Tagline Adalah: Pengertian, Manfaat, Contoh, dan Cara Membuatnya

Tagline Adalah: Pengertian, Manfaat, Contoh, dan Cara Membuatnya
tagline adalah

Jakarta - Tagline adalah elemen krusial yang berperan dalam memperkuat citra merek suatu perusahaan. 

Dengan memanfaatkan tagline, perusahaan dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap merek sekaligus menerapkan strategi promosi yang efektif. 

Tidak hanya sekadar slogan, tagline adalah identitas dan ciri khas suatu produk yang membedakannya dari kompetitor.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai definisi tagline, manfaatnya, cara merancangnya, perbedaannya dengan slogan, serta contoh-contoh tagline kreatif yang dapat dijadikan inspirasi. 

Tagline Adalah 

Tagline adalah kalimat pendek yang dirancang untuk menggambarkan identitas suatu brand sehingga mudah diingat dan dikenali oleh audiens. 

Biasanya, tagline terdiri dari dua hingga tujuh kata yang disusun secara menarik dan padat makna. 

Tagline memiliki peran penting dalam strategi branding karena dapat meningkatkan kesadaran merek dan memengaruhi keputusan konsumen.

Secara umum, tagline ditempatkan di bawah logo dan berisi pesan yang kuat untuk target audiens. 

Bersama logo, tagline menjadi elemen utama untuk menunjukkan keunikan sebuah bisnis, sehingga membedakan satu bisnis dari yang lain meskipun produknya serupa.

Hal lain yang penting dipahami adalah perbedaan antara tagline dan slogan. Meskipun mirip, keduanya berbeda: tagline mewakili identitas keseluruhan brand, sementara slogan biasanya digunakan untuk promosi produk tertentu. 

Contohnya, Apple menggunakan tagline “Think Different” untuk merek secara keseluruhan, sedangkan slogan produk iPad Air adalah “The power of lightness.” Perbedaan ini menunjukkan peran unik masing-masing dalam strategi komunikasi brand.

Manfaat Tagline

Dari penjelasan sebelumnya, jelas terlihat manfaat penting yang dimiliki oleh slogan singkat sebuah brand. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

1. Memperkuat Citra Bisnis
Slogan pendek berfungsi untuk menegaskan identitas sebuah merek, sekaligus mendekatkan brand dengan konsumen. 

Misalnya, KFC dengan kalimat “Jagonya Ayam” berhasil menegaskan citra KFC sebagai penyedia ayam goreng renyah. 

Akibatnya, ketika orang memikirkan ayam goreng krispi, KFC menjadi merek pertama yang muncul di benak mereka. 

Bahkan beberapa penjual ayam goreng pinggir jalan meniru nama tersebut, seperti BFC atau MFC.

2. Mewakili Visi dan Misi Perusahaan
Penggunaan slogan juga efektif untuk menampilkan visi dan misi bisnis kepada publik. Contohnya, Disneyland dengan kalimat “The Happiest Place on Earth” menunjukkan bahwa tempat ini dirancang untuk menghadirkan kebahagiaan. 

Hal ini membuat pengunjung merasa senang dengan berbagai wahana, makanan, dan pengalaman yang ditawarkan, sehingga menjadikan Disneyland sebagai destinasi wisata favorit.

3. Membedakan dari Pesaing
Dalam dunia bisnis, selalu ada produk sejenis dari pesaing. Slogan pendek dapat menjadi alat strategis untuk menonjolkan perbedaan dan keunikan suatu brand dibandingkan kompetitor, sehingga konsumen lebih mudah mengenali identitas dan nilai dari produk yang ditawarkan.

Jenis-jenis Tagline

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penggunaan slogan singkat berfungsi untuk merepresentasikan brand secara keseluruhan sekaligus menarik perhatian publik atau pelanggan. 

Sebelum membahas cara menyusun slogan, penting untuk mengetahui berbagai jenis slogan yang bisa digunakan dalam strategi bisnis:

1. Slogan Deskriptif
Jenis ini berisi penjelasan tentang produk yang ditawarkan. Biasanya memuat kata-kata persuasif yang menekankan keunggulan produk agar masyarakat lebih percaya dan tertarik membeli.

2. Slogan Spesifik
Slogan spesifik menonjolkan ciri khas atau keunggulan tertentu dari brand. Dengan begitu, kesan yang tertinggal di benak pelanggan adalah kelebihan produk yang ditawarkan.

3. Slogan Superlatif
Jenis ini menekankan aspek tertentu dari produk dengan cara yang menonjol, bahkan terkadang provokatif, untuk memasarkan brand secara lebih agresif.

4. Slogan Imperatif
Slogan imperative menyertakan ajakan bertindak atau aksi yang jelas di dalam kalimatnya. Hal ini membantu pelanggan memahami manfaat atau tindakan yang dapat mereka lakukan terkait brand.

