JAKARTA - Pemprov DKI tebus 2.026 ijazah siswa dari berbagai jenjang pendidikan pada tahap pertama tahun 2026 dengan alokasi anggaran mencapai angka 4 miliar rupiah.
Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di halaman Balai Kota Jakarta.
Rano Karno menjelaskan bahwa pemutihan dokumen kelulusan ini bukan sekadar urusan administrasi biasa bagi para penerima manfaat.
"Bagi banyak orang, selembar ijazah bukan sekadar kertas. Ia adalah kunci untuk bekerja, melanjutkan pendidikan, mengangkat keluarga, dan menatap masa depan dengan kepala tegak," kata dia, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Senin (4/5/2026).
Pemerintah daerah memandang ijazah sebagai instrumen vital bagi seseorang untuk memperbaiki taraf hidup dan keluar dari jerat kemiskinan.
Rano berpendapat, bahwa kehadiran program ini sejatinya berfungsi untuk membuka kembali pintu kesempatan bagi masyarakat agar bisa bersaing di dunia kerja.
Upaya ini dijalankan melalui sinergi bersama Baznas/Bazis Jakarta sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan sumber daya manusia.
Pemerintah daerah juga memberangkatkan 561 alumni sekolah kejuruan untuk memulai karier profesional di luar negeri seperti Jepang dan Jerman.
Kebijakan sekolah swasta gratis juga akan segera diimplementasikan pada tahun ajaran 2026/2027 mendatang.
Program tersebut akan menjangkau 103 institusi pendidikan swasta di seluruh wilayah administrasi Jakarta.
Fokus utama kebijakan ini adalah memutus rantai kemiskinan yang sering kali berakar dari keterbatasan biaya sekolah.
Pihak otoritas menekankan pentingnya peran negara dalam menjamin setiap anak mendapatkan hak belajar tanpa terhalang tembok finansial.
Selain fokus internal, sektor pendidikan Jakarta juga memberikan sumbangan senilai 2,2 miliar rupiah bagi daerah bencana di Sumatra dan Aceh.
Dana tersebut disalurkan dalam bentuk perangkat teknologi dan fasilitas air bersih untuk memulihkan kegiatan belajar mengajar di sana.
Momentum Hardiknas tahun ini diarahkan sebagai penguat komitmen dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif bagi seluruh warga.