Avtur Mahal: Delta Hapus Layanan Makan di Ratusan Jadwal Terbang

Selasa, 12 Mei 2026 | 16:14:44 WIB
Ilustrasi Makanan di Pesawat (FOTO: NET)

JAKARTA - Kenaikan harga avtur yang signifikan mulai berdampak pada standar layanan di industri penerbangan.

Salah satu maskapai besar memutuskan untuk menghapus fasilitas camilan dan minuman gratis pada ratusan jadwal rute jarak pendek.

Delta Air Lines, sebagai salah satu penyedia layanan udara raksasa di Amerika Serikat, mengumumkan penghentian layanan konsumsi cuma-cuma untuk penerbangan di bawah 350 mil mulai 19 Mei 2026.

Berdasarkan laporan The Independent, penumpang di rute singkat tersebut tidak akan lagi menerima minuman soda atau kudapan gratis.

Dampak kebijakan ini menyasar rute domestik seperti Los Angeles–San Francisco, New York–Boston, Detroit–St Louis, hingga rute New York–Memphis.

Sebaliknya, penerbangan dengan jarak di atas 350 mil direncanakan akan mendapat peningkatan kualitas melalui pilihan menu yang lebih beragam.

Kebijakan efisiensi ini tidak berlaku bagi penumpang kabin Delta First yang tetap menikmati layanan penuh.

Juru bicara maskapai menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk menciptakan pengalaman layanan yang lebih konsisten di seluruh jaringan penerbangan mereka.

“Bahkan pada sejumlah kecil penerbangan tanpa layanan minuman, awak kabin kami akan tetap hadir dan fokus melayani pelanggan,” kata pihak Delta.

Data internal menunjukkan 14 persen jadwal harian akan beralih ke layanan penuh, sementara 9 persen jadwal lainnya mengalami pengurangan fasilitas.

Dari total 5.500 jadwal terbang per hari, sekitar 700 penerbangan akan mendapat tambahan layanan, namun hampir 500 penerbangan kehilangan fasilitas makanan.

Selain memangkas konsumsi, Delta juga telah menetapkan kenaikan tarif bagasi terdaftar sejak beberapa waktu lalu.

Mulai April 2026, biaya bagasi pertama naik ke angka 45 dollar AS, diikuti bagasi kedua 55 dollar AS, dan bagasi ketiga mencapai 200 dollar AS.

Pihak manajemen menyatakan penyesuaian tersebut dilakukan sebagai hasil tinjauan bisnis dalam merespons dinamika situasi global serta industri penerbangan.

Merujuk data Argus Media’s U.S. Jet Fuel Index, harga bahan bakar jet di Amerika Serikat melonjak dari 2,50 dollar AS menjadi sekitar 4,13 dollar AS per galon.

Meskipun harga tiket pesawat terus meningkat, para ahli menyarankan calon penumpang untuk segera memesan tiket guna menghindari lonjakan harga lebih lanjut.

Terkini