Kenaikan Harga Emas Antam 2026 Menjadi Momentum Investasi Jangka Panjang Bagi Investor

Jumat, 02 Januari 2026 | 12:28:32 WIB
Kenaikan Harga Emas Antam 2026 Menjadi Momentum Investasi Jangka Panjang Bagi Investor

JAKARTA - Jumat, 2 Januari 2026, harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp16.000 per gram.
Harga emas dari sebelumnya Rp2.488.000 per gram menjadi Rp2.504.000 per gram, mencerminkan sentimen positif pasar.

Di sisi lain, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan serupa, dari Rp2.347.000 per gram menjadi Rp2.363.000 per gram.
Dengan begitu, selisih antara harga jual dan harga buyback hari ini mencapai Rp141.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua harga berbeda untuk emas batangan: harga jual dan harga buyback.
Perbedaan ini perlu dicermati oleh investor sebelum memutuskan membeli atau menjual emas.

Harga emas yang tercantum adalah harga saat membeli di gerai Logam Mulia.
Sementara harga buyback berlaku ketika investor menjual emas kembali ke gerai tersebut.

Perhitungan Untung-Rugi Perlu Diperhatikan Investor

Misalnya, jika pagi ini Anda membeli emas di Antam seharga Rp2.504.000 per gram.
Namun karena kebutuhan mendesak harus menjual kembali, harga buyback hanya Rp2.363.000 per gram.

Selisih tersebut mencerminkan spread yang cukup signifikan dan penting diperhitungkan.
Investor yang tidak memperhatikan perbedaan ini bisa salah menghitung potensi keuntungan dan kerugian.

Karena spread ini, emas batangan lebih cocok untuk investasi jangka panjang.
Dalam jangka panjang, kenaikan harga emas diharapkan menutup selisih harga jual dan buyback sekaligus memberikan keuntungan.

Ilustrasi Potensi Untung dan Rugi dari Emas

Untuk memberikan gambaran, berikut potensi keuntungan dan kerugian berdasarkan tanggal pembelian emas sebelumnya.
Membeli emas pada 26 Desember 2025 seharga Rp2.589.000 per gram menghasilkan kerugian -8,73%.

Sementara membeli emas pada 2 Desember 2025 seharga Rp2.425.000 per gram rugi -2,56%.
Namun, jika membeli pada 2 Oktober 2025 dengan harga Rp2.235.000 per gram, investor memperoleh untung 5,73%.

Pembelian pada 2 Juli 2025 seharga Rp1.913.000 per gram memberi keuntungan 23,52%.
Sedangkan membeli pada 2 April 2025 seharga Rp1.819.000 per gram menghasilkan untung 29,91%.

Jika membeli emas pada 2 Januari 2025 seharga Rp1.524.000 per gram, keuntungan mencapai 55,05%.
Pembelian pada 2 Oktober 2024 dengan harga Rp1.464.000 per gram memberi untung 61,41%.

Investor yang membeli pada 2 Juli 2024 seharga Rp1.368.000 per gram memperoleh keuntungan 72,73%.
Sedangkan pembelian pada 2 April 2024 seharga Rp1.256.000 per gram memberikan keuntungan 88,14%.

Strategi Investasi Emas Batangan

Berdasarkan data tersebut, tren jangka panjang emas menunjukkan kenaikan yang signifikan.
Ini menegaskan bahwa emas batangan lebih tepat dijadikan instrumen investasi yang stabil dalam jangka panjang.

Investor perlu memperhatikan spread antara harga jual dan buyback sebelum mengambil keputusan.
Kesalahan perhitungan bisa membuat investor merugi meski harga emas cenderung naik.

Selain itu, investor disarankan mencermati fluktuasi harga emas dari waktu ke waktu.
Dengan pemahaman tren, risiko kerugian dapat diminimalkan dan potensi keuntungan dimaksimalkan.

Harga emas yang meningkat hari ini memberi peluang bagi calon investor untuk mulai merencanakan strategi investasi.
Namun, keputusan harus diambil berdasarkan analisis jangka panjang, bukan hanya reaksi cepat terhadap kenaikan harian.

Kesimpulan: Emas Sebagai Investasi Jangka Panjang

Kenaikan harga emas Antam Rp16.000 per gram hari ini menegaskan tren positif pasar emas.
Namun, spread antara harga jual dan buyback tetap menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.

Investor cerdas memilih emas sebagai investasi jangka panjang untuk mengoptimalkan keuntungan.
Dengan strategi yang tepat, emas bisa menjadi aset yang aman dan menguntungkan dalam portofolio investasi.

Memahami perbedaan harga jual dan buyback serta tren historis harga emas menjadi kunci sukses.
Dengan perhitungan matang, investor dapat meraih keuntungan maksimal sekaligus meminimalkan risiko kerugian.

Terkini