Spesifikasi Laptop Axioo Hype 5 dan Harganya di Indonesia 2026

Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:10:52 WIB
spesifikasi axioo hype 5

Jakarta - Spesifikasi Axioo Hype 5 menjadi topik menarik seiring hadirnya lini laptop terbaru dari Axioo yang menyasar kebutuhan digital anak muda. 

Seri Hype dirancang sebagai perangkat modern dengan tampilan tipis, performa kompetitif di kelasnya, serta banderol harga yang tetap ramah di kantong.

Mengacu pada informasi resmi dari Axioo Indonesia, jajaran Hype Series hadir dalam enam pilihan model, mulai dari Hype 1 dan Hype 10, kemudian Hype 3 dan Hype 5, hingga varian lain yaitu Hype 5 dan Hype 7. 

Masing-masing membawa karakteristik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang berbeda.

Dalam pembahasan kali ini, fokus utama tertuju pada Axioo Hype 5 yang dinilai paling unik dibandingkan seri Hype lainnya. 

Alasannya, laptop ini tersedia dalam dua konfigurasi prosesor berbeda, yakni Intel Core generasi ke-10 dan AMD Ryzen, sehingga pengguna bisa memilih sesuai preferensi performa dan kebutuhan penggunaan.

Tanpa perlu berlama-lama, berikut ulasan lengkap mengenai spesifikasi Axioo Hype 5 beserta kisaran harga yang ditawarkan di pasaran. 

Spesifikasi Axioo Hype 5

Spesifikasi Axioo Hype 5 menjadi hal yang paling banyak dicari oleh pengguna yang ingin mengetahui kemampuan, fitur unggulan, serta kelebihan laptop ini sebelum memutuskan untuk membelinya.

Desain

Kesan pertama saat melihat tampilan laptop ini cukup menyenangkan. Gayanya sederhana dengan pilihan warna biru tua yang memberi nuansa elegan, serta opsi abu-abu yang terlihat lebih tenang. 

Tampilannya memang tidak terkesan premium, tetapi juga jauh dari kata murahan, sehingga masih selaras dengan kisaran harga yang ditawarkan.

Material yang digunakan pada bagian penutup layar dan bodi utama masih didominasi plastik dengan kualitas standar. 

Layar belum bisa dibuka hanya dengan satu tangan, namun sudut bukanya cukup lebar hingga 180 derajat, yang tentu berguna ketika digunakan untuk presentasi atau berbagi tampilan layar. 

Bagian bawah perangkat juga terbuat dari plastik dengan warna senada, dilengkapi lubang ventilasi yang cukup untuk menjaga aliran udara dan membantu sistem pendinginan bekerja optimal.

Karena mayoritas bodinya berbahan plastik, bobot laptop ini tergolong ringan, hanya sekitar 1,4 kilogram. 

Ketebalannya pun cukup ramping di kisaran 19,4 mm sehingga mudah dibawa ke mana-mana. 

Permukaan bodinya tidak menggunakan finishing mengilap, sehingga relatif tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari dan lebih mudah dirawat.

Secara umum, sektor desain dan rancang bangun sudah bisa dikatakan memadai. Kekurangan utamanya terletak pada kualitas material plastik yang terasa biasa saja, namun hal ini masih bisa dimaklumi mengingat harga yang terjangkau. 

Engsel layarnya terasa kokoh, bahkan memberikan sensasi cukup solid saat dibuka dan ditutup, dengan mekanisme seperti dua tahap yang memberi kesan lebih mantap.

Layar

Pada rentang harga laptop sekitar empat hingga lima jutaan, kualitas layar sering kali menjadi aspek yang dikorbankan. 

Namun, layar pada laptop ini terbilang cukup layak karena sudah menggunakan panel IPS dengan resolusi Full HD 1080p. 

Meski demikian, beberapa aspek lain masih tergolong standar, seperti bezel yang belum terlalu tipis di keempat sisinya serta rasio layar konvensional 16:9. Refresh rate berada di angka 60Hz dan cakupan warna belum mencapai 100% sRGB.

Dalam penggunaan harian, kualitas panel IPS yang digunakan terasa setara dengan IPS-level. Sudut pandangnya memang lebih luas dibanding panel TN, tetapi masih terlihat perubahan warna ketika dilihat dari sudut tertentu dan akurasi warnanya belum sepenuhnya presisi. 

