Arsenal Libas Kairat, Kai Havertz Kembali Cetak Gol Krusial

Kamis, 29 Januari 2026 | 14:51:48 WIB
Arsenal Libas Kairat, Kai Havertz Kembali Cetak Gol Krusial

JAKARTA - Dominasi Arsenal di kompetisi kasta tertinggi Eropa musim ini seolah tidak terbendung. Di saat mereka harus berjuang keras menjaga stabilitas di kancah domestik, skuad asuhan Mikel Arteta justru tampil tanpa cela di panggung internasional. Keberhasilan terbaru mereka bukan sekadar meraih tiga poin, melainkan mencatatkan sejarah baru sebagai tim dengan rekor kemenangan mutlak di format anyar liga. Namun, di balik angka-angka statistik tersebut, ada satu narasi yang paling emosional bagi publik Emirates Stadium: kembalinya sosok Kai Havertz ke papan skor setelah penantian panjang yang penuh perjuangan.

Mikel Arteta berhasil membuktikan bahwa rotasi pemain dan kedalaman skuadnya adalah kunci untuk tetap kompetitif di tengah jadwal yang padat. Kemenangan atas wakil Kazakhstan, Kairat, menjadi bukti sahih bahwa sistem yang dibangun sang pelatih mampu membuat tim tetap tajam, siapa pun yang diturunkan sejak menit awal.

Rekor Sempurna Arsenal dan Kembalinya Kai Havertz

Arsenal tampaknya tidak menemui kendala berarti di Liga Champions meski tantangan gelar Liga Inggris mereka mulai menunjukkan tanda-tanda goyah. Sebuah kemenangan kedelapan berturut-turut membuat tim asuhan Mikel Arteta menjadi tim pertama yang mengakhiri fase liga dengan rekor 100% sejak format ini diperkenalkan musim lalu. Hanya sebuah gol hiburan di masa injury time yang menggagalkan keistimewaan mereka untuk memenangkan seluruh laga dengan selisih dua gol.

Sorotan utama pada laga ini tertuju pada Kai Havertz, yang tampil memukau pada start pertamanya selama hampir setahun akibat serangkaian cedera. Gelandang serang asal Jerman tersebut mencetak gol kedua serta berperan penting dalam proses gol Viktor Gyökeres dan Gabriel Martinelli. Kontribusinya sebelum ditarik keluar saat turun minum menegaskan betapa krusialnya kehadiran Havertz bagi ambisi kuartet gelar (quadruple) Arsenal musim ini.

Pujian Arteta dan Keyakinan Skuad Meriam London

Keberhasilan Havertz melewati masa sulit pasca-cedera mendapat apresiasi tinggi dari sang manajer. “Dia akan memberi kami begitu banyak hal,” kata Arteta. Ia menambahkan bahwa tim sangat menyadari pentingnya peran Kai dan bagaimana ia mampu mengangkat performa tim ke level yang berbeda. “Fakta bahwa dia mampu melakukan hal itu hari ini setelah waktu yang begitu lama sangatlah mengesankan,” ungkap Arteta dengan bangga.

Terkait catatan sapu bersih delapan kemenangan di fase liga, Arteta berharap para pemainnya menyadari pencapaian tersebut sebagai modal mental. Ia ingin para pemain merasa lebih yakin dengan kemampuan mereka dalam menghadapi fase gugur yang lebih berat di depan. Sebelum laga dimulai, atmosfer Emirates pun sudah dipanaskan dengan cuplikan kemenangan atas nama-nama besar seperti Bayern Munich, Atletico Madrid, dan Inter Milan yang telah mereka kalahkan sebelumnya.

Jalannya Pertandingan: Dominasi Arsenal Sejak Menit Awal

Arteta memilih untuk melakukan perombakan total dengan membuat 11 perubahan dari tim yang kalah melawan Manchester United. Viktor Gyökeres langsung membuka keunggulan saat laga baru berjalan dua menit setelah menerima umpan terobosan brilian dari Havertz. Namun, Kairat sempat mengejutkan tuan rumah ketika Riccardo Calafiori dianggap melanggar kapten lawan di kotak penalti. Eksekusi penalti tersebut sempat membuat skor imbang dan memicu kegembiraan suporter tamu.

Kesenangan Kairat tidak bertahan lama karena Havertz menunjukkan kelasnya. Melalui aksi individu yang gemilang setelah menerima umpan jauh Ben White, ia menusuk ke dalam dan melepaskan tembakan melengkung yang memulihkan keunggulan Arsenal. Sebelum babak pertama usai, Martinelli secara cerdik menyontek bola di garis gawang hasil umpan silang Havertz untuk mengubah skor menjadi 3-1.

Rotasi Pemain dan Debut Para Talenta Muda

Memasuki babak kedua, Arteta memberikan waktu istirahat bagi Havertz dan memasukkan Martin Ødegaard. Sang kapten terus menekan pertahanan lawan bersama Gabriel Jesus yang masuk menggantikan Gyökeres di 20 menit terakhir. Meski Jesus sempat mencetak gol, wasit menganulirnya karena posisi offside. Momen menarik lainnya terjadi saat Arteta memberikan debut senior bagi dua pemain muda, Ife Ibrahim dan Brando Bailey-Joseph, sebagai bagian dari regenerasi tim.

Meskipun Kairat berhasil memperkecil kedudukan melalui sundulan Ricardinho di menit-menit akhir, hal itu tidak mengubah posisi Arsenal di puncak klasemen. Bagi Kairat, gol tersebut merupakan kebanggaan tersendiri karena mereka berhasil menggandakan jumlah kebobolan Arsenal di sepanjang fase liga. Namun bagi Arteta, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai saat mereka melangkah ke babak 16 besar untuk memburu trofi yang belum pernah mereka menangkan sepanjang sejarah klub.

Terkini