IHSG Anjlok 157 Poin Ke Level 7.026 Tekanan Pasar Menguat Hari Ini

Jumat, 03 April 2026 | 09:58:05 WIB
IHSG Anjlok 157 Poin Ke Level 7.026 Tekanan Pasar Menguat Hari Ini

JAKARTA - Tekanan jual yang meningkat sejak awal sesi perdagangan akhirnya menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin dalam ke zona merah hingga penutupan. 

Pergerakan indeks sepanjang hari mencerminkan sentimen pasar yang cenderung negatif, meskipun sebelumnya sempat muncul harapan penguatan. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali berhati-hati dalam mengambil posisi.

Sejak pembukaan perdagangan pagi hingga penutupan pada Kamis, 2 April 2026, IHSG tidak mampu keluar dari tekanan. Pelemahan yang terjadi cukup signifikan, menunjukkan dominasi aksi jual di hampir seluruh sektor. Situasi ini menjadi kontras dengan optimisme yang sempat muncul pada perdagangan sebelumnya.

Pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan

Berdasarkan data RTI, IHSG tercatat turun 157,655 poin atau setara 2,19 persen ke posisi 7.026,782. Pada awal perdagangan, indeks sempat dibuka di level 7.153,114 sebelum akhirnya bergerak turun secara bertahap sepanjang hari.

Selama sesi perdagangan, IHSG menyentuh level tertinggi di 7.161 dan terendah di posisi 7.019. Rentang pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, seiring tekanan jual yang terus berlangsung hingga penutupan.

Penurunan ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar cenderung negatif sejak awal hingga akhir perdagangan. Investor terlihat lebih memilih melepas saham dibandingkan melakukan akumulasi, terutama di tengah ketidakpastian global.

Aktivitas perdagangan dan kapitalisasi pasar

Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 25,556 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp12,708 triliun. Angka ini menunjukkan aktivitas pasar yang cukup tinggi, meskipun didominasi oleh tekanan jual.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.330,686 triliun. Sementara itu, frekuensi transaksi mencapai 1.788.207 kali. Data ini mencerminkan tingginya aktivitas perdagangan di tengah kondisi pasar yang melemah.

Dari sisi pergerakan saham, hanya 177 saham yang berhasil menguat. Sebaliknya, sebanyak 530 saham mengalami pelemahan, sementara 113 saham lainnya stagnan. Komposisi ini mempertegas dominasi tekanan jual di pasar.

Prediksi sebelumnya dan realisasi pasar

Sebelumnya, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyampaikan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan penguatan. Ia memperkirakan support IHSG berada di kisaran 7.025-7.130 dan resistance di level 7.200-7.300.

" Diperkirakan support IHSG 7.025-7.130 dan resist IHSG 7.200-7.300," ungkap Fanny dalam analisis hariannya. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan tekanan yang lebih besar dari perkiraan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa faktor eksternal maupun internal dapat dengan cepat mengubah arah pasar. Meskipun secara teknikal terdapat potensi penguatan, sentimen global tetap menjadi penentu utama.

Perbandingan dengan perdagangan sebelumnya

Pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, IHSG sebenarnya ditutup menguat sebesar 1,93 persen. Namun, penguatan tersebut masih dibayangi oleh aksi jual bersih investor asing sebesar Rp163 miliar.

Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain BMRI, BBRI, BBNI, ANTM, dan ITMG. Aksi jual ini menjadi sinyal bahwa investor global masih cenderung berhati-hati terhadap pasar Indonesia.

Perbedaan arah antara dua hari perdagangan ini menunjukkan betapa dinamisnya pergerakan pasar saham. Dalam waktu singkat, sentimen dapat berubah dan memengaruhi keputusan investasi secara signifikan.

Pengaruh sentimen global terhadap pasar

Di pasar global, bursa saham Wall Street justru mencatat penguatan pada perdagangan Rabu (1/4). Indeks Dow Jones naik 0,48 persen, S&P 500 menguat 0,72 persen, dan Nasdaq Composite melonjak 1,16 persen.

Penguatan ini didorong oleh optimisme bahwa konflik antara Amerika Serikat dan Iran akan segera mereda. Selain itu, harga minyak dunia juga melemah, mencerminkan ekspektasi berkurangnya risiko geopolitik.

Namun, sentimen positif dari global tidak sepenuhnya mampu menopang IHSG. Hal ini menunjukkan bahwa pasar domestik memiliki dinamika tersendiri yang tidak selalu sejalan dengan pergerakan global.

Kondisi pasar Asia dan pergerakan mata uang

Pasar saham Asia-Pasifik pada perdagangan Rabu juga menunjukkan penguatan. Optimisme meredanya konflik Iran menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan indeks di kawasan tersebut.

Indeks Kospi di Korea Selatan bahkan melonjak hingga 8,4 persen, sementara Nikkei 225 naik 5,2 persen. Di sisi lain, dolar AS mengalami pelemahan seiring menurunnya permintaan terhadap aset safe haven.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen global sebenarnya cenderung positif. Namun, tekanan yang terjadi di IHSG mengindikasikan adanya faktor domestik atau aksi ambil untung yang memengaruhi pergerakan pasar.

Dengan berbagai dinamika tersebut, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan baik dari dalam maupun luar negeri. Pergerakan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global, arus dana asing, serta kondisi fundamental ekonomi domestik.

Terkini