Warna putih cenderung terlihat agak dingin dan perlu dikalibrasi ulang melalui pengaturan kalibrasi tampilan di sistem operasi agar hasilnya lebih netral. 

Meski begitu, lapisan anti-glare serta tingkat kecerahan yang cukup baik membuat layar tetap nyaman digunakan, termasuk saat berada di luar ruangan.

Seperti kebanyakan pesaing di kelas harga serupa, layar ini kurang ideal bagi pengguna yang sering melakukan pekerjaan pengolahan foto, video, atau aktivitas kreatif yang menuntut akurasi warna tinggi. 

Namun, untuk kebutuhan kerja harian, belajar, browsing, maupun menonton tayangan favorit, kualitasnya sudah tergolong memuaskan. 

Dengan mempertimbangkan harga jualnya, performa layar yang ditawarkan masih terasa sepadan.

Port dan Konektivitas

Meski hadir dengan bodi yang relatif ramping, laptop ini tetap dibekali pilihan port yang cukup beragam. 

Pada sisi kiri bodi, tersusun beberapa konektor penting, mulai dari port pengisian daya DC-in, USB-A 3.0, HDMI, USB-C yang juga mendukung pengisian daya, hingga lampu indikator baterai. 

Kehadiran dua opsi pengisian daya menjadi nilai tambah karena memberi keleluasaan bagi pengguna untuk memilih metode charging yang paling praktis.

Beralih ke sisi kanan, tersedia slot MicroSD, dua port USB-A tambahan, serta lubang pengaman Kensington. 

Total tiga port USB-A bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Di satu sisi, ini sangat membantu pengguna yang masih mengandalkan banyak perangkat dengan konektor USB-A. 

Namun di sisi lain, hanya adanya satu port USB-C membuat laptop ini terasa kurang fleksibel bagi pengguna yang mayoritas aksesori atau perangkat tambahannya sudah berbasis USB-C.

Keyboard dan Touchpad

Bagian keyboard menggunakan desain chiclet yang mengingatkan pada tata letak keyboard laptop bisnis. Ukurannya besar, empuk saat ditekan, dan dilengkapi tombol navigasi empat arah berukuran penuh yang terasa nyaman digunakan. 

Di sisi kanan juga tersedia tombol tambahan seperti Page Up, Page Down, Home, dan End dengan ukuran normal, yang jarang ditemui di laptop kelas harga ini. 

Aktivitas mengetik terasa menyenangkan dan minim kelelahan. Fitur lampu latar keyboard juga tersedia dengan dua tingkat kecerahan yang bisa disesuaikan.

Sayangnya, pengalaman berbeda dirasakan pada touchpad. Dari sisi respons, sebenarnya sudah cukup baik, tetapi material permukaannya terasa kurang halus saat disentuh jari. Klik kiri dan kanan pun terasa agak keras dan kurang nyaman. 

Untuk penggunaan jangka panjang, disarankan memakai mouse nirkabel agar navigasi terasa lebih presisi dan nyaman.

Fitur Tambahan

Perhatian khusus tertuju pada kamera yang terletak di bezel bagian atas layar. Kamera ini sudah dilengkapi penutup fisik khusus yang bisa digeser untuk menutup sensor, fitur yang biasanya ditemukan pada laptop kelas bisnis. 

Resolusi kameranya 2MP dengan kemampuan perekaman video hingga 720p. Kualitasnya tergolong cukup baik untuk kebutuhan panggilan video standar, meski performanya menurun saat digunakan di ruangan dengan pencahayaan minim.

Dari sisi audio, laptop ini dibekali dua speaker stereo yang posisinya menghadap ke bawah di sisi kiri dan kanan. 

Kualitas suara yang dihasilkan masih tergolong biasa, dengan volume yang tidak terlalu besar dan karakter suara yang kurang bertenaga. 

Untuk pengalaman audio yang lebih optimal, penggunaan headset atau speaker eksternal sangat disarankan. 

Untungnya, kualitas mikrofon sudah cukup mumpuni dan mampu meredam suara bising di sekitar saat digunakan di tempat umum.

Unit yang digunakan sudah menjalankan sistem operasi Windows 11 Pro, sesuatu yang cukup jarang ditemukan di laptop pada kelas harga ini, karena umumnya masih menggunakan versi Home. 

Namun, perangkat ini belum dibekali lisensi Microsoft Office. Sebagai gantinya, tersedia aplikasi perkantoran alternatif yang siap digunakan, meski sebagian pengguna mungkin tetap lebih nyaman dengan ekosistem Office dari Microsoft.

