IHSG Melemah Tipis Hari Ini Saham Dipengaruhi Sentimen Global dan Asing

Selasa, 31 Maret 2026 | 10:20:56 WIB
IHSG Melemah Tipis Hari Ini Saham Dipengaruhi Sentimen Global dan Asing

JAKARTA - Pergerakan pasar saham Indonesia pada awal pekan kembali berada dalam tekanan yang cukup terbatas. 

Meski penurunannya tidak terlalu dalam, kondisi ini mencerminkan adanya kekhawatiran investor terhadap berbagai sentimen eksternal. Aksi jual investor asing serta pelemahan nilai tukar rupiah menjadi faktor utama yang membayangi pasar.

Situasi tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati dalam bertransaksi. Di tengah ketidakpastian global, investor lebih selektif dalam menentukan pilihan saham yang dianggap memiliki prospek terbaik.

IHSG ditutup melemah tipis pada awal pekan perdagangan

Pasar saham bergerak di zona merah pada perdagangan Senin 30 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah tipis pada awal pekan tersebut.

Senin, IHSG turun 0,08% atau 5,38 poin ke level 7.091,67. Penurunan ini relatif kecil, namun tetap menjadi sinyal adanya tekanan di pasar.

Pergerakan tersebut mencerminkan kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. Investor masih menunggu kepastian arah dari berbagai sentimen global.

Tekanan berasal dari aksi jual asing dan pelemahan rupiah

Tekanan pasar dipicu oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp 686 miliar. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah ke level Rp 17.014 per dolar AS turut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menyebut tekanan eksternal masih membayangi pasar. “Depresiasi rupiah dan aksi jual asing membuat investor cenderung lebih berhati-hati,” ujarnya.

Kondisi ini membuat likuiditas pasar sedikit tertekan. Arus dana asing yang keluar juga menjadi faktor penting dalam pergerakan indeks.

Sentimen global jadi faktor utama penggerak pasar saham

Untuk perdagangan Selasa, Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung melemah terbatas, dengan support di 6.970 dan resistance di 7.198. Indikator MACD juga menunjukkan tren yang mulai melandai.

Ia menambahkan, sentimen global masih menjadi faktor utama. Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran pasar.

“Ini membuat investor lebih berhati-hati pada investasi di pasar saham,” jelas Audi.

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah Brent ke level tertinggi sejak 2022 juga meningkatkan risiko inflasi. Kondisi ini berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga global.

Tekanan juga datang dari pelemahan bursa global dan regional

Senada, analis Herditya Wicaksana menilai pelemahan bursa global dan regional Asia turut menekan IHSG. Ia juga menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah.

Keterlibatan Houthi Yaman dalam konflik tersebut turut mendorong kenaikan harga minyak dunia. Hal ini menjadi sentimen negatif tambahan bagi pasar saham.

“Untuk besok, IHSG rawan terkoreksi dengan support di 7.053 dan resistance di 7.118,” ujar Herditya.

Dengan berbagai tekanan tersebut, pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi.

Rekomendasi saham jadi acuan investor di tengah kondisi fluktuatif

Herditya merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati, yakni PT Samator Indo Gas Tbk dengan target Rp 3.600–Rp 3.780, PT Essa Industries Indonesia Tbk Rp 805–Rp 830, serta PT Bukit Asam Tbk di kisaran Rp 3.220–Rp 3.300.

Sementara itu, Audi memberikan rekomendasi teknikal pada saham PT Petrosea Tbk dengan speculative buy, support Rp 4.250, resistance Rp 5.375.

Selain itu, saham PT Medco Energi Internasional Tbk juga direkomendasikan dengan trading buy, support Rp 1.820 dan resistance Rp 2.120.

Rekomendasi ini dapat menjadi panduan bagi investor dalam menentukan strategi di tengah kondisi pasar yang belum stabil.

IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dengan tekanan terbatas

Dengan berbagai sentimen yang ada, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan cenderung fluktuatif. Tekanan memang masih ada, namun relatif terbatas dalam jangka pendek.

Investor diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan global maupun domestik. Perubahan sentimen dapat terjadi sewaktu-waktu dan memengaruhi arah pasar.

Dalam kondisi seperti ini, strategi selektif dan disiplin menjadi kunci. Memilih saham dengan fundamental kuat dan mengikuti rekomendasi analis dapat membantu mengoptimalkan peluang di tengah ketidakpastian.

Terkini