BI Yakin Rupiah Segera Stabil di Tengah Pelemahan Kurs

Selasa, 19 Mei 2026 | 11:00:41 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: NET)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memiliki keyakinan yang kuat bahwa nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal berangsur pulih dan stabil kembali.

"Yakin stabil," ujar Perry usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Walau mempunyai pandangan demikian, Perry masih belum bisa memberikan kepastian mengenai momentum waktu yang tepat terkait pergerakan rupiah untuk menjadi stabil kembali.

Dalam agenda yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melayangkan laporan kepada Presiden Prabowo mengenai situasi perekonomian Indonesia yang berada dalam kondisi prima, di mana postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai terhitung aman guna menyokong berjalannya berbagai program prioritas.

Di samping hal tersebut, ia pun mengutarakan bahwa pilar fondasi fiskal milik Indonesia berada dalam status yang sangat baik.

Pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke depannya bakal lebih mengintensifkan agenda sosialisasi yang ditujukan kepada sektor pasar modal serta kalangan investor.

"Kondisi ekonomi bagus, anggaran juga bagus enggak ada masalah, fondasi ekonomi betul-betul bagus. Cuma nanti sosialisasi-sosialisasi lebih bagus ke pasar, ke investor juga seperti apa," kata Purbaya.

Lebih dalam lagi, Purbaya menerangkan bahwa pihak pemerintah saat ini telah mengambil langkah masuk ke dalam sektor pasar obligasi demi memelihara stabilitas nilai tukar mata uang rupiah.

Secara berjenjang dan konsisten, pemerintah bakal terus mendongkrak nominal nilai investasi pada instrumen surat utang negara.

Lewat strategi demikian, pergerakan arus modal asing diharapkan bisa kembali mengalir masuk menuju ke dalam negeri sehingga sanggup memperkokoh posisi tawar rupiah.

Purbaya juga menambahkan bahwa dalam kurun waktu dekat ini pihaknya bakal mengumumkan pemaparan strategi fiskal terstruktur yang disesuaikan dengan instruksi langsung dari Presiden Prabowo.

Nilai tukar (kurs) mata uang rupiah pada sesi penutupan perdagangan hari ini terpantau mengalami koreksi melemah menuju ke level angka Rp17.668 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada waktu sebelumnya yang berada di angka Rp17.597 per dolar AS.

Pergerakan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) milik Bank Indonesia pada hari ini terpantau ikut mengalami pelemahan menuju ke level Rp17.666 per dolar AS dari kedudukan sebelumnya yang berada di level Rp17.496 per dolar AS.

Terkini