Tren Anak Muda Pilih Tinggal Bersama Orang Tua Meningkat

Jumat, 10 Juli 2026 | 12:00:00 WIB
Persentase wanita milenial yang memilih tinggal bersama orang tua kini mencapai puncaknya sejak tahun 1940.

JAKARTA - Persentase wanita milenial yang memilih tinggal bersama orang tua kini mencapai puncaknya sejak tahun 1940. Fenomena ini dipicu oleh keputusan menunda pernikahan, melanjutkan pendidikan tinggi, serta beban biaya hidup yang kian melonjak. Berdasarkan riset Pew Research Center terhadap data Badan Sensus AS, sekitar 36,4 persen wanita berusia 18 hingga 34 tahun memilih menetap bersama keluarga pada 2014. Angka ini sedikit melampaui rekor tahun 1940 yang berada di angka 36,2 persen. Pengamat ekonomi dari Pew, Richard Fry, menyebutkan bahwa meski statistiknya mirip, realitas dunia yang dihadapi generasi muda saat ini sangatlah berbeda.

Kenapa Mereka Kembali?

Fry menjelaskan bahwa anak muda perempuan saat ini lebih lama tinggal di rumah karena angka pernikahan yang menurun dibandingkan tahun 1940, serta tingginya partisipasi dalam pendidikan tinggi. Selain itu, tekanan finansial seperti utang pinjaman kuliah, pengeluaran harian yang mahal, dan ketidakpastian finansial turut membebani ekonomi keluarga.

Kisah Casey Ballard menjadi contoh nyata. Ia yang semula tinggal di Portland, Oregon, harus merelakan dua pertiga pendapatannya hanya untuk menyewa tempat tinggal. Demi mengubah arah kariernya, ia memutuskan pulang ke rumah orang tuanya di California untuk bekerja sebagai guru pengganti.

"Ada rasa frustrasi dan saya merasa gagal saat harus pulang. Namun, pemikiran logis memaksa saya melakukan hal itu," ungkapnya.

Bagaimana dengan Laki-Laki Muda?

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada wanita. Banyak anak muda pria juga tercatat memilih tinggal bersama orang tua lebih lama akibat tekanan finansial dan budaya yang serupa. Meski demikian, persentase pria yang tinggal bersama keluarga (42,8 persen) sebenarnya masih lebih rendah jika dibandingkan dengan data tahun 1940 yang mencapai 47,5 persen.

Secara historis, angka anak muda yang menumpang di rumah orang tua sempat menurun setelah tahun 1940 karena meningkatnya lapangan kerja dan angka pernikahan. Dulu, pernikahan menjadi alasan utama seseorang mandiri secara finansial dan keluar dari rumah. Namun kini, masyarakat cenderung menikah di usia yang lebih matang. Rata-rata usia pernikahan wanita kini bergeser ke 27 tahun (dari 21,5 tahun pada 1940), sedangkan pria menjadi 29,3 tahun (dari 24,3 tahun pada 1940). Tren kembali ke rumah ini mulai melonjak signifikan setelah tahun 2000 akibat krisis perumahan dan resesi ekonomi.

Pengaruh Pekerjaan dan Faktor Keragaman Budaya

Meskipun situasi finansial menjadi alasan utama, Fry menegaskan bahwa hal ini tidak sepenuhnya disebabkan oleh masalah ketersediaan lapangan kerja. Faktanya, jumlah anak muda yang tinggal bersama orang tua pada tahun 2010 tetap tinggi meskipun bursa kerja pasca-tahun tersebut sudah jauh membaik dengan pengangguran yang menurun dan upah yang meningkat.

Faktor lain yang memengaruhi adalah kebergaman etnis. Budaya dari berbagai latar belakang etnis tertentu menganggap wajar jika anak muda tetap tinggal bersama orang tua mereka dalam jangka waktu lama.

Stacey Sholes (26 tahun) merasakan hal yang sama setelah kembali ke rumah orang tuanya di Fresno, California. Setelah kuliah di San Francisco dan bekerja di Los Angeles, ia memilih pulang karena biaya kuliah yang tinggi dan ketidakpastian kerja di industri film. Sambil mengumpulkan dana dengan bekerja paruh waktu, ia merasa rumah orang tuanya adalah tempat bernaung yang aman. Walau ada sedikit rasa tidak nyaman karena hilangnya privasi penuh, dukungan dari keluarga membuat tempat tersebut cocok untuk sementara waktu sembari ia merancang masa depannya.

Kesimpulan

Meningkatnya tren generasi milenial yang kembali tinggal bersama orang tua dipicu oleh kombinasi faktor ekonomi dan pergeseran sosial. Lonjakan biaya hidup, beban utang pendidikan, serta keputusan untuk menunda usia pernikahan membuat opsi tinggal bersama keluarga menjadi pilihan logis dan strategis bagi banyak orang demi mempersiapkan masa depan yang lebih stabil.

FAQ

Mengapa persentase perempuan muda yang tinggal dengan orang tua saat ini sangat tinggi? 
Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi seperti tingginya biaya hidup dan utang kuliah, serta faktor sosial seperti keputusan untuk menunda pernikahan demi menempuh pendidikan atau fokus pada karier.

Apakah tren ini murni disebabkan oleh tingginya angka pengangguran? 
Tidak selalu. Penelitian menunjukkan bahwa tren ini tetap bertahan bahkan ketika kondisi pasar tenaga kerja membaik dan angka pengangguran menurun, karena faktor gaya hidup dan meningkatnya biaya properti/sewa.

Bagaimana faktor budaya memengaruhi fenomena ini? 
Meningkatnya keragaman etnis membawa tradisi budaya baru di mana tinggal bersama keluarga besar atau orang tua hingga usia dewasa dianggap sebagai hal yang wajar dan positif.

Tags

Terkini