Update Lengkap Harga Sembako Jatim 2 Januari 2026 Naik-Turun Beragam Barang

Jumat, 02 Januari 2026 | 15:55:24 WIB
Update Lengkap Harga Sembako Jatim 2 Januari 2026 Naik-Turun Beragam Barang

JAKARTA - Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) kembali menunjukkan dinamika pada hari ini, Jumat, 2 Januari 2026. 

Sejumlah komoditas mengalami penurunan, sementara beberapa lainnya naik, menandakan fluktuasi yang terus terjadi di pasar. Daging sapi, ayam, dan telur mengalami penurunan harga, sedangkan gas elpiji 3 kg, bawang merah, bawang putih, dan cabai justru naik. Sementara itu, kebutuhan pokok lain cenderung stabil tanpa perubahan berarti.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Informasi ini tidak hanya membantu perencanaan belanja harian, tetapi juga menjadi panduan agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali di tengah situasi harga yang tidak menentu.

Update Harga Sembako Jatim 2 Januari 2026

Sembako, singkatan dari sembilan bahan pokok, merupakan kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari. Sembako membantu memenuhi kebutuhan gizi dan keperluan rumah tangga secara umum.

Sembilan bahan pokok tersebut meliputi:

Beras

Gula pasir

Minyak goreng dan mentega

Daging sapi dan ayam

Telur ayam

Susu

Bawang merah dan bawang putih

Gas elpiji dan minyak tanah

Garam

Selain sembilan bahan pokok, harga cabai juga menjadi perhatian karena kerap memengaruhi pengeluaran dapur. Berdasarkan data sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, berikut rincian harga sembako pada Jumat, 2 Januari 2026 pukul 09.42 WIB:

Beras Premium: Rp 14.877/kg

Beras Medium: Rp 12.865/kg

Gula kristal putih: Rp 16.384/kg

Minyak goreng curah: Rp 18.701/kg

Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.317/liter

Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.578/liter

Minyak goreng Minyakita: Rp 16.888/liter

Daging sapi paha belakang: Rp 119.288/kg

Daging ayam ras: Rp 36.383/kg

Daging ayam kampung: Rp 67.973/kg

Telur ayam ras: Rp 28.887/kg

Telur ayam kampung: Rp 46.094/kg

Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.500/370 gr/kl

Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.359/370 gr/kl

Susu bubuk merek Bendera: Rp 41.851/400 gr/dos

Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.120/400 gr/dos

Garam bata: Rp 1.822

Garam halus: Rp 9.267/kg

Cabai merah keriting: Rp 33.372/kg

Cabai merah besar: Rp 30.068/kg

Cabai rawit merah: Rp 46.481/kg

Bawang merah: Rp 36.947/kg

Bawang putih: Rp 31.629/kg

Gas elpiji 3 kg: Rp 19.923

Berdasarkan data rata-rata, daging sapi turun Rp 693 atau 0,58 persen, daging ayam ras turun Rp 231 atau 0,63 persen, daging ayam kampung turun Rp 1.146 atau 1,66 persen, dan telur ayam kampung turun Rp 681 atau 1,35 persen.

Sementara itu, harga gas elpiji 3 kg naik Rp 215 atau 1,09 persen, bawang merah naik Rp 216 atau 0,59 persen, bawang putih naik Rp 107 atau 0,34 persen, cabai rawit naik Rp 127 atau 0,27 persen, dan cabai besar naik Rp 302 atau 1,01 persen.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi oleh beragam faktor. Salah satunya adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Bila permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, kelebihan pasokan dapat membuat harga turun.

Cuaca juga menjadi faktor penting. Bencana alam, musim ekstrem, atau perubahan iklim dapat menurunkan produksi pertanian, sehingga pasokan terbatas dan harga naik.

Kebijakan pemerintah seperti impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain turut memengaruhi harga. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan tarif pajak dapat berdampak pada biaya pokok masyarakat.

Selain itu, kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat menambah biaya produksi dan distribusi, sehingga harga sembako ikut terdongkrak. Fluktuasi nilai tukar mata uang juga berpengaruh, terutama pada bahan pokok impor. Depresiasi mata uang lokal dapat membuat harga barang impor lebih mahal.

Faktor ekonomi makro seperti inflasi tinggi atau kondisi ekonomi yang tidak stabil juga dapat mendorong kenaikan harga. Masalah distribusi, termasuk kemacetan, pemogokan, atau gangguan logistik, berpotensi menunda pengiriman, mengurangi pasokan, dan menaikkan harga.

Berbagai faktor tersebut menjelaskan mengapa harga sembako sering berubah-ubah. Oleh karena itu, pengawasan dan kebijakan yang tepat sangat penting untuk menjaga stabilitas pasar. Perlu dicatat bahwa harga sembako dapat berbeda di setiap pasar; data di atas merupakan rata-rata harga di Jawa Timur.

Terkini