Mesir Gugur Secara Dramatis, Presiden El-Sisi Bangga dengan Skuad Timnas

Rabu, 08 Juli 2026 | 19:17:01 WIB
Presiden Mesir Abdel-Fattah el-Sissi (FOTO: NET)

ATLANTA - Kekalahan menegangkan tim nasional Mesir oleh Argentina pada fase 16 besar Piala Dunia 2026 tidak meredupkan kebanggaan pemerintah maupun Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) atas perjuangan The Pharaohs.

Langkah bersejarah Mesir terhenti setelah takluk 2-3 dari juara bertahan Argentina di Stadion Atlanta pada Selasa (7/7/2026) malam WIB.

Mesir sempat unggul dua gol, namun akhirnya kebobolan tiga kali dalam 14 menit penutup pertandingan.

Lionel Messi menyamakan kedudukan pada menit ke-83, lalu Enzo Fernandez mencetak gol penentu kemenangan Argentina di masa injury time.

Jalannya laga pun diwarnai kontroversi yang memicu protes keras dari pihak Mesir.

Merujuk laporan Al Jazeera, sejumlah keputusan wasit Francois Letexier menjadi sorotan, termasuk dianulirnya gol Mostafa Ziko setelah pengecekan VAR.

Menjelang akhir laga, beberapa pelanggaran yang diduga dilakukan pemain Argentina juga dianggap luput dari pengawasan wasit.

Walaupun skor akhir Argentina vs Mesir adalah 3-2, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi terus memberikan dukungan penuh bagi tim nasional.

Melalui media sosial X, El-Sisi berterima kasih atas dedikasi Mohamed Salah dan rekan-rekannya selama turnamen.

"Kami bangga kepada kalian dan pencapaian yang telah diraih. Masa depan yang lebih cerah menanti kalian," tulis El-Sisi, seperti dikutip Al Jazeera.

Apresiasi serupa sebelumnya telah disampaikan oleh Federasi Sepak Bola Mesir (EFA).

EFA menyatakan via media sosial bahwa para pemain telah menunjukkan tanggung jawab besar sepanjang laga Piala Dunia 2026.

"Kalian telah menunjukkan tanggung jawab yang luar biasa. Kami bangga kepada kalian. Terima kasih untuk segalanya," tulis EFA.

Meski gagal menembus perempat final, Mesir tetap mencatatkan sejarah baru setelah sukses melaju ke 16 besar dan menyingkirkan Australia pada fase sebelumnya.

Laporan Al Jazeera menyebutkan ketegangan pertandingan mencapai puncaknya pada 15 menit terakhir.

Selain pembatalan gol Ziko oleh VAR, pihak Mesir memprotes keputusan lain yang dinilai menguntungkan Argentina.

Pelatih Hossam Hassan bahkan menerima kartu kuning karena memprotes dari pinggir lapangan.

Dalam satu momen yang disorot Al Jazeera, Hassan sempat menyilangkan tangan membentuk huruf "X".

Isyarat tersebut merupakan simbol resmi dalam protokol antirasisme FIFA untuk melaporkan dugaan tindakan rasis.

Menurut laporan tersebut, gestur itu seharusnya membuat wasit menghentikan pertandingan sementara untuk menangani laporan tersebut.

Namun, laga tetap berlanjut hingga peluit panjang berbunyi.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari FIFA terkait insiden tersebut.

Dukungan terus mengalir di media sosial bagi timnas Mesir.

Banyak suporter menilai para pemain layak diapresiasi atas pencapaian menembus 16 besar, salah satu hasil terbaik Mesir di Piala Dunia.

Laporan Al Jazeera menyebutkan warga Palestina turut memberikan dukungan kepada Mesir.

Sebelumnya, Hossam Hassan sempat membawa bendera Palestina ke lapangan saat merayakan kemenangan atas Australia di babak sebelumnya.

Hassan juga mendedikasikan kemenangan tersebut secara khusus untuk rakyat Mesir dan Palestina.

Usai tersingkir dari Piala Dunia, Mohamed Salah dan rekan-rekannya tetap disambut hangat saat kembali ke hotel.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, para pendukung telah menunggu di luar hotel dengan mengibarkan bendera Mesir, memberikan apresiasi kepada tim yang tetap dianggap pulang sebagai pahlawan meskipun gagal ke perempat final.

Terkini