Itsec Asia

Itsec Asia CYBR Berbalik Untung, Laba Naik Signifikan Rp65,4 Miliar di Sepanjang 2025

Itsec Asia CYBR Berbalik Untung, Laba Naik Signifikan Rp65,4 Miliar di Sepanjang 2025
Itsec Asia CYBR Berbalik Untung, Laba Naik Signifikan Rp65,4 Miliar di Sepanjang 2025

JAKARTA - Kinerja keuangan perusahaan keamanan siber PT Itsec Asia Tbk (CYBR) menunjukkan perubahan signifikan sepanjang tahun buku 2025. 

Setelah sebelumnya mencatatkan hasil yang terbatas, perusahaan kini berhasil membukukan lonjakan laba yang mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan efisiensi operasional yang dijalankan dalam setahun terakhir.

Perubahan ini menjadi sinyal kuat bahwa industri keamanan siber di Indonesia terus berkembang, seiring meningkatnya kebutuhan perlindungan digital di berbagai sektor. Itsec Asia pun memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama di bidang keamanan siber nasional.

Lonjakan Laba dan Perbaikan Kinerja Keuangan

PT Itsec Asia Tbk (CYBR) mengumumkan laporan keuangan audited tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Sepanjang 2025, perusahaan keamanan siber publik pertama di Indonesia itu mencatat peningkatan signifikan pada profitabilitas.

Laba bersih konsolidasi mencapai Rp 65,4 miliar, meningkat dari Rp 800 juta pada tahun. Laba usaha juga berbalik positif menjadi Rp 92,5 miliar dibandingkan rugi usaha Rp 435 juta pada tahun sebelumnya. Perbaikan ini mencerminkan keberhasilan meningkatkan skala bisnis dan efisiensi operasional.

Pendapatan konsolidasi tumbuh 62,1% menjadi Rp 527,1 miliar dari Rp 325,1 miliar pada 2024. Laba bruto meningkat 141,6% menjadi Rp 284,6 miliar. Margin laba bruto naik menjadi 54,0% dari sebelumnya 36,2%. Total ekuitas meningkat menjadi Rp256,2 miliar, sementara gearing ratio membaik dari 1,13x menjadi 0,20x, mencerminkan struktur keuangan yang lebih sehat.

Strategi Bisnis dan Transformasi Digital Berbasis AI

Patrick Rudolf Dannacher, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT ITSEC Asia Tbk, menyampaikan, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Itsec Asia.

"Kami tidak hanya mencapai profitabilitas, tapi juga memperkuat fondasi bisnis, memperluas jangkauan produk, serta mempercepat pengembangan kapabilitas berbasis AI," ujar Patrick.

Sepanjang 2025, perseroan terus menjalankan strategi untuk merespons lanskap ancaman siber yang semakin kompleks. Salah satu langkah strategis pembentukan PT Itsec Cyber Academy yang berfokus pada pelatihan siber dan AI untuk sektor pemerintah dan enterprise.

Di sisi produk, peluncuran IntelliBro? Aman sebagai aplikasi keamanan siber konsumen berbasis AI menjadi tonggak penting. Melalui kemitraan OEM pre-installation dengan produsen smartphone, Infinix. Aplikasi ini melampaui 100.000 unduhan dalam bulan pertama.

Sementara itu, IntelliBro? Orion terus memperkuat layanan bagi segmen UKM melalui threat intelligence berbasis AI dan respons insiden secara real time.

Kedua solusi ini mencerminkan upaya perseroan dalam memperluas akses terhadap keamanan siber, tidak hanya untuk perusahaan besar tetapi juga bagi UKM dan individu.

Investasi dan Penguatan Struktur Keuangan Perusahaan

Belanja modal tahun 2025 mencapai Rp 27 miliar yang dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur teknologi, aset tak berwujud, dan ekspansi operasional. Investasi ini mendukung penguatan platform keamanan siber berbasis AI serta pengembangan produk di berbagai segmen pasar.

Perseroan juga mempertahankan posisi keuangan yang solid dengan net debt to equity ratio sebesar 0,2 kali pada akhir tahun, meningkat signifikan dari 1,13 kali pada awal periode.

Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kesehatan finansial. Struktur keuangan yang lebih sehat menjadi fondasi penting untuk pertumbuhan jangka panjang.

Peran Nasional dan Ekspansi Regional

Itsec Asia juga memperkuat perannya di tingkat nasional melalui inisiasi Gerakan Keamanan Siber Nasional bersama ADIGSI dan BSSN. Inisiatif ini mendukung penguatan ketahanan digital nasional, termasuk perlindungan infrastruktur kritis, pengembangan talenta, serta peningkatan kesadaran keamanan siber bagi lebih dari 65 juta UKM di Indonesia.

Layanan professional security services dan managed security services tetap menjadi kontributor utama, dengan dukungan klien di sektor jasa keuangan, energi, dan telekomunikasi. Operasi di Singapura, sebagai hasil ekspansi regional juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja Perseroan.

“Dengan fokus pada inovasi, kolaborasi, dan dampak nyata, kami optimistis dapat terus tumbuh dan berkontribusi bagi ekosistem digital Indonesia,” kata Patrick.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index