Untuk aspek keamanan, fitur yang tersedia masih tergolong standar. Tidak ada sensor sidik jari maupun kamera inframerah untuk pengenalan wajah. 

Sistem pengamanan hanya mengandalkan PIN atau kata sandi, yang memang wajar mengingat segmentasi harga yang dituju.

Performa

Dari sisi kinerja, laptop ini justru menawarkan daya tarik utama. Perangkat ini ditenagai prosesor AMD Ryzen 5 5500U dengan kecepatan dasar 2,1 GHz dan kemampuan boost hingga 4 GHz, dipadukan dengan grafis terintegrasi Radeon RX Vega 7. 

Walaupun prosesor ini bukan generasi terbaru, performanya masih sangat kompetitif untuk kelas harga menengah dan setara dengan prosesor Intel Core i5 generasi ke-11 yang masih relevan hingga saat ini.

Konfigurasi memori juga cukup fleksibel. Laptop ini dibekali RAM 8GB dalam konfigurasi single channel dan masih bisa ditingkatkan hingga kapasitas maksimal 64GB dengan konfigurasi dual channel. 

Penyimpanan internal menggunakan SSD NVMe 256GB yang dapat diganti atau ditambah sesuai kebutuhan. 

Kecepatan SSD-nya tergolong standar, cukup responsif untuk penggunaan harian meski bukan yang tercepat di kelasnya.

Dalam pemakaian sehari-hari, performanya terasa lancar. Menjalankan banyak aplikasi sekaligus seperti membuka belasan tab browser, mengolah dokumen, spreadsheet, serta memutar musik dapat dilakukan tanpa hambatan. 

Untuk kebutuhan yang lebih berat seperti pengeditan foto maupun video resolusi tinggi, laptop ini masih sanggup bekerja dengan baik, meski peningkatan kapasitas RAM ke 16GB akan sangat membantu performa secara keseluruhan.

Untuk urusan gim, meski bukan perangkat yang ditujukan untuk gaming, kemampuannya cukup mengejutkan. 

Gim balap dengan grafis cukup berat masih dapat dijalankan pada pengaturan grafis rendah dengan resolusi yang disesuaikan, menghasilkan frame rate yang relatif nyaman. 

Peningkatan RAM ke konfigurasi dual channel terbukti dapat memberikan dorongan performa signifikan, terutama pada kinerja grafis terintegrasi.

Baterai

Ketahanan daya pada laptop ini bisa dibilang impresif untuk penggunaan harian. Saat dipakai bekerja sepanjang hari, perangkat mampu bertahan sekitar 8 jam hingga sisa daya tinggal 10%. 

Jika digunakan untuk aktivitas ringan seperti mengetik dokumen sambil memutar musik, durasinya bahkan bisa mendekati 10 jam. 

Untuk konsumsi multimedia, memutar video YouTube resolusi Full HD 1080p di 30fps dapat dinikmati kurang lebih selama 6 jam nonstop. 

Sementara itu, ketika digunakan bermain gim dengan beban cukup berat, laptop masih sanggup menyala sekitar 1 jam 40 menit menggunakan baterai.

Ketika daya habis, proses pengisian dapat dilakukan menggunakan adaptor bawaan berdaya 65 watt. Menariknya, laptop ini juga mendukung pengisian melalui port USB-C dengan charger minimal 45 watt. 

Opsi ini terasa lebih praktis karena tidak perlu membawa adaptor khusus bawaan. Namun, konsekuensinya port USB-C tidak bisa digunakan untuk keperluan lain saat sedang dipakai mengisi daya.

Harga Axioo Hype 5

Untuk urusan harga, Axioo Hype 5 dipasarkan dengan dua opsi spesifikasi. Varian pertama yang dilengkapi prosesor Intel Core i5-1035G4 bersama RAM 8 GB dan SSD 512 GB dijual sekitar Rp5.399.000.

Sementara itu, varian kedua yang memakai prosesor AMD Ryzen 5-5500U dengan konfigurasi RAM 8 GB dan SSD 256 GB dibanderol sedikit lebih terjangkau, yakni sekitar Rp5.249.000.

Sebagai penutup, dengan performa stabil, desain ringkas, dan fitur yang seimbang di kelasnya, spesifikasi axioo hype 5 layak dipertimbangkan untuk kebutuhan kerja maupun hiburan harian.

Terkini