JAKARTA - Kemunculan jerawat di area bawah hidung kerap kali memicu rasa tidak nyaman lantaran letaknya yang tergolong sensitif sekaligus gampang tersenggol.
Namun, benarkah jerawat di bawah hidung diizinkan untuk dipencet?
Tindakan memencet jerawat memang kerap dianggap sebagai jalan pentas demi melenyapkan tonjolan kemerahan yang merusak estetika wajah.
Sangat disayangkan, tindakan tersebut justru berisiko memperburuk masalah kulit apabila dipraktikkan secara asal-asalan.
Jerawat yang tumbuh di area bawah hidung tergolong dalam zona yang dipenuhi oleh jaringan kulit dan pembuluh darah.
Wilayah ini terhitung cukup rentan sehingga memerlukan metode penanganan yang jauh lebih berhati-hati.
Lantas, benarkah jerawat di area bawah hidung tersebut boleh dipencet?
Mayoritas pakar kesehatan kulit sangat melarang tindakan memencet jerawat memakai tangan secara langsung, terlebih bila kondisi jerawat tengah meradang atau belum menunjukkan mata matang.
Potensi bahaya yang mengintai berkisar dari timbulnya luka, kontaminasi bakteri, noda hitam bekas jerawat, hingga eskalasi peradangan yang kian meluas.
Apabila muncul kontaminasi bakteri akibat memencet jerawat di hidung, kondisi tersebut dapat membahayakan status kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kendati peluang terjadinya terbilang rendah, dampak infeksi ini berpotensi memicu penyakit meningitis sampai pneumonia.
"Ada kemungkinan infeksi wajah menjadi infeksi yang berdampak pada seluruh tubuh," kata dermatologist Dr. Alok Vij. MD seperti dilansir dari Cleveland Clinic.
Pada sejumlah peristiwa yang sangat langka, kontaminasi bakteri di area wajah dapat memicu terjadinya trombosis sinus kavernosa septik, yaitu pembentukan gumpalan darah di bagian sinus kavernosa.
Fenomena ini selanjutnya dapat memicu aneka gangguan kesehatan yang fatal dan berisiko membahayakan keselamatan jiwa.
"Sejujurnya, kamu harus selalu menghindari memencet jerawat. Melakukannya dapat menyebabkan peradangan, hiperpigmentasi pasca-inflamasi, dan jaringan parut, hingga infeksi," saran Dr. Vij.
Memang tidak mudah mengendalikan dorongan untuk memencetnya, akan tetapi langkah terbaik adalah membiarkan jerawat tersebut pulih secara alami.
Kendati demikian, apabila Anda merasa tidak tenang atau dituntut menghadiri agenda krusial dalam waktu dekat, silakan terapkan panduan berikut demi melenyapkan jerawat di hidung secara aman :
1.Kompres Hangat
Basahi selembar kain bersih menggunakan air hangat (pastikan suhunya tidak terlampau panas), lalu letakkan pada bagian hidung selama durasi 10 sampai 15 menit.
Langkah ini bermanfaat memicu nanah agar terangkat ke permukaan sekaligus mempercepat fase pemulihan.
2.Pakai Plester Jerawat
Apabila lapisan jerawat di hidung didapati sudah robek, Anda dapat mengatasinya dengan menempelkan stiker khusus jerawat di area tersebut.
Biarkan plester menempel sepanjang malam guna menyedot sisa cairan yang merembes keluar.
3.Pergi ke Dokter Kulit
Pakar medis dapat memberikan alternatif penanganan yang terjamin keamanannya namun memiliki durasi kerja lebih kilat.
Pada umumnya, dokter spesialis kulit bakal menyarankan tindakan berupa injeksi kortison serta pemberian obat antibiotik.