SURABAYA - Pemerintah memperkuat lini infrastruktur pascapanen sebagai langkah strategis untuk stabilkan pasokan dan harga pangan di tengah fluktuasi pasar nasional.
Pembangunan fasilitas gudang penyimpanan dan mesin pengering menjadi prioritas utama untuk mengurangi risiko kerusakan hasil tani.
"Infrastruktur pascapanen yang memadai akan meminimalkan kehilangan hasil panen dan menjaga kualitas komoditas tetap prima hingga ke tangan konsumen," ujar Arief Prasetyo Adi, sebagaimana dilangsir dari jatimupdate.id, Senin (27/4/2026).
Langkah integrasi sistem logistik diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang terlalu panjang dan membebani harga di tingkat pengecer.
Arief Prasetyo Adi menjelaskan bahwa keberadaan infrastruktur yang modern memungkinkan penyerapan hasil panen petani dilakukan secara maksimal tanpa khawatir barang cepat membusuk.
Penyediaan teknologi pengolahan juga menjadi bagian dari upaya menciptakan nilai tambah bagi produk pangan lokal agar memiliki daya saing lebih tinggi.
"Kita targetkan pembangunan sarana pendukung ini selesai tepat waktu agar bisa segera digunakan untuk stabilkan pasokan dan harga pangan," ucap Arief Prasetyo Adi, sebagaimana dilangsir dari jatimupdate.id, Senin (27/4/2026).
Pemerintah berkomitmen memberikan pendampingan teknis bagi kelompok tani dalam mengoperasikan fasilitas baru tersebut secara mandiri dan profesional.
Ketersediaan stok yang merata di seluruh wilayah menjadi kunci utama dalam meredam lonjakan harga yang sering terjadi pada periode tertentu.
Ke depan, monitoring berbasis digital akan diterapkan pada setiap infrastruktur pascapanen guna melacak ketersediaan pangan secara real-time.
Pembangunan ini diprediksi akan memperkuat fondasi ekonomi perdesaan sekaligus menjamin keterjangkauan harga pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.