WAMENA – Pemprov Papua Pegunungan memperkuat koordinasi ekonomi guna meredam dampak kenaikan harga avtur yang memicu lonjakan harga bahan pokok di 8 kabupaten.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat mengumpulkan seluruh organisasi perangkat daerah dari 8 wilayah kabupaten untuk merumuskan langkah strategis.
Melianus Kambu menjelaskan bahwa sinergi lintas daerah merupakan kunci utama dalam menjawab tantangan ekonomi yang saat ini sedang dihadapi oleh masyarakat luas.
"Peran kami Disperindag sangatlah vital, dimana OPD ini bukan hanya sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Melalui dinas inilah kita memastikan ketersediaan bapok, menjaga kelancaran distribusi, mengawasi harga serta memberdayakan pelaku usaha lokal agar mampu bersaing serta mencari solusi terhadap kenaikan harga barang saat ini," ujar Melianus Kambu, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Minggu (3/5/2026).
Tantangan geografis yang ekstrem menjadikan moda transportasi udara sebagai tumpuan utama dalam proses pengiriman berbagai komoditas penting.
Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa fluktuasi harga bahan bakar pesawat memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap total biaya logistik di lapangan.
Melianus Kambu berpendapat, bahwa kenaikan harga avtur berimbas langsung pada harga bahan pokok di seluruh kabupaten sehingga diperlukan solusi konkret untuk efisiensi jalur distribusi.
Instansi terkait kini sedang fokus merancang skema pemanfaatan moda transportasi alternatif guna meminimalkan beban biaya yang harus ditanggung masyarakat.
Sistem pemantauan stok dan harga pangan yang lebih modern juga akan segera diintegrasikan agar data yang dihasilkan jauh lebih akurat.
Langkah proaktif ini diharapkan mampu mencegah terjadinya kelangkaan barang maupun praktik penimbunan yang merugikan stabilitas pasar domestik.
"Data yang akurat dan koordinasi antar kabupaten menjadi dasar mengantisipasi gejolak harga, mencegah kelangkaan serta memastikan ketersediaan pangan. Pemantauan ini tidak bersifat reaktif, melainkan harus proaktif dan berkesinambungan sehingga kita selalu selangkah lebih maju dalam menjaga ketahanan pangan daerah," tutur Melianus Kambu, saat memberikan arahan pada rapat koordinasi di Wamena, Sabtu (2/5/2026).
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan advokasi kebijakan yang berpihak pada keterjangkauan harga kebutuhan hidup sehari-hari.
Penguatan pengawasan di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan menjadi prioritas utama tim gabungan dalam waktu dekat.