Metode SECURE Berau: Sukses Panen Melimpah Tanpa Rusak Alam

Rabu, 17 Juni 2026 | 14:21:21 WIB
Ilustrasi udang windu (FOTO: NET)

BERAU - Kisah inspiratif petambak menunjukkan lingkungan bukanlah musuh saat mengais rezeki.

Sebaliknya, alam ialah rekan yang wajib dipelihara.

Melalui kawasan pesisir, terdapat bukti nyata bahwa kemajuan ekonomi tidak harus mengorbankan kelestarian ekosistem.

Kedua aspek tersebut dapat berjalan beriringan demi menyokong kehidupan masyarakat.

Masyarakat setempat kini dapat menikmati hasil panen yang jauh lebih melimpah.

Kebahagiaan mereka kini bersumber dari metode budidaya baru yang ramah lingkungan, bukan lagi dari kebiasaan merusak hutan mangrove.

Warga menerapkan metode Shrimp Carbon Aquaculture (SECURE) yang mengombinasikan peningkatan produktivitas tambak dengan pemulihan ekosistem.

Keberhasilan panen ini merupakan wujud nyata kolaborasi berbagai lembaga bersama masyarakat lokal dalam program SOMACORE.

Momen berharga ini sekaligus menandai babak baru bagi pengelolaan sektor perikanan pesisir.

Hasil tersebut membuktikan bahwa menjaga alam merupakan kunci utama dalam menjamin pendapatan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Sebab selama ini, metode konvensional kerap memperluas lahan dengan membabat hutan bakau yang berfungsi sebagai pelindung pantai.

Tindakan itu memicu penurunan mutu air, kerusakan tanah, serta ketidakpastian hasil panen.

Kerusakan mangrove juga menghilangkan pasokan pakan alami yang menunjang produktivitas tambak.

Kehadiran SECURE mengubah pola pikir tersebut dengan prinsip bahwa hasil maksimal tidak memerlukan area yang lebih luas.

Melalui sistem ini, pembagian lahan diatur secara lebih bijaksana dan efisien.

Hanya seperlima lahan yang dimanfaatkan sebagai area budidaya, sementara sisanya dikembalikan fungsinya untuk konservasi hutan mangrove.

Bagi sebagian orang, pembatasan lahan budidaya ini mungkin dianggap memperkecil skala bisnis mereka.

Namun, kondisi nyata di lapangan justru menunjukkan hasil yang berbanding terbalik.

Angka produktivitas tambak justru mengalami peningkatan yang signifikan.

Salah satu contoh keberhasilan ini terlihat nyata pada area tambak milik seorang warga di kawasan tersebut.

Sebelum menerapkan metode SECURE, seluruh lahan dipakai untuk budidaya tetapi hasil panen udang windu hanya mencapai kisaran 100 kilogram saja.

Kini, walaupun area budidaya menyusut drastis, volume hasil panen yang diperoleh justru melonjak tajam.

Berdasarkan agenda panen awal Juni tahun ini, tambak tersebut berhasil menghasilkan komoditas udang windu, udang bintik, ikan bandeng, hingga kepiting bakau secara melimpah.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan tambak yang memperhatikan kelestarian alam mampu memberikan hasil memuaskan.

Kenaikan produksi udang windu sebesar 15 persen menegaskan bahwa kualitas manajemen jauh lebih utama dibanding luasnya lahan.

Tentu saja keberhasilan luar biasa ini tidak didapatkan secara instan begitu saja.

Melalui pendampingan intensif, petambak diajarkan untuk memahami ritme ekosistem sekaligus mengoptimalkan potensi alam tanpa merusaknya.

Salah satu edukasi utamanya adalah memproduksi pupuk kompos serta Mikroorganisme Lokal (MOL) secara mandiri dari bahan organik sekitar.

Pupuk kompos berfungsi menyuburkan dasar tambak dan memicu pakan alami sehingga mampu memangkas biaya pakan pabrikan.

Sementara itu, penggunaan MOL menjaga kestabilan nutrisi air, mencegah hama penyakit, serta memelihara kejernihan air tambak.

