Bali Disiapkan Menjadi Pusat Keuangan Internasional Melalui KEK

Senin, 04 Mei 2026 | 16:49:18 WIB
Investasi di KEK Kura Kura Bali mencapai 1,62 triliun rupiah hingga triwulan 1 2026.

JAKARTA – Pemerintah mempersiapkan Bali sebagai pusat keuangan internasional dengan mengoptimalkan potensi strategis KEK Kura Kura Bali untuk menarik para investor global.

Upaya serius ini melibatkan percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus yang akan difungsikan sebagai lokasi utama sektor finansial tersebut.

"Jadi apa yang (KEK) Kura Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara," ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Airlangga berpendapat, bahwa saat ini regulasi sedang dalam tahap finalisasi agar pembentukan pusat finansial di pulau tersebut memiliki landasan hukum yang kuat bagi pemodal luar negeri.

Skema pengelolaan pusat keuangan ini nantinya dirancang khusus untuk memfasilitasi kebutuhan pasar modal tingkat dunia.

Pihak pengembang kawasan telah menyiapkan distrik pengetahuan sebagai modal utama untuk menciptakan ekosistem inovasi yang mandiri.

Pusat bisnis tersebut juga diproyeksikan menjadi lokasi bertemunya berbagai program investasi unggulan serta institusi pendidikan bisnis bertaraf internasional.

Terdapat dukungan tambahan berupa pusat kewirausahaan yang akan memperkuat riset lingkungan dan pendidikan berkualitas di area pesisir tersebut.

Target penyelesaian sejumlah proyek strategis ditetapkan pada tahun 2026 guna memastikan operasional berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

Data menunjukkan bahwa hingga triwulan 1 2026 nilai investasi yang masuk telah menyentuh angka 1,62 triliun rupiah.

Aktivitas ekonomi di kawasan ini juga berhasil memberikan dampak nyata dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.146 orang.

Selain fokus pada finansial, pemerintah tetap memperkuat sektor wisata medis melalui pengembangan fasilitas di kawasan Sanur.

Keberadaan rumah sakit internasional di wilayah tersebut mulai menunjukkan hasil positif dengan tingkat kunjungan yang terus meningkat secara signifikan.

Pasien yang datang ke pusat layanan kesehatan tersebut terdiri dari 60 persen warga asing dan 40 persen merupakan warga domestik.

Layanan estetika medis dan bedah kosmetik dijadwalkan mulai tersedia pada tahun 2026 untuk melengkapi fasilitas yang sudah ada sebelumnya.

Total modal yang tertanam di wilayah Sanur sudah mencapai angka 5,37 triliun rupiah hingga periode awal tahun ini.

Kedua kawasan ekonomi khusus ini diharapkan menjadi mesin penggerak utama dalam melakukan transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Terkini