JAKARTA - Sejumlah dinamika penting di panggung politik serta pemerintahan bergulir pada Senin (8/6), meliputi respons Istana terkait vonis Majelis Etik Ombudsman RI yang menjatuhkan sanksi kepada Hery Susanto, pengangkatan Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, hingga peresmian jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan Majelis Etik Ombudsman RI (ORI) yang menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada Ketua Ombudsman RI nonaktif Hery Susanto karena tersangkut kasus dugaan korupsi.
Presiden Partai Buruh yang juga menjabat sebagai Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, secara resmi diangkat oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang memaparkan bahwa kantin sekolah dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dapur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menghemat biaya operasional program.
Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Agustina Arumsari serta Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN, melalui prosesi pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa ia akan memprioritaskan beberapa isu dalam jabatan barunya sebagai penasihat Presiden Prabowo Subianto, di antaranya pembatasan alih daya (outsourcing) dan kelayakan upah.