Hal ini berimbas pada pengeluaran operasional yang semakin hemat dan kelestarian alam yang tetap terjaga baik.

Perubahan signifikan lainnya juga diterapkan melalui pengenalan sistem pendederan atau nursery.

Jika sebelumnya bibit langsung ditebar ke kolam besar, kini bibit dirawat terlebih dahulu di kolam kecil khusus.

Langkah ini dilakukan agar bibit tumbuh lebih kuat dan mampu beradaptasi sebelum dipindahkan ke area utama.

Petambak setempat merasakan langsung manfaat besar dari penerapan sistem pembibitan baru tersebut.

Bagi petambak, metode nursery menjadi salah satu ilmu baru yang paling memberikan keuntungan.

Sebab sebelumnya, benih yang langsung disebar sering kali memicu angka kegagalan yang cukup tinggi.

Kini, benih memiliki daya tahan lebih tinggi dengan tingkat kelangsungan hidup yang meningkat pesat.

Dampaknya terlihat sangat nyata pada hasil panen gabungan keluarga petambak tersebut.

Mereka sukses mendatangkan ratusan kilogram udang windu serta udang bintik dengan pendapatan yang jauh lebih stabil dari sebelumnya.

Kunci utama kesuksesan sistem SECURE ini adalah keberadaan hutan mangrove yang direhabilitasi secara konsisten.

Sebab hutan mangrove bukan sekadar tanaman pesisir biasa tanpa fungsi.

Ekosistem pesisir ini mengemban peran ganda yang sangat krusial bagi lingkungan.

Secara ekologis, mangrove berfungsi sebagai benteng pertahanan alami dari erosi sekaligus penyerap karbon terbesar di pesisir.

Manfaatnya juga berdampak langsung pada keberhasilan aktivitas budidaya perikanan.

Akar mangrove menyaring air, menjaga kadar garam, serta menyediakan tempat berlindung dan pakan alami bagi biota tambak.

Saat ekosistem terjaga, risiko gangguan alam seperti perubahan suhu ekstrem dan penurunan mutu air dapat diminimalisasi.

Oleh karena itu, walau lahan menyusut, produktivitas justru meroket karena ekosistem tumbuh komoditas menjadi lebih bersih.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, merespons positif capaian tersebut sebagai prototipe pembangunan yang pantas dijadikan cerminan.

"Pendekatan ini menunjukkan bahwa budidaya dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Selain meningkatkan hasil budidaya, model SECURE juga menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat," ujar Majid.

Konsep ini juga sejalan dengan prinsip Ekonomi Biru yang menempatkan kesehatan alam sebagai fondasi utama ekonomi.

Ketika alam terawat, risiko gagal panen berkurang, biaya efisien, dan nilai jual komoditas akan semakin tinggi.

Bagi Direktur Program Kelautan YKAN, Muhammad Ilman, kesuksesan agenda ini tidak semata-mata ditakar dari nominal hasil panen yang didapatkan.

Menurutnya, SECURE bukan hanya tentang produksi udang, melainkan cara masyarakat membangun hubungan yang sehat dengan ekosistem.

"Ketika mangrove dipulihkan dan kapasitas petambak diperkuat, kami dapat melihat sistem pengelolaan yang lebih tangguh, baik secara ekonomi maupun ekologis," kata Ilman.

Transformasi di wilayah ini menjadi bukti bahwa lewat pengetahuan tepat dan komitmen, kemakmuran bisa diraih tanpa merusak alam.

Sistem baru ini juga berhasil mendorong diversifikasi komoditas hasil produksi petambak.

Selain udang, mereka kini bisa memanen bandeng serta kepiting bakau sehingga sumber pendapatan semakin bervariasi.

Kisah berharga ini memberikan pelajaran penting bahwa lingkungan bukanlah musuh dalam mengais rezeki.

Sebaliknya, alam adalah mitra terbaik yang harus terus dijaga kelestariannya.

Jika dikelola dengan bijak, alam akan memberikan hasil yang melimpah serta berkelanjutan.

Masa depan sektor perikanan di wilayah ini kini tampak lebih cerah, seimbang, dan dipenuhi harapan besar.

Terkini