Harga BBM Pertamina Turun Februari 2026 Daftar Lengkap Terbaru Seluruh SPBU Indonesia

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:18:34 WIB
Harga BBM Pertamina Turun Februari 2026 Daftar Lengkap Terbaru Seluruh SPBU Indonesia

JAKARTA - Penyesuaian harga bahan bakar minyak kembali dilakukan PT Pertamina pada Februari 2026. 

Kebijakan ini menjadi perhatian masyarakat luas karena berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan aktivitas ekonomi sehari-hari. Penurunan harga BBM nonsubsidi tersebut berlaku di seluruh SPBU Pertamina di Indonesia dan resmi diterapkan pada Kamis, 12 Februari 2026.

Kebijakan penyesuaian harga ini didasarkan pada regulasi yang mengatur formula perhitungan harga dasar BBM. Dengan adanya penurunan harga, pemerintah dan Pertamina berharap dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan distribusi energi tetap berjalan stabil di tengah dinamika harga minyak global.

Penyesuaian Harga Berdasarkan Regulasi ESDM

Penurunan harga BBM nonsubsidi yang dilakukan Pertamina mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Aturan tersebut merupakan perubahan atas Kepmen Nomor 62 K/12/MEM/2020 yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM jenis bensin dan minyak solar di SPBU.

Melalui regulasi ini, harga BBM disesuaikan secara berkala dengan mempertimbangkan sejumlah indikator, mulai dari harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, hingga biaya distribusi. Dengan formula tersebut, harga BBM dapat lebih responsif terhadap perubahan kondisi pasar energi global.

Pertamina menyatakan penyesuaian ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menerapkan kebijakan harga yang transparan dan sesuai ketentuan. Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa perubahan harga dilakukan berdasarkan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

BBM Nonsubsidi Alami Penurunan Harga

Sejumlah BBM nonsubsidi tercatat mengalami penurunan harga pada Februari 2026. Jenis BBM yang harganya turun meliputi Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, serta Pertamina Dex. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tidak mengalami perubahan harga.

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor sebesar lima persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax kini menjadi Rp11.800 per liter dari sebelumnya Rp12.350 per liter. Pertamax Turbo turun menjadi Rp12.700 per liter dari Rp13.400 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dijual Rp12.450 per liter dari Rp13.150 per liter.

Dexlite juga mengalami penurunan menjadi Rp13.250 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter. Pertamina Dex turun tipis menjadi Rp13.500 per liter dari Rp13.600 per liter. Adapun Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter dan Bio Solar berada di angka Rp6.800 per liter.

Harga BBM di Wilayah Sumatera dan Sekitarnya

Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Pertamax dibanderol Rp12.100 per liter, Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, Dexlite Rp13.550 per liter, Pertamina Dex Rp13.800 per liter, serta Solar Rp6.800 per liter.

Untuk kawasan Free Trade Zone Sabang, harga Pertamax lebih rendah yakni Rp11.100 per liter, Dexlite Rp12.350 per liter, dengan Pertalite dan Solar tetap di harga nasional. Sementara di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, harga Pertamax berada di Rp12.400 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.250 per liter.

Wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, serta Lampung juga mengikuti pola harga yang relatif serupa. Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, dengan BBM subsidi tetap tidak berubah.

Harga BBM di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

Di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, harga Pertamax tercatat Rp11.800 per liter. Pertamax Turbo dijual Rp12.700 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.450 per liter, Dexlite Rp13.250 per liter, dan Pertamina Dex Rp13.500 per liter.

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat menerapkan harga yang sama dengan Jawa untuk BBM nonsubsidi. Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, harga Pertamax berada di Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter, menyesuaikan dengan faktor distribusi regional.

Harga Pertalite dan Solar di seluruh wilayah tersebut tetap stabil di Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter. Stabilitas harga BBM subsidi ini menjadi perhatian pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

Harga BBM di Kalimantan dan Sulawesi

Untuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, harga Pertamax berada di Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter. Dexlite dijual Rp13.550 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter.

Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara memiliki harga sedikit lebih tinggi. Pertamax dibanderol Rp12.400 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.250 per liter. Perbedaan ini dipengaruhi oleh biaya distribusi dan karakteristik wilayah.

Di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat, harga BBM nonsubsidi umumnya sama dengan wilayah Kalimantan bagian tengah. Pertamax dijual Rp12.100 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.000 per liter.

Harga BBM di Kawasan Timur Indonesia

Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatat harga Pertamax Rp12.100 per liter dan Dexlite Rp13.550 per liter. Solar tetap Rp6.800 per liter. Sementara itu, di Papua, Pertamax Turbo tersedia dengan harga Rp13.000 per liter.

Untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya, harga Pertamax Rp12.100 per liter dan Pertamina Dex Rp13.800 per liter. Adapun Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan menerapkan harga Pertamax Rp12.100 per liter dengan Dexlite Rp13.550 per liter.

Dengan penyesuaian harga ini, Pertamina berharap masyarakat dapat memanfaatkan penurunan BBM nonsubsidi secara optimal. Pemerintah dan Pertamina juga memastikan pasokan BBM di seluruh wilayah Indonesia tetap aman dan tersedia, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar tanpa gangguan distribusi energi.

Terkini