ibadah puasa

Waspadai Berbagai Kesalahan Umum Saat Puasa Ramadhan Yang Mengganggu Kesehatan

Waspadai Berbagai Kesalahan Umum Saat Puasa Ramadhan Yang Mengganggu Kesehatan
Waspadai Berbagai Kesalahan Umum Saat Puasa Ramadhan Yang Mengganggu Kesehatan

JAKARTA - Banyak umat Muslim yang tanpa sadar sering melakukan kesalahan dalam pola hidup selama bulan Ramadhan sehingga manfaat kesehatan dari ibadah puasa menjadi kurang optimal.

Kesalahan-kesalahan ini biasanya berkaitan erat dengan pola makan yang tidak teratur serta pemilihan jenis asupan nutrisi yang kurang tepat saat sahur maupun berbuka.

Alih-alih mendapatkan kebugaran fisik banyak orang justru merasa lebih lemas atau bahkan mengalami kenaikan berat badan yang tidak terkendali selama bulan suci ini.

Penting bagi kita untuk mengevaluasi kembali kebiasaan harian agar ibadah yang dijalankan pada Minggu 22 Februari 2026 ini memberikan dampak positif bagi raga.

Pola Makan Berlebihan Saat Waktu Berbuka Tiba

Salah satu kekeliruan yang paling sering dijumpai adalah munculnya keinginan untuk menyantap semua jenis makanan secara sekaligus saat azan Magrib berkumandang di sore hari.

Kebiasaan "balas dendam" ini dapat menyebabkan sistem pencernaan bekerja terlalu berat secara mendadak sehingga menimbulkan rasa begah dan kantuk yang sangat luar biasa sekali.

Lambung yang kosong selama belasan jam memerlukan proses adaptasi secara perlahan dengan makanan yang teksturnya ringan terlebih dahulu sebelum menerima hidangan yang lebih berat.

Mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara langsung juga berisiko meningkatkan kadar gula darah secara drastis yang tidak baik bagi kesehatan jangka panjang manusia.

Mengabaikan Pentingnya Asupan Nutrisi Seimbang Saat Sahur

Melewatkan waktu sahur atau hanya makan seadanya sering kali dianggap sepele padahal sahur merupakan modal energi utama untuk menunjang aktivitas fisik sepanjang hari nanti.

Kesalahan lainnya adalah mengonsumsi makanan yang terlalu asin atau pedas saat dini hari karena hal tersebut dapat memicu rasa haus yang berlebihan pada siang hari.

Banyak orang juga lebih memilih tidur kembali sesaat setelah makan sahur tanpa memberikan jeda waktu bagi tubuh untuk melakukan proses pencernaan dengan baik dan sempurna.

Kebiasaan langsung tidur setelah makan dapat memicu gangguan asam lambung atau GERD yang tentunya akan sangat mengganggu kenyamanan saat Anda sedang menjalankan ibadah puasa.

Kurangnya Konsumsi Air Putih Dan Hidrasi Tubuh

Seringkali individu lupa untuk mengatur jadwal minum air putih yang cukup sehingga tubuh mengalami dehidrasi ringan yang ditandai dengan sakit kepala dan bibir pecah-pecah.

Banyak yang justru lebih memilih mengonsumsi minuman manis atau bersoda secara berlebihan yang sebenarnya tidak efektif dalam menggantikan cairan tubuh yang hilang selama seharian penuh.

Pola hidrasi yang disarankan adalah dengan menerapkan rumus pembagian waktu minum saat berbuka sebelum tidur dan saat sahur agar keseimbangan elektrolit tetap terjaga baik.

Kekurangan cairan akan membuat daya konsentrasi menurun drastis sehingga produktivitas kerja di kantor atau sekolah menjadi terhambat akibat rasa lemas yang menyerang fisik Anda.

Kurang Beraktivitas Fisik Dan Terlalu Banyak Tidur

Menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan atau tidur sepanjang hari merupakan pola pikir yang kurang tepat menurut pandangan medis maupun kaidah kesehatan umum.

Tubuh yang tidak digerakkan sama sekali justru akan terasa lebih kaku dan lemas dibandingkan dengan tubuh yang tetap melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin.

Olahraga ringan seperti jalan santai atau peregangan otot bisa dilakukan menjelang waktu berbuka puasa guna menjaga kelancaran sirkulasi darah dan kebugaran jantung tetap optimal.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum tersebut diharapkan kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga prima sehingga ibadah puasa dapat dijalankan dengan penuh khusyuk serta semangat tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index