Amran Sulaiman Pacu SPHP Jagung Pakan demi Lindungi Peternak

Amran Sulaiman Pacu SPHP Jagung Pakan demi Lindungi Peternak
Ilustrasi jagung (FOTO: NET)

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa distribusi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan terus digenjot demi melindungi peternak dan menjaga keberlanjutan sektor peternakan nasional.

"Kami juga sudah memberikan SPHP (jagung). Itu (stok) jagung dari Bulog. Pokoknya jiwa ragaku untuk peternak petelur Indonesia," kata Amran dalam pernyataan di Jakarta, Kamis.

Para produsen telur ayam ras lokal dinilai menorehkan capaian positif lantaran mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di skala nasional.

Melalui lonjakan volume produksi tersebut, Indonesia saat ini mengalami surplus hingga dapat merealisasikan ekspor komoditas ke berbagai negara mitra.

Oleh sebab itu, menurut Amran, pihak pemerintah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap keberlangsungan usaha para peternak telur ayam ras.

Kepedulian dari pemerintah ini direalisasikan salah satunya melalui penyaluran program SPHP jagung pakan yang didelegasikan kepada Perum Bulog sejak 9 Mei atau tepat sebulan lalu.

"Aku apresiasi. Aku bangga dengan peternak petelur seluruh Indonesia mampu memenuhi kebutuhan anak bangsa. (Mencatat) surplus bahkan ekspor ke negara lain," ucap Amran.

Sebagai langkah konkret dari keberpihakan itu, program SPHP jagung pakan untuk memangkas biaya produksi peternak sudah dikucurkan selama satu bulan terakhir.

Ketersediaan pasokan jagung pakan ini diambil dari Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang seluruhnya diperoleh dari hasil panen domestik.

Sementara itu, untuk program SPHP jagung pakan tahun 2026 yang bergulir sejak 9 Mei, realisasi distribusinya hingga 8 Juni atau tepat sebulan pelaksanaan telah mencapai 34,1 ribu ton atau berkisar 16,01 persen dari target total penyaluran sebanyak 213,2 ribu ton.

Menteri Pertanian menjelaskan masih ada sisa pagu anggaran SPHP jagung pakan yang belum dialokasikan kepada peternak penerima manfaat.

Jumlahnya berada di kisaran 28,8 ribu ton.

Saat ini sisa kuota tersebut sedang dimatangkan bersama Kementerian Pertanian guna menjaring daftar tambahan peternak yang berhak menerima manfaat.

Seperti yang sudah diketahui, pemerintah telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 678 miliar untuk pelaksanaan program SPHP jagung pakan pada tahun ini.

Adapun total pagu distribusi ditetapkan sebanyak 242 ribu ton dan ditargetkan berjalan hingga akhir tahun 2026.

Lebih dari 5 ribu peternak dengan kategori skala mikro, kecil, dan menengah yang memelihara populasi total sebanyak 53 juta ekor unggas di 26 provinsi ditargetkan menjadi sasaran SPHP jagung pakan tahun ini.

Mengenai regulasi harga jagung pakan, Bapanas menetapkan nominal senilai Rp5.000 per kilogram (kg) jika diambil langsung dari gudang Bulog, serta batas harga tertinggi sebesar Rp5.500 per kg di tingkat peternak.

Sistem penyaluran SPHP jagung pakan ini diterapkan melalui koperasi atau asosiasi untuk diteruskan kepada para anggota yang identitasnya sudah terdaftar resmi dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian.

Pada kesempatan sebelumnya, Ketua Umum Pinsar Petelur Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah yang selama ini konsisten mendukung peternak telur.

Termasuk di antaranya memperluas penyerapan pasar lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di bawah kendali Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami terima kasih juga atas inisiatif dari Bapak Menteri (untuk) BGN juga akan menyerap telur dari peternak seminggu menjadi tiga kali, yang kemarin baru satu kali," katanya.

"Ini sangat membantu kepada kami untuk kelangsungan hidup peternak," tambahnya.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa kondisi harga telur di tingkat peternak yang dinilai belum ideal masih menjadi kendala utama.

Tentunya ia bersama dengan seluruh peternak petelur menaruh harapan besar terhadap adanya perbaikan ke arah yang lebih positif ke depannya.

"(Kondisi hari) ini sangat memberatkan dan memukul kami. Apalagi dengan isu geopolitik yang saat ini terjadi, dimana nilai tukar dolar juga melambung tinggi, sehingga menyebabkan harga pakan pun melonjak tinggi," ucapnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, pemerintah dipastikan akan mengupayakan terciptanya stabilitas harga yang diharapkan oleh para peternak telur domestik.

Sementara dalam upaya mengatasi harga pakan yang sering berfluktuasi, program SPHP jagung pakan dioptimalkan untuk menyokong para peternak unggas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index