MRT

MRT Jakarta Fase 2A Targetkan Operasi Penuh dan Layani Penumpang Tahun 2029

MRT Jakarta Fase 2A Targetkan Operasi Penuh dan Layani Penumpang Tahun 2029
MRT Jakarta Fase 2A Targetkan Operasi Penuh dan Layani Penumpang Tahun 2029

JAKARTA - Proyek MRT Fase 2A lintas Utara–Selatan terus menunjukkan kemajuan signifikan. 

Rute dari Bundaran HI hingga Kota saat ini telah mencapai 56,88% progres konstruksi. Pekerjaan pengelasan rel seksi satu menggunakan teknik flashbutt welding telah rampung, sementara pengecoran concrete trackbed segmen Bundaran HI–Thamrin mencapai 25%.

MRT Jakarta menyebut paket kontrak CP206 terkait rolling stock telah memasuki tahap inception design. Paket kontrak CP207 untuk automatic fare collection sedang dievaluasi secara teknis. Selain itu, MRT menegaskan pembangunan stasiun terus berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

Thomas, salah seorang manajemen proyek, menyatakan bahwa delapan trainset baru dari Jepang sudah dipesan. Perusahaan Sumitomo Corporation bekerja sama dengan Nippon Sharyo untuk merancang dan membuat kereta selama 238 minggu atau sekitar 4,5 tahun. “Kami ingin memastikan kualitas dan kesiapan armada sebelum operasional penuh,” ujar Thomas.

Pembangunan Stasiun Thamrin dan Monas

Pada paket kontrak CP201 untuk segmen Thamrin–Monas, progres telah mencapai 91,46% dari target 91,07%. Pekerjaan utama meliputi jet grout pada entre 1 dan 3, pengecoran kolom dan dinding, serta arsitektural finishing dinding entre 4. Instalasi elevator, hydrant box, perpipaan, ducting, dan cable tray juga masih berlangsung.

Di Stasiun Monas, pekerjaan reinstate entre 1 Jalan Museum terus berjalan. Pengecoran struktur flood shutter door, finishing arsitektur koridor entre 2, serta instalasi skylight steel structure turut dilaksanakan. Travelator, escalator, elevator, AHU, dan partial acceptance test untuk perlengkapan MEP juga tengah dipersiapkan.

Thomas menjelaskan bahwa fokus utama adalah memastikan semua stasiun siap operasional sesuai jadwal. “Setiap elemen infrastruktur harus terpasang dengan baik agar keselamatan dan kenyamanan penumpang terjamin,” katanya. Tim proyek menekankan koordinasi antara berbagai kontraktor agar tidak terjadi keterlambatan.

Progres Area Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar

Di area konstruksi Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, pembangunan telah mencapai 62,47%. Pekerjaan utama mencakup pemotongan king post, waterproofing, hingga protection concrete untuk atap stasiun. Mesin bor terowongan (TBM) terus membangun terowongan southbound dari Mangga Besar menuju Sawah Besar.

TBM 2 telah menyelesaikan pembangunan northbound dan mempersiapkan breakthrough di sisi selatan Stasiun Glodok. Aktivitas ini memastikan jalur terowongan siap untuk pengoperasian nanti. Thomas menegaskan, “Koordinasi pengerjaan TBM sangat krusial untuk menjaga keselamatan dan kecepatan konstruksi.”

Pembangunan di area ini menjadi fokus karena menjadi penghubung vital antara segmen Bundaran HI–Harmoni dan Harmoni–Kota. Semua pekerjaan dilakukan sesuai jadwal agar target operasional penuh tetap tercapai pada 2029. Tim proyek terus memantau kualitas beton, kelistrikan, dan mekanikal di lokasi.

Segmen Glodok-Kota dan Persiapan Operasional

Paket kontrak CP203 Glodok–Kota telah mencapai 82,00% progres. Pekerjaan utama mencakup pembangunan arsitektural dinding stasiun, instalasi pipa dan kabel, hingga persiapan breakthrough di sisi utara Stasiun Mangga Besar. Segmen ini penting sebagai ujung lintas rute untuk menghubungkan pusat kota dengan jalur MRT.

Thomas menjelaskan, “Segmen akhir ini memerlukan perhatian ekstra karena memadukan sistem sipil dan instalasi mekanikal serta elektrikal.” Semua proses harus memastikan operasional aman, efisien, dan nyaman bagi penumpang. Tim proyek melakukan evaluasi berkala untuk memastikan jadwal 2029 dapat tercapai.

Fase 2A rute utara–selatan akan memiliki tujuh stasiun bawah tanah sepanjang 5,8 kilometer, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Segmen Bundaran HI–Harmoni ditargetkan selesai pada 2027, sementara segmen Harmoni–Kota selesai 2029.

Dana dan Sinergi Pembangunan MRT

Fase 2A dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui kerja sama pinjaman antara Pemerintah Indonesia dan Jepang. Pendanaan ini diharapkan memastikan kualitas pembangunan tetap tinggi tanpa mengganggu jadwal operasional. Thomas menambahkan, “Kerja sama internasional membantu memperkuat ekosistem transportasi massal di Jakarta.”

Fase 2B yang akan melanjutkan dari Kota hingga Depo Ancol Barat masih dalam studi kelayakan. Tim proyek memanfaatkan pengalaman Fase 2A untuk merancang metode pembangunan yang efisien. Dengan kesiapan ini, MRT Jakarta diharapkan menjadi tulang punggung transportasi perkotaan yang menghubungkan utara-selatan Jakarta secara optimal.

Thomas menegaskan bahwa semua pihak bekerja keras untuk memenuhi target operasional MRT Fase 2A. “Kami optimistis semua segmen akan siap dan masyarakat bisa merasakan manfaat transportasi ini pada 2029.” Fokus utama tetap pada kualitas, keselamatan, dan efisiensi perjalanan penumpang di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index