Tekanan Pasar Kripto Meningkat Bitcoin Tergelincir Lebih Dalam Di Tengah Sentimen Global

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:25:20 WIB
Tekanan Pasar Kripto Meningkat Bitcoin Tergelincir Lebih Dalam Di Tengah Sentimen Global

JAKARTA - Pasar kripto kembali menghadapi fase penuh tekanan pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026. 

Aset digital utama mengalami pelemahan serentak, dengan Bitcoin kembali menjadi sorotan utama setelah mencatatkan penurunan signifikan. Kondisi ini mempertegas bahwa volatilitas masih menjadi karakter kuat pasar kripto, meskipun adopsi institusional terus berlangsung dan kebijakan sejumlah negara dinilai lebih ramah terhadap aset digital.

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin (BTC) tercatat turun 3,16 persen dalam 24 jam terakhir. Pelemahan tersebut membawa Bitcoin ke level 76.328,63 dollar Amerika Serikat. Tekanan tidak hanya terjadi dalam jangka pendek, karena secara mingguan Bitcoin telah terkoreksi 14,44 persen, sementara dalam periode 30 hari terakhir penurunannya mencapai 17,83 persen.

Kinerja Bitcoin Tertekan Dalam Berbagai Periode Waktu

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran 1,52 triliun dollar AS. Sementara itu, volume transaksi 24 jam tercatat mencapai 68,63 miliar dollar AS, mencerminkan aktivitas perdagangan yang tetap tinggi di tengah tekanan jual. Penurunan harga yang berkelanjutan menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung negatif, dengan pelaku pasar memilih bersikap lebih defensif.

Koreksi harga Bitcoin kali ini dinilai cukup dalam karena menghapus sebagian besar kenaikan yang sempat terjadi sebelumnya. Tekanan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir memperlihatkan bahwa pasar kripto masih sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk kebijakan ekonomi dan geopolitik.

Altcoin Berkapitalisasi Besar Ikut Melemah

Tekanan tidak hanya dialami Bitcoin. Sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar lainnya juga bergerak di zona merah. Ethereum (ETH) diperdagangkan di level 2.266,77 dollar AS, melemah 3,49 persen. BNB tercatat turun 1,59 persen ke posisi 759,31 dollar AS, sementara XRP melemah 1,34 persen ke level 1,591 dollar AS.

Solana (SOL) menjadi salah satu aset yang terkoreksi paling dalam. SOL tercatat turun 4,49 persen dan kini berada di level 99,21 dollar AS. Pelemahan ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih merata di berbagai segmen pasar kripto, tidak hanya terfokus pada satu aset tertentu.

Stablecoin Relatif Bertahan Dan Pengecualian Pasar

Di tengah pelemahan mayoritas aset kripto, aset berbasis stablecoin relatif bergerak stabil. Tether (USDT) tercatat berada di level 0,9985 dollar AS, sedangkan USD Coin (USDC) berada di posisi 0,9996 dollar AS. Pergerakan stabil ini mencerminkan peran stablecoin sebagai tempat berlindung sementara bagi investor di tengah gejolak pasar.

Selain itu, terdapat beberapa aset kripto yang justru mencatatkan penguatan. TRX naik 1,27 persen ke level 0,2866 dollar AS. Bitcoin Cash (BCH) menguat 0,39 persen ke posisi 536,03 dollar AS. Sementara itu, LEO mencatat lonjakan paling besar dengan kenaikan 3,22 persen ke level 8,848 dollar AS.

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah Dalam Setahun

Harga Bitcoin diketahui merosot ke level terendah sejak Donald Trump kembali menduduki Gedung Putih lebih dari setahun lalu. Pelemahan ini sekaligus menghapus seluruh kenaikan yang sempat dicatat Bitcoin sejak kemenangan presiden Amerika Serikat yang dikenal ramah terhadap industri kripto tersebut dalam pemilu.

Mengutip Bloomberg, sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin memperpanjang tren penurunan yang telah berlangsung hampir empat bulan. Harga Bitcoin bahkan sempat jatuh ke bawah 74.424,95 dollar AS, yang menjadi level terendah sepanjang 2025. Level ini terakhir kali terlihat pada 7 April, setelah rencana awal kebijakan tarif Trump mengguncang pasar keuangan global.

Likuidasi Dan Tekanan Leverage Memperdalam Pelemahan

“Banyak trader sebelumnya mencoba membeli saat harga turun dengan harapan Bitcoin bisa memantul kembali ke atas 80.000 dollar AS,” ujar Bohan Jiang, senior derivatives trader di FalconX. Namun, seiring harga Bitcoin terus melemah, posisi-posisi tersebut justru dilikuidasi, sehingga menambah tekanan terhadap harga.

Pada perdagangan Selasa waktu New York, Bitcoin sempat anjlok hingga 7 persen ke posisi 72.877 dollar AS. Level tersebut menjadi posisi terendah sejak 6 November 2024, meskipun harga sempat mengalami pemulihan setelahnya. Kondisi ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar dapat berubah di tengah tekanan likuidasi.

Penurunan harga Bitcoin terjadi meskipun pemerintahan Amerika Serikat kini lebih pro-kripto dan adopsi institusional terus meningkat. Sejak mencetak rekor tertinggi pada awal Oktober lalu, harga Bitcoin telah terpangkas sekitar 40 persen. Aksi jual besar-besaran ini tidak terlepas dari gelombang likuidasi hebat yang terjadi pada 10 Oktober.

Saat itu, sekitar 19 miliar dollar AS posisi spekulatif berbasis leverage di pasar kripto terhapus. Hingga kini, pasar kripto secara keseluruhan belum sepenuhnya pulih dari tekanan tersebut. Situasi ini menegaskan bahwa meskipun prospek jangka panjang kerap dinilai positif, pasar kripto tetap menghadapi risiko tinggi dalam jangka pendek dan menengah.

Terkini