JAKARTA - Harga beras di pasar tradisional mengalami kenaikan signifikan.
Beras kualitas bawah I naik menjadi Rp15.650 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II merangkak ke Rp15.850 per kilogram. Beras medium I dan medium II juga naik masing-masing menjadi Rp17.200 dan Rp16.600 per kilogram.
Beras kualitas super I meningkat menjadi Rp18.150 per kilogram dan super II menjadi Rp17.750 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan tren harga beras yang seragam di semua kelas. Hal ini turut memengaruhi daya beli masyarakat pada komoditas utama tersebut.
Penyebab kenaikan ini diperkirakan karena permintaan meningkat sementara pasokan belum sepenuhnya stabil. Tren ini biasanya terjadi pada awal tahun ketika stok awal mulai menipis. Pemerintah terus memantau agar stok pangan tetap aman untuk masyarakat.
Bawang Merah dan Putih Naik Signifikan
Harga bawang merah ukuran sedang melonjak hingga Rp63.150 per kilogram. Begitu juga bawang putih ukuran sedang naik menjadi Rp47.900 per kilogram. Kenaikan ini mencapai lebih dari 19 persen dibanding harga sebelumnya.
Lonjakan harga bawang ini dipicu oleh pasokan yang terbatas dan permintaan tinggi. Musim panen dan distribusi yang tidak merata turut memengaruhi fluktuasi harga. Kenaikan bawang merah dan putih memengaruhi harga masakan harian masyarakat.
Para pedagang di pasar tradisional juga mencatat meningkatnya biaya transportasi dari daerah penghasil. Hal ini menambah tekanan terhadap harga jual di tingkat konsumen. Masyarakat dianjurkan memantau harga agar tetap efisien dalam belanja kebutuhan dapur.
Harga Protein Hewani Terpantau Naik
Telur ayam ras segar naik menjadi Rp34.800 per kilogram, sedangkan daging ayam ras segar menjadi Rp42.750 per kilogram. Kenaikan ini diperkirakan mengikuti permintaan konsumsi tinggi awal tahun. Protein hewani lainnya, seperti daging sapi kualitas 1 dan 2, justru mengalami penurunan.
Harga daging sapi kualitas 1 turun menjadi Rp136.650 per kilogram dan kualitas 2 menjadi Rp121.900 per kilogram. Penurunan ini diimbangi dengan naiknya beberapa bumbu dapur, sehingga belanja rumah tangga tetap perlu perencanaan. Perubahan harga ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks.
Selain itu, kenaikan harga ayam dan telur juga dipengaruhi biaya pakan yang meningkat. Hal ini membuat peternak menyesuaikan harga jual. Konsumen harus cermat memilih produk agar tetap hemat.
Cabai dan Minyak Goreng Mengalami Fluktuasi
Harga cabai merah keriting melonjak 33,2% menjadi Rp67.200 per kilogram. Cabai rawit merah naik 7,83% menjadi Rp71.650 per kilogram. Sementara cabai merah besar dan cabai rawit hijau justru mengalami penurunan masing-masing menjadi Rp44.800 dan Rp52.900 per kilogram.
Minyak goreng curah naik menjadi Rp20.650 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek 1 dan 2 menjadi Rp24.350 dan Rp21.750 per kilogram. Kenaikan ini diakibatkan permintaan tinggi dari konsumen dan industri makanan. Harga minyak goreng memengaruhi biaya produksi masakan harian masyarakat.
Kenaikan harga bumbu dan minyak goreng berdampak pada harga jual makanan di restoran dan warung. Pedagang biasanya menyesuaikan menu agar tetap menguntungkan. Konsumen pun perlu memantau harga agar tetap sesuai anggaran.
Gula Pasir Naik, Masyarakat Perlu Mengatur Belanja
Harga gula pasir lokal naik 3,57% menjadi Rp18.850 per kilogram. Gula pasir kualitas premium mengalami kenaikan lebih tinggi menjadi Rp21.600 per kilogram. Kenaikan ini mengikuti tren harga bahan pangan lain yang meningkat di awal tahun.
Fluktuasi harga gula dipengaruhi oleh pasokan dari produsen lokal dan biaya transportasi. Kenaikan ini menjadi perhatian bagi rumah tangga yang rutin menggunakan gula dalam konsumsi harian. Pemerintah memantau agar harga tetap stabil di tengah permintaan yang meningkat.
Kenaikan harga beras, bawang, protein hewani, cabai, minyak, dan gula menjadi indikator tekanan inflasi pada kebutuhan pokok. Masyarakat diimbau menyesuaikan anggaran belanja agar tetap efisien. Pemantauan harga secara berkala penting untuk menjaga daya beli tetap stabil.