OpenAI Rilis Lockdown Mode di ChatGPT demi Tangkal Hacker AI

Senin, 08 Juni 2026 | 09:54:05 WIB
Ilustrasi pembuatan fitur lockdown

JAKARTA - OpenAI meluncurkan fitur keamanan anyar yang dinamakan Lockdown Mode pada chatbot ChatGPT pada Minggu (7/6/2026).

Fasilitas ini dihadirkan guna melindungi para pengguna dari risiko peretasan data akibat serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI), salah satunya melalui metode prompt injection.

Prompt injection sendiri merupakan teknik peretasan yang menyisipkan instruksi tersembunyi di dalam berkas, situs, atau basis data lain yang sedang diproses oleh sistem AI.

Aksi ilegal tersebut dapat mengganggu kinerja AI, bahkan dalam kondisi tertentu berisiko dimanfaatkan untuk meretas atau membocorkan data yang bersifat rahasia.

Mengenai mekanisme operasionalnya, Lockdown Mode memproteksi pengguna dengan cara membatasi fungsionalitas ChatGPT yang terhubung ke internet atau platform eksternal.

Salah satu fungsi yang dibatasi adalah kemampuan penelusuran web secara langsung (live web browsing).

Ketika opsi ini aktif, ChatGPT hanya dapat mengakses informasi yang tersimpan dalam memori jangka pendek (cache), sehingga hasil penelusuran menjadi lebih terbatas, tidak muncul, atau kurang mutakhir.

Pembatasan juga diberlakukan pada sektor visual atau gambar.

Sistem ChatGPT tidak dapat menampilkan visual dari halaman web dalam opsi jawaban standar.

Kendati demikian, pengguna masih tetap bisa mengunggah dokumen gambar serta mengoperasikan fitur pembuat gambar (image generation) yang tersedia pada akun mereka.

Selain itu, utilitas Deep Research serta Agent Mode, termasuk Canvas dan opsi unduh dokumen, akan dinonaktifkan sepenuhnya saat Lockdown Mode dalam posisi aktif.

Lalu, fungsi apa saja yang tidak mengalami perubahan akibat Lockdown Mode?

Berdasarkan keterangan OpenAI, Lockdown Mode tidak mengusik fungsi Memory, pengunggahan berkas, kompetensi membagikan obrolan, serta preferensi pemakaian data obrolan untuk edukasi model AI.

Sistem keamanan baru ini juga tidak memengaruhi konektivitas jaringan pada Codex, platform pemrograman buatan OpenAI.

Meskipun mempunyai fungsi untuk menghalau prompt injection, OpenAI menegaskan bahwa Lockdown Mode tidak bisa menghentikan semua serangan prompt injection yang ada. Sebab, serangan ini bisa saja tersembunyi di dalam file hingga dokumen yang diunggah, atau konten web yang sebelumnya diakses oleh pengguna dan disimpan dalam sebuah percakapan ChatGPT sebelum Lockdown Mode aktif.

Menurut penjelasan pihak OpenAI, penyebaran Lockdown Mode mulai dilakukan untuk pemilik akun ChatGPT individu yang masuk dalam kriteria, seperti varian Free, Go, Plus, Pro, serta akun ChatGPT Business berbasis self-service.

Pengguna yang telah mendapatkan pembaruan ini dapat mengaktifkannya melalui menu Settings > Security > Advanced Security > Lockdown Mode.

Sistem pertahanan ini tidak dapat dioperasikan secara bersamaan dengan Developer Mode.

Begitu fitur keamanan ini dinyalakan, Developer Mode akan otomatis mati, dan hal yang sama berlaku untuk kondisi sebaliknya.

Untuk kebutuhan tertentu, pengguna juga diperbolehkan mematikan fungsi Lockdown Mode pada satu ruang obrolan (chat) saja tanpa perlu menonaktifkannya secara global pada seluruh akun.

OpenAI menjelaskan bahwa Lockdown Mode tidak ditujukan untuk semua pengguna. Fitur ini lebih ditujukan bagi individu maupun organisasi yang mengelola informasi penting dan membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi saat menggunakan layanan AI, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari OpenAI.

Terkini