MANADO - Sebanyak 11 rumah di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara mengalami kerusakan ringan setelah diguncang gempa bermagnitudo 7,7 di kawasan Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pagi tadi.
"Jadi, selain 11 rumah warga yang rusak ringan, ada juga fasilitas umum yang rusak, seperti gudang pelabuhan di Essang dan pagar rumah sakit," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Talaud Fretsli Ontorael ketika dihubungi melalui telepon genggam di Manado, Senin.
Ia menyatakan bahwa selain rumah dan fasilitas publik yang rusak ringan, terdapat dua warga Rainis yang sempat memperoleh penanganan di Puskesmas setempat akibat syok pascagempa.
Kedua warga itu selanjutnya diperbolehkan pulang ke rumah dalam keadaan yang lebih baik setelah menerima perawatan.
"Situasi sekarang ini sudah kondusif, warga telah melakukan aktivitas seperti biasa," ujar Frestli.
Frestli mengimbau masyarakat yang menetap di kawasan pesisir pantai agar tetap berhati-hati dan waspada walau Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mencabut peringatan dini tsunami beberapa jam sebelumnya.
"Tetap beraktivitas seperti biasa dan tetap waspada meskipun gempa susulan telah menurun jumlahnya," ujar Frestli.
Pada Senin, 08 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB kawasan Pantai Selatan Mindanao, Filipina dihentak gempa bumi tektonik dan data analisis BMKG memperlihatkan gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 7,7 di kedalaman 47 kilometer.
Pusat gempa bumi berada pada koordinat 5,80° LU; 125,14° BT, atau persisnya berada di laut dengan jarak 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara.