SOLO - Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Akhmad Sodiq, menerangkan alasan di balik pengiriman utusan mahasiswa guna mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju Indonesia Timur pekan lalu.
Langkah ini dipaparkan oleh rektor saat sejumlah mahasiswa melangsungkan aksi unjuk rasa di gedung rektorat pada Senin (2/6).
Pihak mahasiswa menilai utusan yang didelegasikan tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap serta semangat perjuangan mahasiswa menyangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Di tengah demonstrasi itu, aliansi mahasiswa turut membentangkan poster yang mempertanyakan apakah utusan tersebut merupakan duta kampus atau duta MBG Kopdes.
"Kami mengakumulasikan kemarahan dan kekecewaan karena melihat kemarin delegasi dari Universitas Jenderal Soedirman tidak merepresentasikan semangat perjuangan dari mahasiswa itu sendiri," kata Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, Azza Febra Pramudika seusai aksi, Senin (22/6/2026) sore.
"Maka dari itu kami menuntut agar ke depannya hal-hal demikian bisa melibatkan partisipasi mahasiswa lewat bentuk persetujuan dan komunikasi yang komprehensif," imbuhnya.
Azza mengungkapkan bahwa mahasiswa menolak keras segala bentuk kompromi politik dengan pihak penguasa, terutama ketika sebagian mahasiswa tengah gencar menyuarakan penolakan terhadap program MBG beserta Koperasi Desa Merah Putih.
"Di saat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman sedang berjuang untuk menolak MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, kami menolak segala bentuk kompromi politik dengan kekuasaan. Tapi di saat yang sama Universitas Jenderal Soedirman justru gagal menunjukkan sikap politik yang jelas," ujar dia.
Massa mahasiswa pun menuntut jajaran pimpinan kampus untuk mengakui kekeliruan yang terjadi dalam proses penunjukan tersebut sekaligus memastikan hal serupa tidak akan terulang lagi.
Walaupun Rektor Unsoed telah membacakan sikap resmi yang mencakup beberapa poin tuntutan, Azza mengaku pihaknya belum merasa puas sepenuhnya dan bakal terus mengawal tindak lanjut dari pihak kampus.
Dirinya berharap agar komitmen yang diucapkan oleh rektor tidak sekadar menjadi pemanis di atas kertas saja.
"Apa yang dinyatakan oleh Pak Rektor hari ini jangan sampai dicederai kembali dengan agenda-agenda politik kuasa tanpa adanya transparansi kepada mahasiswa," ucap Azza.
Di sisi lain, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq menyampaikan bahwa pihak manajemen kampus telah menampung seluruh aspirasi dari mahasiswa untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi internal.
"Ada enam tuntutan tadi yang sudah kami dengarkan semua. Mudah-mudahan ini menjadi evaluasi bersama-sama," kata Sodiq, kemarin.
Kendati demikian, dirinya memberikan penegasan bahwa posisi perguruan tinggi bakal tetap berjalan di dalam koridor tridarma perguruan tinggi, yang meliputi pendidikan, penelitian, beserta pengabdian kepada masyarakat.
"Kalau saya, kebijakan berkaitan dengan MBG dan Merah Putih itu adalah kebijakan dari Jakarta. Kami di lingkungan perguruan tinggi melakukan riset, melakukan pengabdian masyarakat, dan sejenisnya. Jadi tidak keluar dari kerangka itu," jelasnya.
Terkait kontroversi pengiriman mahasiswa dalam rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden, Sodiq membeberkan bahwa kampus memperoleh surat resmi dari Sekretariat Wakil Presiden yang isinya menunjuk mahasiswa untuk ikut serta dalam agenda tersebut.
"Ada surat dari Sekjen. Perihalnya jelas sekali, yaitu penunjukan. Agendanya adalah kunjungan kerja Wakil Presiden," ujar dia.
Sodiq menguraikan bahwa surat resmi tersebut memang tidak merinci secara detail rentetan agenda kegiatan yang bakal diikuti oleh mahasiswa.
"Tidak dimunculkan di dalam surat. Yang namanya surat kan pendek, hanya kunjungan kerja. Dan kegiatan kunjungan kerja itu banyak sekali. MBG hanya salah satu kegiatan di satu wilayah saja," kata dia.
Sodiq pun menampik anggapan yang menyebutkan bahwa mahasiswa yang dikirimkan tidak menyuarakan kritik sama sekali.
Ia mengklaim delegasi mahasiswa tersebut justru menyodorkan beragam masukan nyata berdasarkan kondisi objektif yang mereka jumpai di lapangan.
"Hal yang disampaikan oleh adik kita yang dikirim sangat bagus. Memberikan masukan sesuai posisinya sebagai mahasiswa yang melihat kondisi di lapangan. Itu kemudian dibuat menjadi resume dan diberikan kepada Wakil Presiden," jelasnya.
Mengenai enam poin pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan forum mahasiswa, Sodiq menggarisbawahi bahwa hal tersebut adalah bentuk kesepakatan sikap bersama antara pimpinan universitas dan mahasiswa.
"Ya, sikap bersama-sama. Bersama dengan mahasiswa. Tapi posisi kami tetap dalam koridor tri darma perguruan tinggi, tidak bisa melebihi dari itu," pungkasnya.
Pernyataan sikap yang dibacakan Rektor Unsoed: Kami menegaskan bahwa keterlibatan individu dalam kegiatan tersebut tidak dapat serta-merta dipahami sebagai representasi sikap mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman maupun gerakan mahasiswa secara kolektif.
Kami menolak segala bentuk kooptasi maupun kompromi politik yang menjadikan mahasiswa sebagai instrumen pencitraan kekuasaan di tengah berbagai persoalan bangsa yang hingga kini masih menuntut penyelesaian secara serius.
Kami menolak dengan keras program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih yang secara terang-terangan memangkas dana pendidikan, kesehatan, APBN dan pada akhirnya merugikan rakyat.
Pernyataan ini tidak ditujukan untuk menghakimi atau menghukum. Kami tidak menyerang individu tertentu.
Sikap kami diarahkan pada prinsip bahwa independensi gerakan mahasiswa harus dijaga dari segala bentuk kepentingan politik praktis yang dapat mengikis kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa.
Mendesak pihak Rektorat Universitas Jenderal Soedirman untuk menyampaikan klarifikasi dan pertanggungjawaban terbuka atas proses penunjukan dan keterlibatan mahasiswa dalam agenda kunjungan kerja bersama Wakil Presiden kepada sivitas akademika dan publik serta sikap rektor terhadap keberpihakan terhadap tuntutan mahasiswa pada program tersebut.
Tidak akan adanya program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih ke Universitas Jenderal Soedirman.