JAKARTA - Persiapan arus mudik Lebaran 2026 mulai dimatangkan pemerintah jauh hari sebelum puncak perjalanan tiba.
Fokus utama diarahkan pada kesiapan infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung demi menekan angka kecelakaan. Langkah ini diambil agar mobilitas jutaan masyarakat dapat berlangsung aman dan lancar.
Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi komprehensif, mulai dari percepatan perbaikan jalan hingga penguatan fungsi rest area. Upaya tersebut dipandang penting mengingat volume kendaraan diperkirakan meningkat signifikan. Selain kelancaran arus, aspek keselamatan menjadi perhatian utama.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa preservasi jalan menjadi prioritas menjelang musim mudik. Kondisi jalan yang prima dinilai krusial untuk menghindari kecelakaan dan kemacetan. Pemerintah ingin memastikan seluruh jalur utama dalam keadaan layak dilintasi.
"Pada prinsipnya kita harus lakukan preservasi, maintenance terhadap jalan-jalan yang digunakan oleh masyarakat ini harus dilakukan dari waktu ke waktu. Terlebih beberapa minggu ke depan kita juga sudah mempersiapkan arus mudik lebaran. Ini juga harus fit, kondisinya harus prima," kata AHY di Kota Serang, Banten, Sabtu.
Percepatan Perbaikan Jalan Nasional
Menurut AHY, Kementerian Pekerjaan Umum telah memetakan berbagai titik jalan rusak di sejumlah daerah. Alat berat dan material disiapkan untuk mempercepat proses perbaikan di lapangan. Pendekatan ini dilakukan agar kerusakan tidak berlarut hingga masa puncak mudik.
Langkah cepat tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak layak. Selain itu, perbaikan dini juga mencegah terjadinya kemacetan panjang di jalur utama. Pemerintah berupaya mengantisipasi potensi gangguan sebelum arus kendaraan meningkat.
"Sehingga menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kemacetan akibat rusaknya jalan-jalan utama," ujarnya.
Preservasi dan perawatan rutin menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Pemerintah menilai bahwa kesiapan infrastruktur tidak boleh bersifat musiman. Standar keselamatan harus dijaga sepanjang tahun, terutama menjelang periode mudik.
Pengaturan Arus dan Pemanfaatan Teknologi
Selain perbaikan jalan, pengaturan arus mudik dan balik juga menjadi fokus pemerintah. Strategi ini bertujuan mengurai kepadatan agar tidak terpusat pada satu atau dua hari tertentu. Distribusi waktu perjalanan diharapkan lebih merata.
AHY menjelaskan bahwa pemerintah akan kembali memanfaatkan Artificial Intelligence atau AI seperti periode sebelumnya. Teknologi ini digunakan untuk memprediksi puncak arus mudik maupun arus balik. Data tersebut menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat.
Hal ini, menurut dia, berguna untuk pengaturan tanggal Work From Anywhere (WFA) para pekerja di ibu kota. Dengan penyesuaian waktu kerja, kepadatan di jalur favorit mudik dapat ditekan. Pemerintah berharap pendekatan ini efektif mengurangi lonjakan kendaraan.
"Jadi satu hal, kita ingin mengurai kemacetan tidak terpusat di satu-dua hari tertentu, kita coba urai ke depan ataupun ke belakang," tutur AHY.
Pentingnya Rest Area dan Edukasi Pengemudi
Rest area menjadi elemen penting dalam strategi keselamatan mudik tahun ini. Pemerintah menilai kelelahan dan kejenuhan pengemudi menjadi penyebab utama kecelakaan setiap tahun. Karena itu, ketersediaan tempat istirahat yang memadai sangat dibutuhkan.
AHY menekankan bahwa solusi keselamatan tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Edukasi kepada masyarakat juga harus ditingkatkan agar lebih sadar pentingnya beristirahat. Keselamatan perjalanan merupakan tanggung jawab bersama.
"Data kecelakaan lalu lintas setiap tahun itu terjadi karena memang kelelahan, kejenuhan dan ini perlu solusi. Jadi menyiapkan arus mudik yang baik itu pertama tentu prasarana, tapi yang kedua adalah mengedukasi juga masyarakat agar lebih menyadari bahwa jangan sampai kita terlibat dalam kecelakaan yang mengakibatkan apalagi fatalitas karena kelelahan dan kejenuhan tadi," katanya.
Dengan kombinasi prasarana dan edukasi, pemerintah berharap angka kecelakaan dapat ditekan. Rest area yang nyaman diharapkan mendorong pengemudi untuk beristirahat cukup. Pendekatan ini menjadi bagian integral dari persiapan mudik 2026.
Koordinasi Transportasi dan Antisipasi Cuaca Ekstrem
AHY juga menyoroti penanganan jalur kereta api yang sempat terganggu akibat banjir. Pemerintah telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk memperkuat infrastruktur. Tujuannya agar gangguan serupa tidak terulang.
"Kita juga mengharapkan ada perkuatan-perkuatan agar tidak ataupun bisa mencegah terjadinya kejadian serupa, banjir rob, kemudian menghentikan ruas-ruas kereta termasuk akhirnya banyak yang di-cancel, termasuk tentunya mempengaruhi yang namanya on-time performance," tuturnya.
Faktor cuaca ekstrem disebut sebagai tantangan utama sektor transportasi. Pemerintah terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi potensi gangguan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca.
"Ketika terjadi cuaca ekstrem sebisa mungkin kita juga mengantisipasinya dengan yang namanya OMC, Operasi Modifikasi Cuaca. Paling tidak ini akan mengurangi 30 persen dari kondisi cuaca buruk," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, AHY menegaskan perbaikan infrastruktur dasar di wilayah terdampak bencana di Sumatera juga terus berjalan bertahap. Sementara itu, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyampaikan rencana transmigrasi lokal di Banten Selatan masih dalam tahap peninjauan.
"Kemarin ada usulan dari Bupati Pandeglang untuk transmigrasi lokal di Banten Selatan. Tapi sekarang kita masih tinjau, tentu saja untuk penyusunan kawasan transmigrasi itu ada rencana kawasan transmigrasinya dulu. Nanti kalau misalkan studi kelayakannya baik, berarti kita bisa kembangkan," ujarnya.