5. Slogan Provokatif
Slogan provokatif berisi kalimat yang menantang, mengajak, atau memancing emosi dan logika publik. 

Biasanya jenis ini menggunakan tanda tanya untuk meningkatkan daya tarik dan memicu respons audiens.

Contoh Tagline

Sebelum mempelajari cara menciptakan tagline yang efektif dan menarik, ada baiknya melihat beberapa contoh tagline dari perusahaan ternama di dunia. 

Inspirasi dari tagline mereka bisa membantu Anda menentukan gaya dan pesan yang sesuai untuk brand Anda:

Nama Perusahaan

Tagline

DisneylandThe Happiest Place on Earth
NikeJust Do It
SamsungDo What You Can’t
BMWThe Ultimate Driving Machine
KFC (Indonesia)Jagonya Ayam
McDonald’sI’m Lovin’ It
AdidasImpossible is Nothing
IndomieIndomie Seleraku
TravelokaTraveloka Dulu
RumahwebPainless Hosting Solution

Cara Membuat Tagline yang Menarik

Sudah jelas bahwa tagline memegang peran penting dalam membangun citra suatu brand. Karena itu, kalimat yang dibuat sebaiknya menarik, karena bisa memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih produk atau layanan.

Bagi Anda yang ingin merancang tagline untuk bisnis baru, berikut beberapa langkah yang bisa diikuti agar kalimat tersebut efektif sekaligus mencerminkan visi dan misi bisnis:

1. Tentukan Keunggulan Unik Bisnis
Keunggulan unik yang dijadikan dasar dalam tagline adalah hal yang membuat bisnis Anda berbeda dan menonjol di mata audiens. 

Tentukan mengapa produk atau layanan Anda lebih baik dibandingkan kompetitor dan bagaimana hal itu bermanfaat bagi konsumen. Dari situ, tagline dapat dirancang sesuai pesan yang ingin disampaikan.

2. Buat Kalimat Singkat dan Mudah Dipahami
Tagline sebaiknya tidak panjang; cukup antara dua hingga tujuh kata. Susunlah kalimat dengan sederhana agar langsung dimengerti, tanpa menimbulkan kebingungan bagi audiens.

3. Sesuaikan dengan Produk atau Layanan
Tagline juga harus relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Dengan begitu, konsumen lebih mudah mengenali apa yang bisnis Anda jual. 

Contohnya, KFC dengan tagline “Jagonya Ayam” secara jelas menekankan fokus mereka pada produk ayam terbaik di kategorinya.

4. Pahami Target Audiens
Mengetahui siapa target konsumen sangat penting sebelum membuat tagline. Dengan pemahaman yang tepat, tagline dapat diarahkan untuk menarik perhatian kelompok konsumen yang sesuai dan tepat sasaran.

5. Ciptakan Kalimat yang Persuasif
Pilihan kata dalam tagline sangat memengaruhi daya tariknya. Buatlah kalimat yang persuasif, mengajak, atau memikat audiens. 

Tagline yang persuasif efektif untuk membuat konsumen mengingat brand Anda dan dapat turut memengaruhi keputusan pembelian.

6. Lakukan Brainstorming
Dalam proses pembuatan tagline, libatkan seluruh anggota tim untuk berdiskusi. Catat semua ide yang muncul, lalu pilih dan gabungkan ide-ide tersebut untuk menghasilkan tagline yang paling menarik dan tepat sasaran.

7. Jujur dan Realistis
Saat menyusun tagline, pastikan identitas bisnis disampaikan secara jujur. Hindari berlebihan demi terlihat menonjol, karena hal ini bisa menimbulkan ekspektasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika konsumen merasa kecewa, citra brand bisa terpengaruh negatif.

8. Hindari Meniru Tagline Lain
Tagline harus menjadi representasi unik dari bisnis Anda. Jangan menyalin tagline brand lain, karena hal ini merusak orisinalitas brand. 

Selain itu, jika tagline tersebut sudah memiliki hak cipta, penggunaan tanpa izin bisa menimbulkan masalah hukum dan merugikan reputasi bisnis.

9. Sesuaikan dengan Desain Logo
Tagline biasanya ditempatkan bersama logo untuk memperkuat kesan visual. Oleh karena itu, buatlah logo yang selaras dengan tagline agar pesan yang disampaikan jelas, tidak membingungkan, dan tetap menonjol di mata audiens.

Sebagai penutup, dengan memahami prinsip-prinsip di atas, Anda akan lebih mudah menciptakan tagline yang efektif untuk mempromosikan bisnis sekaligus meningkatkan brand awareness. 

Tagline adalah cerminan identitas brand yang dirangkai secara singkat namun bermakna, sehingga mampu membangun kesan kuat dan mudah diingat oleh audiens.

Kini, pertanyaannya adalah: sudahkah Anda membayangkan tagline yang paling cocok untuk brand Anda?

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index