JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, resmi menyatakan pengunduran dirinya bersama sekitar 1,3 juta anggota serta pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) akibat adanya perbedaan pandangan terkait arah perjuangan partai.
Ferri mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi dan berbagai pertimbangan yang mendalam.
"Keputusan ini bukan hal yang mudah. Namun setelah berbagai pertimbangan dan evaluasi, kami melihat sudah ada perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar," ujar Ferri dilansir Antara, Senin (29/6/2026).
Ferri menerangkan bahwa ORI merupakan sayap politik dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di bawah kepemimpinan Andi Gani, yang menjadi salah satu dari 11 organisasi pendiri Partai Buruh pada Oktober 2021 lalu.
Menurut Ferri, sekitar 1,3 juta anggota ORI di seluruh penjuru Indonesia telah memutuskan untuk hengkang dari Partai Buruh sejak Jumat (26/6).
"Dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, ORI yang beranggotakan sekitar 1,3 juta orang memutuskan mulai Jumat mengundurkan diri," katanya.
Ferri menegaskan bahwa langkah ini dilakukan dengan cara yang baik guna menjaga tali persaudaraan dengan Partai Buruh, sembari menginstruksikan seluruh pengurus ORI yang berada di struktur partai untuk segera menyerahkan surat pengunduran diri secara administratif.
"Hari ini kami instruksikan seluruh jajaran ORI dan KSPSI Andi Gani yang menjadi pengurus Partai Buruh untuk segera membuat surat pengunduran diri sebagai syarat administrasi," ujarnya.
Ia menambahkan, instruksi ini berlaku bagi pengurus yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari tingkat pusat hingga kecamatan di seluruh Indonesia.
Ferri mengibaratkan hubungan antara ORI dan Partai Buruh layaknya sebuah rumah tangga yang mengalami konflik berkepanjangan dan tidak kunjung menemukan jalan keluar melalui jalur kekeluargaan.
"Masalah internal sebenarnya sudah lama kami coba selesaikan secara kekeluargaan, tetapi persoalannya terus bertambah hingga akhirnya, berdasarkan evaluasi dan masukan dari seluruh daerah, kami memutuskan cukup sampai di sini," katanya.
Menyinggung mengenai pengaruh pengunduran diri tersebut, Ferri mengklaim bahwa ORI bersama KSPSI merupakan inisiator terbesar bagi partai tersebut.
"Kalau ditanya berapa persen pengaruhnya, ya otomatis separuhnya," ujar Ferri.
Ferri pun menyampaikan bahwa Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sudah mengetahui rencana pengunduran diri tersebut sejak Kamis (25/6) malam.
Menanggapi pengunduran diri Sekjen partai, Said Iqbal menilai dinamika tersebut merupakan hal yang wajar terjadi di internal Partai Buruh.
Namun, saat disinggung mengenai klaim pengunduran diri 1,3 juta anggota, Said Iqbal tidak banyak berkomentar.
"Terhadap klaim sahabat saya tersebut, saya tidak ada komentar apalagi tentang anggota 1,3 juta tersebut. Terhadap hal lainnya, adalah hal yang biasa di partai buruh kalau ada yang mengundurkan diri karena ini bukan kejadian yang pertama kalinya, biasa saja," ujarnya kepada wartawan.
Said Iqbal memastikan bahwa internal Partai Buruh tetap solid meskipun ditinggalkan oleh sejumlah anggota dan elite partai, yang dibuktikan dengan agenda pelantikan pengurus baru.
"Senin 29 juni akan ada pelantikan pengurus pleno Partai Buruh pusat dan pengurus Partai Buruh di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota, Partai Buruh tetap solid, tidak terpengaruh dengan pengunduran diri tersebut," imbuhnya.