 45 unit hunian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index