JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga memprediksi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasolin, seperti Pertalite dan Pertamax, selama libur Lebaran 2026. Peningkatan ini seiring mobilitas masyarakat yang meningkat, khususnya arus mudik dan aktivitas perjalanan liburan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert MV Dumatubun, menjelaskan, konsumsi BBM gasolin diperkirakan naik sekitar 12% dari rata-rata normal.
Sementara itu, konsumsi solar atau biosolar justru diprediksi menurun karena adanya pembatasan operasi kendaraan logistik dan truk besar selama periode mudik.
"Pertalite, Pertamax, dan sejenis gasolin lainnya diproyeksikan mengalami peningkatan sekitar 12% dibanding konsumsi normal," jelas Roberth.
Penurunan konsumsi solar atau biosolar diperkirakan mencapai 14,5%. Hal ini terjadi karena kendaraan logistik, truk besar, dan kontainer akan dibatasi operasinya menjelang dan saat libur Idul Fitri.
Konsumsi LPG dan Avtur Juga Meningkat Wajar
Selain BBM, Pertamina memprediksi konsumsi LPG 3 kg meningkat sekitar 4%. Kenaikan ini seiring meningkatnya aktivitas memasak masyarakat menjelang dan selama Ramadan, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan usaha kuliner.
“Ini wajar karena dari sisi LPG juga pasti konsumsi meningkat digunakan untuk kegiatan pada saat menjelang ataupun di hari raya atau masa Ramadan sebelumnya,” kata Roberth.
Penggunaan kerosin atau minyak tanah juga diproyeksikan naik, sementara permintaan avtur meningkat sekitar 2,8% seiring bertambahnya frekuensi penerbangan selama periode libur Lebaran. Peningkatan perjalanan udara membuat konsumsi avtur ikut terdongkrak.
Stok BBM dan LPG Dipastikan Aman
Pertamina memastikan stok BBM dan LPG di seluruh wilayah Indonesia cukup untuk menghadapi lonjakan konsumsi selama mudik Lebaran 2026. VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan, pihaknya telah membangun cadangan energi dan menyiagakan ribuan SPBU 24 jam di jalur potensial arus mudik.
“Kami telah meningkatkan pasokan stok energi untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi, terutama pada arus pergi dan arus balik. Stok BBM, LPG, dan avtur sudah aman dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkap Baron.
Secara keseluruhan, sebanyak 2.074 SPBU Pertamina disiagakan selama 24 jam, termasuk di jalur tol, jalur wisata, dan jalur lintas utama. Hal ini memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan BBM secara mudah selama perjalanan.
Puncak Arus Mudik dan Langkah Antisipasi
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 14-15 Maret dan 18-19 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 24-25 dan 28-29 Maret 2026. Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang dapat memicu kelangkaan.
“Kami imbau masyarakat untuk tetap membeli BBM di pangkalan resmi atau SPBU Pertamina agar harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan distribusi tetap lancar,” kata Roberth.
Selain itu, Pertamina juga menyiapkan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait untuk memantau distribusi energi, memastikan suplai tetap stabil, serta menjaga harga BBM dan LPG agar tetap sesuai HET.
Dengan persiapan ini, Pertamina menegaskan kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi energi selama libur Lebaran 2026, sekaligus menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat saat melakukan perjalanan mudik maupun liburan.