Benarkah 2 Pabrik Otomotif Jepang Bakal Hengkang? Ini Kata APINDO

Benarkah 2 Pabrik Otomotif Jepang Bakal Hengkang? Ini Kata APINDO
Ilustrasi perusahaan komponen otomotif asal Jepang (FOTO: NET)

JAKARTA - Berembus kabar bahwa dua pabrik otomotif asal Jepang berniat angkat kaki menuju Vietnam, yang kemudian ditanggapi oleh pihak pengusaha.

Said Iqbal selaku Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh membeberkan bahwa terdapat dua pabrik komponen otomotif di wilayah Jawa Timur yang akan pergi dari Indonesia.

Kedua pabrik tersebut diisukan bakal memindahkan operasional mereka ke Vietnam.

Said tidak bersedia membeberkan identitas kedua perusahaan itu secara gamblang, melainkan hanya membagikan petunjuk lewat inisial PT J dan PT S.

"Saya kasih inisial saja ya, inisial, nggak boleh sebut nama karena ini lagi negosiasi. Inisialnya, PT J dan PT S. Jangan disebutkan (nama perusahaan) nanti berantakan negosiasinya. Kadang-kadang negosiasi secara silent itu penting di awal-awal ya, PT J dan PT S," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa rencana kepindahan kedua produsen itu mempunyai keterkaitan dengan ranah pengembangan mobil listrik.

"Karena di Indonesia rupanya mobil listrik, pabrik mobil listrik tidak kompetitif. Tapi di Vietnam sedang ada kebijakan pengembangan pabrik mobil listrik," sambung Said.

Merespons kabar burung tersebut, Bob Azam selaku Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO akhirnya memberikan tanggapan.

Berdasarkan penuturan Bob, hingga saat ini belum tersedia keputusan yang bersifat final terkait hengkangnya kedua pabrik otomotif tersebut dari tanah air.

"Kami belum dapat laporannya, jadi kami harus lihat dulu. Harus diteliti dulu, jangan digong langsung gitu, ya kan. Karena itu bisa menyebabkan keresahan dan sebagainya. Jadi kami harus lihat apakah itu hengkang, apakah ada konsolidasi regional, apakah ada repositioning produk. Karena ini kan multinasional company yang beroperasi di beberapa negara," ungkap Bob dikutip detikFinance.

Bob memaparkan bahwa korporasi yang dimaksud merupakan produsen komponen kelistrikan yang mengapalkan produknya ke pasar Amerika Serikat.

Bob juga menambahkan bahwa manufaktur komponen otomotif yang mengandalkan jalur ekspor memang sedang menjumpai situasi yang menantang sekarang ini.

Kondisi tersebut khususnya dirasakan oleh korporasi yang mengirimkan barang ke Amerika Serikat karena terbentur aturan tarif yang baru.

"Makanya kami harus klarifikasi lagi, apakah bener-bener hengkang, ya kan. Yang saya dengar nggak begitu, gitu loh. Jadi, ya, kami harus teliti lagi, lebih dalam lagi," tambah Bob.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index