JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan saham Jumat (21/5/2026).
Pelemahan IHSG hari berlawanan arah dengan bursa Asia.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun 0,92 persen atau 60 poin menjadi 6.027,95 dari penutupan perdagangan sebelumnya di 6.094,94.
Indeks saham LQ45 juga melemah 1,45% menjadi 607,53.
Seluruh indeks saham acuan terbakar.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.071,68 dan level terendah 5.967,50.
Sebanyak 459 saham melemah sehingga menekan IHSG.
Selain itu, hanya ada 74 saham yang menguat dan 125 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 118.762 kali dengan volume perdagangan saham 2,3 miliar saham.
Nilai transaksi harian saham Rp 1,1 triliun.
Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.675.
Seluruh sektor saham mengalami tekanan dengan pelamahan tertinggi dialami sektor transportasi dan disusul sektor noncyclical.
Gerak Bursa Asia
Dikutip dari CNBC, Jumat (22/5/2026), di kawasan Asia, indeks saham utama bergerak di zona hijau.
Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 1,36%, sementara Topix naik 0,55%.
Pergerakan positif juga terlihat di pasar saham negara Asia lainnya.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,52%, sedangkan indeks Kosdaq melonjak lebih dari 3%.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia juga menguat 0,5%.
Di Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng terakhir berada di level 25.568, lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 25.386,52.
IHSG Rawan Koreksi
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Jumat (22/5/2026).
IHSG hari ini akan menguji 5.899-5.999.
Pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG merosot 3,54% ke 6.094.
Tekanan jual masih mendominasi.
Analis PT MNC Sekuritasi, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. “Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899-5.999,” ujar Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 5.880-6.220.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness
Saham BBCA terkoreksi 0,42% ke 5.950 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu bertahan di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi BBCA saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 5.625-5.775
Target Price: 6.425, 6.775
Stoploss: below 5.575
2.PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) - Buy on Weakness
Saham HMSP menguat 3,47% ke 745 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA20. “Kami perkirakan, posisi HMSP sedang berada di awal wave (c) dari wave [b],” ujar dia.
Buy on Weakness: 725-740
Target Price: 780, 815
Stoploss: below 715