JAKARTA - Pertemuan Real Madrid melawan Atletico Madrid kembali menyajikan tensi tinggi khas derby ibu kota.
Laga semifinal Piala Super Spanyol 2026 ini menjadi panggung pembuktian efektivitas permainan, bukan sekadar adu gengsi dua rival sekota.
Duel tersebut digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (9/1/2026) pukul 02.00 WIB. Format empat tim Supercopa de Espana membuat pertandingan ini bernilai penting karena menjadi gerbang menuju partai final.
Real Madrid keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Hasil ini memastikan Los Blancos melangkah ke partai puncak dan menantang Barcelona yang lebih dulu lolos dari semifinal lainnya.
Derby Madrid di Tanah Arab
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Real Madrid dan Atletico Madrid sama-sama tampil agresif demi mengamankan satu tempat di final Piala Super Spanyol 2026.
Atmosfer stadion di Jeddah memberi nuansa berbeda bagi derby Madrid. Meski digelar jauh dari Spanyol, tensi rivalitas tetap terasa sejak peluit awal dibunyikan.
Kedua tim langsung menunjukkan niat menyerang. Namun, Real Madrid terlihat lebih siap memanfaatkan momentum awal pertandingan.
Gol Cepat dan Kontrol Permainan
Real Madrid membuka keunggulan pada menit kedua melalui tendangan bebas Federico Valverde. Sepakan kerasnya mengarah ke sisi yang dijaga Jan Oblak, namun tetap gagal dibendung.
Gol cepat tersebut membuat Madrid lebih percaya diri mengontrol jalannya laga. Atletico sempat mencoba membangun serangan, tetapi tekanan awal Los Blancos cukup efektif.
Bagi Valverde, gol ini memiliki makna khusus. Itu menjadi gol pertamanya musim ini setelah lama tidak mencatatkan namanya di papan skor.
Peran Valverde dan Rodrygo
Kontribusi Valverde tidak berhenti pada gol pembuka. Gelandang Uruguay itu kembali berperan penting dalam proses gol kedua Madrid.
Pada menit ke-55, kerja sama Valverde dan Rodrygo membuahkan hasil. Umpan terobosan Valverde diselesaikan Rodrygo dengan tembakan rendah yang menembus gawang Oblak.
Performa Valverde patut disorot karena musim ini ia sempat lebih sering dimainkan sebagai bek kanan. Perubahan peran tersebut sempat mengurangi kontribusinya dalam membantu serangan.
Respons Cepat Atletico Madrid
Tertinggal dua gol, Atletico Madrid tidak tinggal diam. Mereka langsung merespons dengan meningkatkan intensitas serangan ke pertahanan Madrid.
Hanya berselang tiga menit, Alexander Sorloth memperkecil ketertinggalan. Sundulannya memanfaatkan umpan silang Giuliano Simeone dan membuat skor berubah menjadi 2-1.
Gol tersebut membangkitkan semangat Atletico. Tekanan demi tekanan dilancarkan untuk mencari gol penyeimbang sebelum laga berakhir.
Peran Kiper dan Peluang Terbuang
Di sisa pertandingan, Atletico Madrid terus menekan lini belakang Real Madrid. Beberapa peluang emas tercipta, namun penyelesaian akhir menjadi kendala utama.
Thibaut Courtois tampil sebagai sosok penting bagi Madrid. Ia menggagalkan sundulan jarak dekat Sorloth dan menepis tembakan keras Alex Baena dari luar kotak penalti.
Ketangguhan Courtois membuat keunggulan Madrid tetap terjaga hingga peluit akhir. Atletico harus menerima kenyataan gagal memaksimalkan peluang yang ada.
Makna Kemenangan Tanpa Mbappe
Kemenangan ini terasa semakin bernilai bagi Real Madrid karena mereka tampil tanpa Kylian Mbappe. Penyerang Prancis tersebut kembali absen akibat cedera lutut kiri.
Absennya Mbappe tidak membuat Madrid kehilangan efektivitas. Kolektivitas permainan dan disiplin taktik menjadi kunci keberhasilan Los Blancos.
Federico Valverde mengungkapkan kepuasannya usai pertandingan. “Setelah begitu banyak pertandingan tanpa mencetak gol, hari ini menjadi hari yang bagus untuk kembali menjebol gawang dan tim meraih kemenangan,” katanya.
Fokus Menuju Partai Final
Valverde menegaskan bahwa fokus tim kini tertuju pada laga final. “Kami harus siap, beristirahat, dan fokus untuk memenangi final,” lanjutnya.
Di sisi lain, Atletico Madrid harus menelan kekecewaan. Koke mencatatkan rekor sebagai pemain dengan penampilan derby Madrid terbanyak, yakni 44 laga, melewati catatan Sergio Ramos.
Meski mencatat rekor pribadi, Koke mengakui rasa kecewanya. “Rasanya menyakitkan karena kami ingin berada di final, kami memulai laga dengan buruk setelah gol hebat Valverde, dan peluang kami tidak berbuah gol,” ujarnya.
El Clasico Menanti di Final
Kekalahan ini membuat Atletico kembali gagal mengulang kemenangan atas Madrid. Sebelumnya, mereka sempat menang 5-2 pada pertemuan La Liga bulan September.
Sementara itu, Real Madrid kini menatap final Piala Super Spanyol 2026 dengan kepercayaan diri tinggi. Tantangan berikutnya adalah El Clasico melawan Barcelona.
Barcelona sendiri melaju ke final setelah menang telak 5-0 atas Athletic Bilbao. Pertemuan dua raksasa Spanyol ini kembali menyajikan duel sarat gengsi.
Final Piala Super Spanyol bukan sekadar perebutan trofi. Laga tersebut juga menjadi penanda awal dominasi di tahun kalender baru.
Bagi Real Madrid, kemenangan atas Atletico menjadi modal penting. Konsistensi permainan dan mental bertanding akan kembali diuji di partai puncak.
El Clasico di final menjanjikan pertarungan sengit. Dua tim terbaik Spanyol akan saling berhadapan demi trofi pertama tahun ini.