JAKARTA - Digital Edge menanamkan investasi senilai US$ 4,5 miliar untuk membangun CGK Campus.
Pusat data hyperscale ini memiliki kapasitas awal 500MW dan berbasis AI. Proyek ini menjadi salah satu investasi infrastruktur terbesar perusahaan di Indonesia.
Pembangunan CGK Campus bertujuan memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Infrastruktur ini diharapkan mendukung pertumbuhan layanan digital, cloud, dan pemanfaatan AI di berbagai sektor. Investasi ini juga menegaskan komitmen Digital Edge terhadap pengembangan teknologi dan inovasi lokal.
CEO Digital Edge, John Freeman, menyatakan fasilitas ini akan menjadi pusat data hyperscale terdepan. Desainnya mengutamakan efisiensi energi dan keberlanjutan. Target annualized PUE 1,25 menjadikannya salah satu yang terbaik di kelas hyperscale.
Desain Fasilitas dan Teknologi Terdepan
CGK Campus mengimplementasikan teknologi direct-to-chip liquid cooling. Sistem ini mendukung beban kerja AI berintensitas tinggi. Selain itu, fasilitas dilengkapi dengan integrasi energi terbarukan dan sistem daur ulang air.
Arsitektur pusat data bersifat carrier neutral. Hal ini memungkinkan fleksibilitas konektivitas dan akses ke ekosistem jaringan yang luas. Pendekatan ini memastikan pengguna dapat memanfaatkan infrastruktur dengan efisien dan aman.
Lokasi CGK Campus sangat strategis, kurang dari 15 km dari klaster data center utama kawasan Bekasi. Jaraknya sekitar 40 km dari fasilitas EDGE1 dan EDGE2. Posisi ini memberikan latensi rendah dan akses cepat ke pusat bisnis Jakarta.
Tahapan Pembangunan dan Operasional
Proyek ini dibangun secara bertahap untuk memastikan operasional optimal. Gedung pertama ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV-2026. Selanjutnya, gedung kedua dijadwalkan beroperasi pada kuartal I dan II tahun berikutnya.
Pendekatan bertahap ini memungkinkan uji coba sistem dan penyesuaian teknologi secara real-time. Setiap gedung dirancang untuk mendukung hyperscale dan AI dalam skala besar. Dengan demikian, kapasitas yang tersedia selalu sesuai dengan permintaan pasar digital nasional.
CEO Digital Edge Indonesia, Stephanus Oscar, menekankan kebutuhan infrastruktur digital meningkat lebih cepat dibanding ketersediaannya. CGK Campus hadir untuk mengatasi kesenjangan ini. Fasilitas 500MW ini dirancang siap untuk deployment AI dan hyperscale berskala besar.
Dukungan Infrastruktur dan Konektivitas
CGK Campus akan terhubung dengan jaringan fiber dan infrastruktur Indonet. Indonet merupakan anak perusahaan Digital Edge yang fokus pada solusi konektivitas. Jaringan ini menjadi fondasi utama kelancaran operasional pusat data.
Carrier neutral design memungkinkan pengguna mengakses berbagai penyedia layanan jaringan. Pendekatan ini meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi penggunaan data center. Hal ini juga memudahkan integrasi dengan ekosistem teknologi nasional maupun internasional.
Konektivitas latensi rendah menjadi nilai tambah bagi perusahaan dan startup digital. Lokasi strategis memungkinkan respons cepat untuk aplikasi AI dan cloud computing. Infrastruktur ini membantu mempercepat transformasi digital di berbagai industri.
Dampak Positif bagi Ekosistem Digital Nasional
CGK Campus diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Kehadiran pusat data ini membuka peluang untuk pengembangan AI dan cloud computing berskala besar. Investasi ini juga menambah kapasitas nasional dalam infrastruktur digital hyperscale.
Selain itu, proyek ini menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja teknologi lokal. Aktivitas pembangunan dan operasional pusat data memacu pertumbuhan industri pendukung. Dengan kapasitas 500MW, CGK Campus memperkuat posisi Indonesia sebagai hub digital regional.
Digital Edge menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap aspek proyek. Penggunaan energi terbarukan, efisiensi PUE, dan sistem daur ulang air menjadi prioritas utama. Hal ini memastikan CGK Campus tidak hanya berkapasitas besar tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.